Persona

13.55

Kemudian...

Waktu terasa berjalan makin lambat, jantungku berdegup kencang tak teratur. Aku panik. Aku tak berani menegakkan kepalaku. Sampai akhirnya, kursi di depanku berbunyi karena digeser dan seseorang sudah duduk.

"Hai."

Suara itu aku kenal, suara yang pernah jadi oase dalam tiap keringnya udara hidup yang pernah aku rasakan. Aku merasa terjebak nyanyian nostalgia yang hitam putih serta abu-abunya jalan yang pernah kami lalui bersama. Aku terjebak rasa bahagia yang sempat ada dan ketakutan akan kejadian apa yang akan menimpaku nantinya. Firasatku buruk.

Aku merasa tak ada pilihan lain selain menegakkan kepala dan menghadapi ia yang sekarang di depan mata. Baiklah, aku harus tegakkan kepalaku. Aku dorong rasa takutnya keluar, aku dorong sekuat tenaga sampai butuh beberapa detik yang aku sadari lamanya. Pasti iapun sama. Akhirnya, aku tegakkan kepalaku. 

Masih ada beberapa detik luang dimana aku tak bisa berkata-kata, bahkan menjawab sapaannya. Sampai akhirnya senyumku saja yang kugunakan sebagai tameng. Ini senyum palsu bentuk representasi kekecewaan ditambah ketakutan serta bumbu keinginan untuk bilang bahwa aku bisa hadapi itu semua.  Aku lega dengan kemampuan persona satu ini, setidaknya baik kugunakan padanya.

"Hai."

Sapaku perlahan. Lambat-lambat nafasku teratur. Tanda bahwa aku bisa terbiasa dengan aliran udara yang agak sesak disini. Semoga air mataku kuat terjaga tanpa terlihat.

"Maaf aku mengikutimu beberapa hari ini. Aku hanya ingin kita bicara,"katanya lagi.

Kami mengakhiri hubungan via telepon dengan intonasi tinggi darinya dan dariku. Sejak itu kami tak bicara lagi, tak juga bertemu lagi. Bukan, dia tetap bicara dan aku tidak. Aksi diamku mungkin mengusik rasa penasarannya.

Aku mengangguk saja. Mungkin ada hal lain yang harus aku tahu. Ada hal lain yang harus aku selesaikan agar tak mengganggu pikiranku. Ada hal yang harus diperjelas agar semuanya berakhir ikhlas.

"Se..."

Haaah, aku rasanya tak kuat dengar intonasi suaranya memanggil namaku itu. Aku menguatkan diri agar tidak ambruk. Aku benci sampai ke langit tapi aku sayang sampai ke inti bumi. Dua kutub itu mengesalkan. Bisakah ia kembali berpijak ke tanah saja? Tanpa rasa, tanpa benci dan sayang, mati rasa saja.

"Apapun yang aku katakan, apa bisa sedikit dapat rasa percaya? Sedikit saja sampai kita selesai bicara saat ini. Setelah itu boleh kamu apakan saja bahan bicara ini."

Aku balas tersenyum ditambah sekali anggukan, jantungku semakin berdegup kencang. Ini jelas ketakutan bukan kekhawatiran karena bentuknya tak jelas.  

"Aku kecewa dengan diriku sendiri Se. Perpisahan ini rasanya berbeda dengan yang pernah aku rasakan sebelumnya," katanya terbata-bata. 

Aku melihat matanya berkaca-kaca. Pikiranku terdistorsi. Ada memori yang bilang, pengakuan seperti ini akan ia ucapkan pada semua wanita. Ada juga yang bertanya,"Kenapa ia sampai menangis?"

"Aku yakin semua permainan ini akan berhenti di kamu Se dan aku mau itu terjadi. Sayangnya aku salah. Aku salah menyerah di tengah-tengah. Dua tahun berdua dan hanya berdua, akhirnya bisa aku rasakan pertama kalinya dengan kamu. Sebelum itu, bahkan setelahnya berpisah dari kamu, semuanya hanya permainan Se. Aku tak bisa berhenti ketika titik hentiku hilang, kamu hilang."

Ia menghela nafas sebentar, menahan tangisnya turun. Aku hanya menatapnya dan membiarkan kedua tanganku digenggamnya.

"Waktu kamu memutuskan untuk pindah kesini, untuk pertama kalinya aku merasa takut kehilangan. Aku takut kamu menemukan orang yang jauh lebih baik dari aku. Aku lebih sensitif pada segala perilakumu. Sayangnya, aku terlalu malu untuk terlihat dependent pada wanita. Aku mulai tertekan saat aku tahu ada banyak orang yang mendekatimu. Aku tidak lihat lagi bagaimana kamu -biasa saja- pada mereka, yang aku rasakan adalah ketakutan kamu pergi, aku merasa tidak berharga. Aku pun kecewa padamu Se..."

Degh
Nafasku rasanya sesak mendengar kalimat terakhirnya.

"Saat aku merasa seperti itu, aku melihatmu tersenyum bahagia dengan suasana yang baru, kamu benar-benar terlihat nyaman. Bahkan ketika sedikit demi sedikit aku sengaja hilang, aku tak menemukan lagi Sea yang khawatir padaku. Kamu sebut itu percaya, tapi aku sebut itu tanda bahwa tanpa aku pun kamu bisa."

Aku sangat ingin menjawab pertanyaan ini dengan kata-kata,"Aku hanya ingin kamu merasa tak terbatasi untuk pergi karena akupun merasa mungkin selalu ada yang lebih baik dari aku." Kalimat itu tertelan dengan baik dan terwakilkan oleh tatapan mata senduku untuknya. 

"Aku takut dan akhirnya, dua tahun itu aku pertaruhkan dengan caraku sendiri. Aku mendekati seseorang yang aku rasa akan cukup membuatmu paham bahwa aku berharga dan ketika kamu lepas, akan ada orang lain yang dapatkan. Hal yang aku harapkan adalah kamu mulai paham bahwa akan sulit tanpa aku. Kamu akan... mendekat padaku, seperti Sea yang suka merengek manja dan bilang butuh aku."

"Aku salah dan sekarang aku terjebak oleh caraku sendiri. Kamu pergi dan aku seperti ini... Kamu bukan Sea seperti yang aku harapkan, merengek manja untuk bilang bahwa kamu butuh aku. Kamu Sea yang lebih dewasa dan  ternyata membuatku semakin tak ingin kehilangan. Sea, aku sakit dengan akhir ini..."
....

Air matanya tumpah, air mataku juga. Tak ada lagi persona.


Couple Holding Hands Holding Hands

Sejak awal bersamanya itu ternyata seperti menggenggam tangan diantara rel kereta. Terlihat romantis, terasa manis. Namun saat kereta datang, genggaman itu harus terpisah. Kami punya dua sisi yang kemudian jadi tempat bernafas sendiri-sendiri. 
Itulah yang setidaknya ada di kepalaku saat ini.


----




Halo, ini seri #Sea yang ketiga. Penasaran dengan yang sebelumnya?

#Sea Satu: Kekusutan Baru

#Sea Dua: Cansa Room

You Might Also Like

1 comment

  1. Bandar Judi Bola, Live Casino, Agen Poker & Live Game Terbaru dan Terpercaya di Asianbola77
    Gampang Daftar, Gampang Main dan Gampang Menangnya..

    1 USER ID UNTUK SEMUA PERMAINAN :
    - SPORTBOOK
    - LIVE CASINO
    - POKER
    - SLOT GAME
    - LIVE GAME

    Segera Bergabung Bersama Kami di Asianbola77
    Promo Menarik Dari Asianbola77
    - Minimal Deposit Rp 25.000
    - Minimal Withdraw Rp 50.000
    - BONUS NEW MEMBER SPORTBOOK 100%
    - BONUS DEPOSIT HAPPY HOUR 09:00 - 21:00 WIB
    - BONUS CASHBACK UP TO 15%
    - BONUS LIVECASINO UP TO 0,8%
    - BONUS ROLLINGAN POKER 0,3%
    - BONUS REFFERAL 2.5%
    Contact Us Now :
    ?? Wechat : Asianbola77
    ?? BBM : DC8820C7
    ?? Wa : +6281244043118
    ?? Line : Asianbola77
    ?? Link Pendaftaran : lc.chat/now/9325575/

    BalasHapus

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe