Hamparan Hijau Segar - Selasa, 19 Januari 2016

13.25



Sore yang berbeda.
Aku mendapati diri berjalan di tengah hamparan hijau sawah. Sebentar-sebentar hujan datang, sebentarnya lagi hilang. Mungkin hawa tengah ingin berbagi bau tanah basah yang aku suka.

Perjalanan ke rumah Pak Syekhul (kepala sekolah SDN Sumbarang 2) memberi warna yang berbeda. Belum pernah jalan-jalan sore ke arah Kajenengan, sebuah Desa di sebelah Desa Sumbarang tetapi sudah berbeda kecamatan.

Di tengah perjalanan kami juga bertemu dengan barisan bebek yang rapi mengikuti tuannya. Indah sekali perpaduan-perpaduan warna dan suasana desa ini.

Saat berbincang dengan Pak Syekhul, disanalah aku melihat pancaran ketulusan seorang guru. Ia mengatakan datang ke Desa itu pada tahun 1995 dan sata itu desa masih gelap, tidak ada listrik. Hingga sekarang ia sudah menjadi kepala sekolah, semuanya sudah berubah jadi lebih baik. Pasti banyak hal dna banyak nama yang sudha ia besarkan dari sekolah-sekolah yang pernah rasakan peluhnya.

Aku juga miris mendengar nasib para guru yang belum menjadi PNS (wirya bakti), gaji per bulannya adalah Rp 100.000 – Rp 200.000, silahkan lah kalian bayangkan sendiri apa yang bisa dilakukan dalam satu bulan dengan uang sebegitu. Apalagi di SDN 1 Sumbarang sendiri baru ada 3 guru saja yang PNS, sisanya masih begitu.



photo by "Pubdok Gerakan UI Mengajar Angkatan 5"


Kondisi fisik syukurnya sudah membaik. Kulit berangsur kembali warnanya menjadi seperti semula. Syukut penuh makna selalu aku panjatkan apalagi untuk keluarga yang tanpa henti berikan perhatian disini, Keluarga Bu Siti yang sederhana tapi hangat.
Selamat istirahat J

Sas lagi balik ke Bali dengan kereta nih.Kyaaaa <3


You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe