Bersih-Bersih - 12 Januari 2016

13.03

Hujan lebat bertemu dengan hembusan nafas sadar pagi ini.
Deras sekali sampai membangunkan.
Diujung sana aku dengar suara yang selalu ada yang membuat semangat.
Haaah... lega sekali rasanya pagi ini.
Dingin sekaligus hangat.


Pagi ini aku bersemangat sekali ke sekolah. Aku sudah siap dengan segala media pembelajaran. Di sekolah juga bahagia bertemu anak-anak. Aku senang karena jumlah anak yang tidak masuk berkurang, kemarin ada empat, sekarang dua. Namun, tiap kali ada yang tidak masuk, aku selalu sedih sendiri dan langsung mengevalusi diri, apakah karena ada aku ya mereka tidak mau berangkat (bahasa Sumbarang untuk sekolah). Namun, perasaan negatif itu aku tutup dengan rasa syukur bertemu dengan 15 anak-anakku.

Hampir semua rencana yang aku susun berjalan dengan baik. Lega. Team teaching bersama Ibu Nela juga sangat menyenangkan. Semoga Bu Nela juga senang. Saat pelajaran matematika, Bu Nela mengajar di depan kelas, sedangkan aku menemani anak-anak dan saat pelajaran Bahasa Indonesia, aku isi dengan kelas membaca, aku di depan dan Bu Nela bersama anak-anak. Aku suka karena anak-anak selalu bersemangat. Haaaah, lega rasanya.

Mungkin bisa dibilang, kelas menjadi lebih lambat selesai sejak ada aku, hihihi. Aku hanya ingin memaksimalkan jam di sekolah walaupun diisi dengan bermain atau bernyanyi-nyanyi karena menurutku kelas satu adalah peralihan dimana mereka harus belajar mencintai belajar. Caranya? Belajar itu dibuat menjadi menyenangkan. Yay!
Pelajaran selesai. Agenda selanjutnya adalah bersih-bersih kelas. Kalau boleh jujur, kelasnya sangat kotor dan berdebu. Haah, saat masuk atau menyapu rasanya seperti ada kabut cinta yang mengelilingi wajah polos. Kami dorong meja, dibantu tangan-tangan kecil yang penuh semangat. Setelah melepas sepatu, mereka berebutan untuk menyapu, berebutan untuk mengepel, dan berebutan ini itu. Haaaah.. aku sempat kewalahan dan geleng-geleng saat melihat kelas menjadi seperti korban banjir. Berantakan.

Sudah pukul 11, aku pulangan mereka. Huaaaa :’) ada yang tasnya tertukar dan menangis, untungnya anaknya masih bisa dikejar, aku sampai pinjam sandal yang kebesaran. Waaahluar biasa.
Aku tidak bisa menghitung lagi berapa kali aku bolak balik bolak balik bolak balik mengepel. Haaaaaah :’) Sampai kutemukan hasil kesekian yang membuatku bernafas lega dan berani pulang. Pukul 13.00

Sampai di rumah aku langsung mandi. Badanku rasanya remuk. Namun, aku tahu sebentar lagi anak-anak akan datang mengetuk pintu untuk latihan membaca.
Benar sudah, tidak sampai 30 menit duduk sehabis mandi. Ketukan pintu terdengar. Aku keluar dengan buku latihan membaca. Tenagaku menipis, hihihi :’)


Aku dibantu sekaligus di-charge energinya oleh Bu Awa dan Pak Zando yang mengajak anak-anak bercerita dan bermain dengan boneka tangan. Haaaah, aku super senang melihat semangat belajar mereka. Waktuku tidak banyak, semangat itu akan aku isi, akan aku pupuk, dan ajarkan mereka memupuk sendiri agar tak pernah mati.



photo by "Pubdok Gerakan UI Mengajar Angkatan 5"

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe