untuk Kakak-ku, Sulfani

05.09


Hai, cantik yaaa?

Kenalin ini kakakku, namanya Sulfani. Sejak zaman maba, ada sesuatu yang aku rasa bikin aku nyaman banget sama kakak satu ini, dan siang kemarin waktu dikirimin foto ini via WA, aku super bahagia dan nggak sabar buat ketemu di gladi wisuda. Sama kakak ini, aku ngerasa bebas buat cerita apa aja, aku dibimbing, dikasi contoh gimana perempuan yang baik yang tulus, yang sayang anak-anak. Aku juga dikasi semangat buat terus ngajar, ikut GUIM, dan masih banyak lagi yang nggak bisa kehitung. Sama kakak ini, aku juga bisa percayain apapun, kakak akan lakuin semaksimal yang dia bisa, bahkan sampai sakitpun rasanya nggak ada lagi kalau sudah tentang menolong orang.

Kemarin sore, aku seneng banget akhirnya bisa menemuinya di antara banyak sekali mahasiswa yang gladi wisuda. Aslinya jauh lebih cantik dari fotonya, apalagi kalau ditambah kalian dekat dengan hatinya. Malaikat.

Sore itu jadi hari yang mungkin sangat mengejutkan dan menantang untuk hati lembutnya. Ia harus pulang, segera pulang dari keramaian itu. Aku mengantarnya sebentar sampai ke mobil.

Sore itu, ibu malaikat ini menyusul ke tempat Ayahku...


Aku tidak tahu harus bilang apa, yang ada hanya aku ingin cepat-cepat bertemu dengannya, memeluknya, tidak untuk katakan apa-apa, hanya ingin berbagi sandaran. Sayangnya, malam itu belum ijinkan aku langsung kesana menemuinya, makanya pagi subuh tadi aku baru bisa datang ke rumahnya. Semoga tidak terlambat.


Aku ingat, saat aku dapat telepon yang isinya teriakan untuk kabarkan bahwa Ayah telah pergi, dia adalah salah satu orang yang ada di kepalaku untuk dihubungi, bahkan waktu itu ia rela jauh-jauh dari Depok menyusulku ke bandara, memelukku, dan antarkan aku sampai menuju pintu masuk gate.

Aku tak pernah tahu kata-kata apa yang tepat dalam kondisi ini, yang aku tahu, aku hanya ingin temani ia dan dengarkan ceritanya.



Hai kak Sul, usia jadi satu rahasia yang tak ada kunci untuk membukanya. Baiknya memang begitu agar kita selalu berbuat baik, membahagiakan orang-orang seperti kak Sul, dan tentunya Mama kak Sul lakukan selama ini, Ayo kak, kita jalan sama-sama. Ayo jangan berhenti karena kehilangan. Pastiada titipan pesan agar kita lanjutkan. Kak Sul punya banyak orang yang sangat sayang Kak Sul, aku salah satunya, sayang bangeeeeeet. 

Ya, kita harus jalan terus.
Anggap saja ini jeda dimana Tuhan sedang katakan, kalau kita kuat.


Dari Putri

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe