Mulai dari Nada

20.25

Pertemuanku dengan Nada akhir Maret lalu membuatku kembali bernada

Banyak pertemuan di bulan Maret yang kabarkan aku untuk pelankan tempo, bukan untuk menunggu siapa-siapa tetapi untuk menemui makna lebih awal. Salah satu dan bisa dibilang paling berkesan adalah saat aku bertemu dengan Nada sore itu. Ini benar-benar tanpa rencana karena aku tak pernah tahu akan ada yang membawaku ke suatu rumah asing di lingkungan yang juga asing untukku, rumah Nada. 

Aku kembali pada pesan singkat yang sebelumnya bahwa aku kemari untuk menjadi teman Nada dan itulah yang akan kulakukan. Di sepanjang jalan sebelum sampai rumah Nada pun, aku mempersiapkan diri lagi untuk menyusun apa yang bisa aku lakukan untuk menjadi teman. Hingga kami bertemu sore itu. Aku yang masih menyimpan banyak tanya, melihat ia yang ceria, bersemangat, dan sangat ramah, rasanya tak sebanding dengan pesan singkat yang aku terima bahwa ia perlu teman.

Kami berkenalan dan duduk di serambi depan rumahnya, menikmati sore berubah gelap dengan banyak suara anak-anak. Aku tak akan bertanya, "kenapa ia panggil aku kemari?" mungkin itu terlau sensitif, tetapi aku akan tak langsung tanya "apa yang ia harapkan dari kehadiranku saat ini?"

Satu setengah jam percakapan berlalu dan rasanya aku diterjunkan lagi ke dunia yang lebih baru 'dunia yang tenang, dunia Nada'. Dalam ceritanya, segala hal terlihat dari sederhana hingga paling kompleks. Ia banyak simpan hal yang mungkin orang lain tak tahu. Tak langsung, tapi aku tangkap maknanya bahwa "Jalannya memang begini Kak Putri, dan aku tahu aku harus kemana, dan dengan cara apa. Lalu, aku akan lalui itu dengan tempo yang tak perlu cepat-cepat, karena memang tak perlu buru-buru, disana ada banyak hal yang akan terlewatkan, termasuk bagaimana kita menghargai orang-orang di sekililing kita dengan berbagai rahasia yang mereka punya. Kalau aku tak begini, semuanya seperti angin lalu."

Senyum malaikatnya melengkapi bulan malam itu. Saat aku berpamitan dengan Abah dan Uminya. Sepanjang jalan rasanya tenang. Saat itu aku sadar kalau, aku perlu belajar lebih banyak tentang tempo yang tepat untuk diriku, karena aku pun merasa terlalu banyak hal yang seperti angin lalu saja disini.






Maret selesai...

Putri

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe