Jeda berteman Cerita

07.16

Aku mulai merasakan tubuhku hampir menyerah minggu ini, hampir migrain tiap hari. Kabar buruknya, jam tidur dan makanku juga ikut-ikut menyerah. Kabar baiknya, senyumku masih tetap diterbitkan oleh teman-teman dan para cerita.

Tujuh November tahun ini...

Pagi ini aku mendapati diri ada di sebuah rumah besar yang ramai dan sangat ramah. Beberapa orang yang sedang disana aku dapati kesana-kemari. Jurus terampuh yang tak boleh lupa kamu keluarkan adalah "senyum" dan "sapa". Maka dunia pun akan menyambut dengan memasukkan para cerita baru untuk kamu. 

Wisma Cheshire, disinilah aku habiskan pagi yang cerah hingga siang berteman hujan.
Disini aku bertemu teman-teman yang jauh lebih tangguh daripada aku yang suka mengeluh hanya karena migrain. Ada kira-kira 30 orang residen disini. Mereka adalah orang-orang yang "terdampar di kursi roda" seperti yang diungkapkan Mas Woro saat menampilkan puisi kepada kami yang datang.

Selain Mas Woro berpuisi, aku juga bertemu teman-teman yang lain. Diberi kesempatan oleh teman-teman We Care 2015 untuk menjadi MC di acara Fieldtrip  membuat Sabtu ini semakin dekat dengan mereka. 



Mas Vincent sangat baik menjelaskan tentang wisma cheshire ini sejak pertama berdiri tahun 1974 hingga sekarang. Mas ini datang dari Jogja dengan semangat ingin bekerja. Saat pertama kali bertemu, sudah ada tanda-tanda keramahan. Hingga tanda berubah menjadi langkah kami bersama menyusuri tempat demi tempat di wisma ini. Ada ruang membuat rumah boneka, ruang jahit, kamar, dapur, dan lain-lain. Aku terkesan terutama saat melihat hasil-hasil karya mereka. Kalian pernah lihat rumah barbie dengan berbagai pernah-pernik lucu di dalamnya? Nah, seperti itulah hasil kerja mereka. Ada juga kimono, hiasan natal, dan masih ada yang lainnya lagi.

Mba Nia yang sangat menyentuh hatiku. Ia datang sebagai perwakilan Young Voices, organisasi lintas disabilitas yang memperjuangkan hak-hak teman-teman disabilitas. Mba Nia sangat cantik dan anggun saat menjelaskan dengan bahasa isyarat. Kami dibantu oleh kak Fafa sebagai interpreter (aku mulai mengingat-ingat lagi apa yang aku pelajari di Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus semester lalu. Halaaah Puut, seperti perlu diasah terus). Aku tersentuh ketika Mba Nia bercerita satu per satu keterbatasan yang mereka alami, terutama tentang akses. Saat berkunjung ke museum, mereka tentu ingin tahu banyak, tapi guide sulit berbahasa isyarat atau melangkah menjauh. Ketika kereta berhenti di suatu stasiun, tulisan stasiun mana ternyata berbeda dengan kenyataan sedang di stasiun mana, lalu tersesat ~

sempat aku terpikir, dari We Care, setidaknya ada yang telah kami buat, walaupun masih sebatas saat mereka berkunjung ke fakultas kami :') lelah gundah terbayar LUNAS!

Cerita-cerita menarik juga aku dapatkan dari teman-teman lain disini. Ada Abrar yang sharing tentang aplikasi di laptop yang membantu tuna netra mengetik dan membaca. Aku coba mengetik dengan mata terpejam, masih bisa... tapi mungki saat diminta posting di blog aku tak paham harus arahkan tikus kemana. Aplikasi itu sangat mempermudah mereka. Selain Abrar, ada Kristian juga yang berbagi tentabg aplikasi di Android untuk tuna netra (mungkin kalian pernah baca postinganku tentang kak Hougi). Sesi ini ditutup dengan sharing dengan Kak Prezi tentang perjuangan teman-teman tuna netra di Young Voices.

Setelah sharing dan jalan-jalan berkeliling. Hujan pun datang, kalau kata Mas Vincent "Hari ini Mba Putri dasyat deeh sampai hujan, ini pas mau pulang hujannya berenti kan.." wkwkwkkwkwk. Mas Vincent dan mereka semua disana jauh dan jauh lebih dasyat daripada aku mah pokoknya. 

Sebelum pulang, kami makan es krim bersama. Ada banyak pilihan topping yang bisa mereka tambahkan sendiri. Haaaah, aku suka suasanan habis hujan, makan es krim, masih dengan keramahan dan kehangatan. Mereka terlihat bahagia dan aku pastinya jadi orang yang lebih bahagia.

Terima kasih Kak Ica, Aya, Marisya (cepet sembuh Neng), Levina, Caca, Arjun, Rani, Farica, dan semua teman-teman We Care serta peserta yang ikut hari ini. Makasi banyak Wisma Chesire dan Young Voices :') 

Aku seperti dihidupkan kembali.



---

Sabtu jadi semakin manis saat akhirnya aku bisa bayar janji untuk latihan nari sama KMHD. Sayangnya Sabtu tak jadi manis untuk PDKM yang acaranya di puncak dan aku tak datang. Yup, mungkin ada yang harus dipilih disini. Angin dan hujan tanpa kabar sore ini mengarahkanku untuk menari-nari dan sekarang diam di depan si putih.


---


Sabtu ini jadi jeda yang cantik untuk seminggu yang menurut aku masih perlu effort untuk menyeimbangkan diri. Sepertinya, aku masih perlu satu hari lagi untuk jeda itu.


---


Sabtu dibuat manis lagi karena kiriman hadiahku untuk adik perempuan kesayanganku, Novi, sudah sampai Bali. Walaupun terlambat satu hari, aku senang akhirnya sampai. Kemarin ia ulang tahun, tepat ketika aku diumkan terpilih sebagai 36 pengajar Gerakan UI Mengajar Angkatan 5. Sampai jumpa Tegal!




Putri



You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe