Bayang-Bayang

02.00

Dulunya aku sudah sempat curiga, bahwa kamu berdiri dalam dua tempat. Satu tempat untuk katakan pada dunia, termasuk aku, bahwa kamu bahagia. Satu tempat lagi yang jujur apa adanya, yaitu menjadi bayang-bayang. Kecurigaan itu terjawab sore ini. Aku duduk terdiam memandang tontanan yang buatku kasihan. Apa yang bisa aku bantu untuk kamu yang jauh? Aha! Aku rasa kamu pasti baca ini. Tinggal berdoa pada Tuhan agar tulisan ini bisa kuatkan hati untuk menyatukan dirimu.




Hei, bolehkah aku katakan bahwa aku sadar kamu ikuti? 
Apakah kamu marah ketika aku katakan itu?
Tunggu! Aku tak marah kamu lakukan itu, tapi aku ragu kalau kamu tahu tujuan menjadi bayang-bayang itu. Nah, ketika kamu tak paham apa maksud menjadi bayang-bayang, nantinya kamu bisa lelah sendiri bahkan kehilangan diri. Aku tak mau kamu begitu karena aku tahu kamu adalah makhluk manis yang diciptakan oleh pencipta yang sama denganku, untuk menjadi satu individu unik, bukan hanya bayang-bayang.

Hai manis...
Apakah kamu ingin sampaikan padaku bahwa kebahagianmu harus lebih besar dari kebahagianku? Hmmm, bagaimana ya mengukurnya? Jika bisa, aku ijinkan. Aku ijinkan kebahagianmu lebih besar dari bahagiaku, jika itu membuatmu senang. Jika itu membuatmu tak perlu jadi bayang-bayang. Bagiku, kebahagian tak bisa diukur, tapi bisa disyukuri, rasa syukur itu masing-masing pribadi yang miliki. Jadi, walaupun kebahagianku menurutmu lebih kecil, maka aku akan besarkan rasa syukurku. Tenang saja.

Aku mau kamu bahagia. Aku yakin bahagia itu tempatnya bukan saat menjadi bayang-bayang karena disana bukan tempat siapa-siapa, hanya  ruang kosong untuk pantulan cahaya. Apalagi untuk kamu yang hebat. Berbahagialah dengan caramu. Bahagiaku juga boleh jadi bahagiamu, tanpa perlu kamu menjadi aku.




yang selalu membesarkan rasa syukurnya

Putri

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe