Momen Langka - Rabu, 20 Januari 2016

13.30


Hari ini langka.
Hahahaha

Diawali dengan kelas satu yang semuanya masuk ke sekolah tanpa ada yang absen. Kami juga sempat latihan untuk penampilan minggu depan.

Sepanjang pagi dan seiring langkah kaki menuju sekolah, aku merasakan banyak hal yang berputar di kepala, terutama kemampuan calistung anak-anak. Tiga mungkin ternyata bukan waktu yang cukup panjang untuk menyiapkan 17 orang anak dengan calistung yang memenuhi rata-rata. Yup, memang seharusnya , aku sadar kapasitas diri, tetapi tetap tidak membatasi diri untuk memberi yang terbaik bagi mereka, harapanku, masa depanku nanti.

Hari ini wajah anak bernama Adit kliyengan di kepalau, dia mirip adikku Dedek. Haaaah mungkin aku merindukan Dedek, sudah lama kami tak bertemu. Aku semakin memantapkan diri akan magang di Bali saja :’)

Selesai dari sekolah, momen langka kembali terjadi. Aku home visit hingga pulang kembali ke rumah ditemani tiga anak laki-laki, yaitu Herdi, Haikal, dan Fakih. Mereka bertiga lucu dan punya keunikan sendiri-sendiri. Aku sayang mereka, aku ingin mereka jadi anak yang selalu semangat belajar dan punya semangat untuk bersekolah lagi dan lagi.

Sampai di rumah, momen langka kembali terjadi. Biasanya aku makan bersama Rina dan Ibu, atau bersama Ibu saja. Namun, siang ini aku makan ditemani Bapak. Ntah lah Bapak ini membuatku rindu Bapak di surga sana, ramah dan sederhana orangnya. Wajahnya selalu tersenyum menyiratkan ketulusan, penerimaan atau yang oleh Rogers disebut unconditional positive regard  . Yah! Semua orang yang di dekatnya juga pasti tenang. Kami makan sambil mengobrol makanan kesukaan.

Momen langka kembali terjadi, akhirnya aku bisa cuci piring. Selama disini, keluarga ini tidak pernah izinkan aku cuci piring. Jadi, tiap habis makan, aku harus sembunyi-sembunyi untuk cuci piring. Tadi pagi aku gagal, Ibu menjaga tempat cuci piring dan memberitahuku untuk kembali ke dalam saja. Namun, siang ini aku berhasil. Saat selesai makan, ku dapati Ibu dan Bapak di warung, jadi aku pelan-pelan nyalakan lampu dapur dan cuci piring. Yup! Mission completed!


Momen langka yang pasti adalah ini masih terang dan aku duduk sendirian di kamar dengan laptop menuliskan ini. Biasanya omen ini ada ketika semua sudah tidur dan lampu meredup serta suara serangga bergabung dengan gelap malam.



photo by "Pubdok Gerakan UI Mengajar Angkatan 5"


You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe