Binar-Binar Malam

07.55

Aku masih mendengar suara kembang api dari luar jendela. 
Tidak seramai saat detik-detik pergantian tahun pastinya. 
Hanya saja itu sangat menghibur karena aku suka lihat binar-binar di antara gelapnya malam.

---

Detik-detik sebelum tahun berganti.

Aku melewati jembatan yang melintang diantara dua tempat yang sedang ramai, di atas beberapa kendaraan dengan binar lampu yang ntah mau kemana. Aku bahagia karena aku melihat lebih banyak senyum dari orang yang melewatiku begitu saja. Di tengah jembatan itu, aku mulai sadar kalau tak semua orang merayakan pergantian tahun dengan binar-binar. Masih ada seorang Ibu yang duduk di sisian jembatan dan menunggu mangkoknya terisi koin, ada juga dua anak laki-laki yang menawarkan tissue. Lalu, aku sampai di tujuan. Sampai di pinggir jendela kesayangan, suara-suara menggetarkan dan binar-binar warna langit mulai terlihat. Aku suka. Beberapa saat kemudian, ku dengar suara kereta yang lewat. Suara itu mengabarkan aku kalau masih ada yang bekerja di tengah malam pergantian tahun. 

Hai masinis, apakah kau bahagia?
Ku tanyakan itu bukan hanya pada masinis, tapi juga berbagai orang yang tak kupikir melakukan aktivitas itu saat malam pergantian tahun. Aktivitas yang menurutku tak dilengkapi binar-binar. 

Sesaat sebelum malam ini benar-benar berakhir, aku datangi hati. Aku tanya, binar-binar itu apa? 
Aku datangi dan sempatkan duduk sebentar mendengar jawabannya. Katanya, binar-binar itu ketika "aku" dan "pikiranmu" menyatu. Aku diam sejenak, berupaya memahami kata-katanya. Saat "hati dan pikiranku" menyatu.

Aku pergi lagi ke dekat jendela. Langit sudah penuh asap, masih ada suara-suara binar percik api, dan tentu samar-samar warnanya. Lalu, suara kereta. Aku masih dengar suara kereta malam itu. Mungkin ketika aku lewat jembatan tadi, aku masih akan temui yang kataku tak berbinar di malam pergantian tahun ini. 

Mungkin aku salah. Bukankah aku belum tanya pada mereka, apakah "hati dan pikiran" mereka menyatu saat itu? Jika iya, berarti malam itu juga berbinar untuk mereka dan aku mutlak salah.

---

Tahun ini mengajarkan aku tentang semunya binar dan gelap, apalagi benar dan salah. Kadang hal itu buatku dari senyum menjadi netral atau netral menjadi senyum. Aku diajarkan untuk tempatkan kaki pada sepatu yang lain, baru kembali pada diri dan putuskan bagaimana ekspresi. Tidak bebas? Bukan. Hanya bebas yang diajarkan tahun ini menjadi lebih pengertian.

Aku sedang belajar tak menyimpulkan cepat-cepat, tak bilang "ya" atau "tidak" cepat-cepat, mencoba tidak klik "send button" sebelum membaca lagi apa yang telah ku tulis. Ketika semua itu telah terekspresikan, aku tak punya waktu untuk menariknya kembali, bukan?

---

Suatu hari di awal tahun 2015 lalu, mungkin aku katakan -aku tak suka- dengan diam. Namun, semakin mendekati akhir tahun, aku bisa membuat pesan itu bersuara. Aku rasa setiap orang juga ingin dengar kejujuran kan.

Akhir tahun juga semakin sadarkan aku bahwa Ia tak kan pernah biarkan doaku kosong. Ketika aku bilang lelah, Ia berhasil bilang bahwa istirahat dan bekerja sebenarnya sama saja ketika "hati dan pikiranku" menyatu. Selalu ada binar disana.
Ketika ku katakan, aku perlu tuntunan, ia berikan. Aku minta ditemani, dikirimkan-NYA banyak malaikat yang tulus hatinya. Aku sadar kali pertama ketika siapapun itu menjabat tangan atau memulai pembicaraan, itu pasti penuh ketulusan. Walaupun aku tak bisa memastikan bahwa setelah atau diakhirnya itu akan tetap menjadi bening atau sudah menggelap rasanya. Disanalah ada rasa-rasa yang berbeda diantara semuanya. Mungkin ada yang suka dan katakan bahwa pertemuan berikutnya akan ditunggu-tunggu. Namun, mungkin juga ada yang berpikir harusnya ini tak dimulai, atau biarkan dimulai tapi ternyata akhirnya tak indah jadi di tengah-tengah hengkang saja. 

Semuanya pilihan karena ketika aku berdiri tegak disini, yang dibelakang akan lihat aku dari sisi belakang, kanan ya kanan, kiri ya kiri, dan depan ya depan. Hanya orang-orang yang punya waktu lebih untuk bersabar dan berkeliling ke semua sisi yang akan berakhir dengan kesimpulan bahwa aku dan kamu adalah sama, punya sisi terang dan gelap. Aku ingin bisa selalu begitu ketika dikirimkan orang baru. Punya waktu untuk berkeliling.


---

Binar-binar malam belum berhenti sampai dini hari yang merenggut kesadaranku untuk masuk ke dunia mimpi <3



Selamat Tahun Baru!

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe