Kejutan - Jumat, 22 Januari 2016

13.38



Malam ini sendiri lagi di kamar. Suasana langka, haahah. Atiya sedang ikut acara Maulid yang sepertinya diadakan besar-besaran di Sumbarang ini.

Aku juga jadi bingung apa yang sedang aku rasakan saat ini. Ntah kenapa semua rasanya campur aduk. Ada yang mengganjal, tetapi aku bingung apa itu. Hanya saja lambat laun aku mulai menikmati menulis. Mungkin hanya lelah karena sepanjang hari ini diisi dengan kegiatan aktif, mulai dari Jumat Sehat hingga berkeliling ke hajatan anak SD yang sunatan.

Aku baru pertama merasakan riuhnya perayaan sunatan masal. Ternyata semeriah ini, ada petasan, marching band, dan berbagai hiburan (di panggung), bahkan bupati (atau wakilnya) datang untuk mengisi acara.

Berasal dari Bali membuat hal-hal ini jadi momen langka. Heheheh. Aku jadi tahu lebih banyak hal, lebih banyak adat, dan itu menarik semua.

Satu hal yang berkesan di hari ini adalah, ketika aku tiba di salah satu rumah anak yang sedang sunatan, seorang Ibu duduk di depanku. Ia ramah dan menceritakan tentang pengalamannya tinggal di Pasar Minggu berpuluh-puluh. tahun. Dari penampilannya sih memang terlihat bahwa ia pernah tinggal di Jakarta.

Ibu itu tiba-tiba menunjukkan sebuh foto padaku, katanya itu foto anaknya. Aku bilang “Wah, cantik yang Bu” karena memang cantik sekali foto wanita di HP nya itu. Lalu, aku perlihatkan ke teman-teman lain yang ikut denganku. Semuanya sontak bilang kalau orang yang adadi foto itu mirip denganku. Aku jadi terbengong. Ditambah lagi ketika tahu kenyataan bahwa anak perempuan di foto Ibu itu sudah meninggal karena kecelakaan saat akan berangkat kerja menjadi perawat di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta.

Aku jadi tidak enak karena mendapati berulang kali Ibu itu menatapku dan mengatakan bahwa aku mirip dengan anaknya. Ia juga meminta nomot telepon dan memintaku datang ke rumahnya, Ternyata, saat itu ia tinggal sendiri karena sudah bercerai dengan suaminya. Hmmm, minggu ini akan aku penuhi permintaan itu sepertinya.

Hari ini aku merasa lebih manis di depan anak-anak. Ntahlah, ntahlaaaaah.. mulai baper. Aku mulai merasa bahwa sebentar lagi waktunya pulang. Atiya juga mimpi mengantar aku ke Bali :’) Berasa detik-detik kepulangan di depan mata. Ada rasa belum siap.




You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe