Tumpukan Syair

09.56

Dari tadi, bahkan kemarin, dan berhari-hari yang lalu
Serangkai kata-kata berputar di kepala
Rasanya ingin muntahkan lewat tarian jari
Rasanya ingin lanjutkan sampai mimpi

Sayangnya aku kadang tak tepat waktu 
Atau waktu yang tak jua berikan pertemuan denganmu
Bahkan aku terlambat menyapa pergantian bulanmu

Aku akan ceritakan rasanya
Aku merasa dimakan bantal saat malam 
Aku juga merasa dimakan janji saat terang
Tapi langit masih ingatkan
Semua itu tentang pilihan, bukan kepasrahan

Paling tidak aku masih bisa bersyukur
Ada yang membuat ringan sebelum tidur
Walau kemarin aku termakan rindu yang kabur

Kemarin kudengar cerita ayah dari balik pembatas
Sudah lama, tapi rindu itu tetap ada
Beberapa tetes menemani sampai lega
Untungnya ikhlas datang menggiringku pada canda

Ah...
Ini hanya pengantar cerita 
Sebentar lagi tiba waktunya berdua
Aku, kamu, dan surat-surat kita

Satu syair dari sekian bentuk rangkaian kata yang kuingat malam ini...
Ternyata tentang cinta
Katanya ...
Dicintai tak lebih mudah dari mencintai
Dicintai tak lebih bebas dari mencintai

Setelah dengar itu
Lalu kupastikan akan temui kamu
Aku ingin pastikan lagi bahwa syair itu tak terlewat

Aku juga ingin pastikan tumpukan syair tak dimakan rayap




Karena satu satu akan aku tuliskan
satu satu
pelan pelan

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe