Maret Dibuka Donald

22.23

Aku sedang berada di tempat nyaman yang akhirnya membukakan pintu. Baru saja kumasuki dan kusadari bahwa ini yang aku cari-cari selama ini. Hahaha

Tempatnya sederhana, tinggi, didominasi warna cokelat dan hijau, yang pasti tenang. Ketika aku tak bisa dihubungi dan kamu sedang cari aku, letakkan tempat ini di urutan kedua setelah kamar tidurku. 

---

Hari pertama bulan Maret kemarin sebenarnya sudah aku pasrahkan sejak pagi. Tidurku kurang. Keyakinanku akan bisa melalui sepanjang hari dengan baik juga kurang. Hujan di pagi hari sedikit buat kedinginan ditambah sepatu yang baru dicuci jadi kotor lagi, hahaha. Namun, untung hujan karenanya aku bisa rasakan bahwa masih ada harapan indah di hari pertama bulan Maret.

Sesi satu selesai. 
Ternyata leganya lebih dari yang aku pasrahkan.
Sesi dua masih menanti, membuat jantung ini bekerja lebih cepat untuk mendorong jari mengetikkan hasil pemikiran setelah mata selesai membaca. Luar biasa.
Sesi dua selesai. Masih sama, leganya melebihi yang aku pasrahkan.

Hujan deras turun lagi ketika aku memasukkan diri ke sesi tiga. Semuanya lebih ringan kecuali kelopak mataku yang berat untuk dibuka, sampai-sampai buat pusing. Namun, kelegaan di awal-awal membuatku bisa lebih banyak senyum. 

Sesi tiga selesai. Aku rasa aku perlu memberi hadiah untuk diriku sendiri yang baru saja selesai melewati sebagian besar hari ini. Aku putuskan makan di tempat yang aku suka. Beruntungnya Tuhan kirimkan teman makan yang sudah lama sepertinya tidak banyak bercakap-cakap denganku seperti dulu.

Langit mulai mimikri dari oranye menuju abu-abu gelap. Saatnya pulang. Aku pilih jalan ke halte yang lebih jauh, rasanya ingin lihat-lihat banyak hal yang sudah jarang aku lewati sejak pindah. 

Bus mengantarkanku sampai dekat stasiun. 

Pembukaan Maret baru terasa setelah di stasiun aku menemukan ada Donald Duck. Ingatkah aku pernah cerita bahwa aku suka mengintipnya bekerja dari balik jendela kamar, melihatnya kehujanan, dan kepanasan. Aku tak pernah jelas lihat wajahnya karena aku melihatnya dari jarak 9 lantai. Aku juga ceritakan ini pada Sas. Hingga akhirnya, di salah satu video yang diberikan Sas waktu aku ulang tahun, ada Donald Duck yang ucapkan Selamat.... Waaaa, akhirnya aku bisa lihat wajahnya walaupun tidak secara langsung. 

Setelah itu, aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Nah, ketika di awal Maret kemarin akhirnya bertemu di stasiun, rasanya super senang. Rasanya ada perayaan sendiri untuk Maret yang datang. 

Aku rasa, Maret akan indah :D




You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe