Dear Jungma

07.19



Sebenarnya ini bukan kali pertama kita bertemu, tapi siapa yang menolak ajakan bincang-bincang dengan kamu ~ 

---

Tepat dua hari sebelum kembali ke Depok ~ Rabu, 19 Agustus 2015

Bisa dibilang ini tergolong hari dengan "kecerobohan" super. Mulai dari bangun kesiangan, lalu dilanjutkan banyak barang yang tertinggal, HP tiba-tiba hang, badan masih meriang karena memar, DAN bertambah lengkap saat melihat agenda.... ternyata ada plan yang sampai malam. *mulai mual sebelum bergerak*

Singkat cerita ...

Semua agenda dari pagi sampai sore itu sudah terselesaikan. Bisa dibilang aku bersyukur masih hidup dan masih bisa mendengar suara Sas diseberang telepon sana setelah dengan bawelnya aku menceritakan segala macam kecerobohan hari itu, dan dia bilang "Sudah-sudah, jangan  ngeluh, jangan marah-marah" (wkwkwkwkwkw, demi Tuhan, ini orang baik banget ya ~ *dipuji sekali-sekali biar seneng :p"). Untung ya Tuhan kirim malaikat buat sandaran kalau sudah memuncak kekecewaan atas kecerobohan :') Kalau nggak?

Aku tutup telepon dengan Sas karena ada janji dengan "lelaki" lain~ what the ... (sungkem Sas :')

dengan Jungma ~ hahahaha

Kaget waktu baca chat Line dari Jungma yang bilang "Saya kan dpt tugas buat profil orang yg menginspirasi, terus syaratnya harus fotoan sm orangnya itu. Saya maunya wawancara Kak Putri boleh? Untuk ospek ** nya kak". Demi apa "menginspirasi" ~~ Mungkin Jungma salah chat orang. Kan yang namanya Putri ada banyak banget! Mungkin maksudnya Putri Titian.

Sebut saja Jungma ternyata tidak salah chat orang. Lalu kami bertemu. Awalnya janjian di sekolah. Oh ya! Kami satu SMA, tapi Jungma adik kelas dua tingkat "Putrinya sudah tua~". Nah, tapi karena hari itu super banyak yang ceroboh, aku rasa aku perlu green tea. Ya, aku ganti tempat, jadi di salah satu penyuplai green tea enak di daerah Gatot Subroto. Untung Jungma meng-iya-kan.

Sisa tenaga masih cukup lah ya untuk bincang-bincang. Apalagi sama Jungma yang foto-fotonya bagus banget di instagram (Penasaran klik --> Jungma). Ini mah gue yang ngefans yak! Haha :D

Di luar foto, di luar green tea, di luar tugas ospek. Sebenarnya ada satu hal dari Jungma yang buat aku jadi penasaran. Kegigihannya untuk dapat sesuatu dan caranya "accept" ketika Tuhan mengarahkan ke tempat yang berbeda. That's cool!

Mungkin bukan cuma Jungma yang mengalami ini. Hanya saja, saat itu aku dapat kesempatannya berbincang dengannya. Bahkan aku tidak tahu apakah semua pertanyaannya bisa aku jawab atau tidak. Aku hanya berdoa supaya tugas ospeknya ini tidak sampai salah *karena salah wawancara orang* jreeng~ Aku lebih tertarik mendengar cerita suka-dukanya ketika ingin di kampus yang sama denganku. 

Super!
Perjuangannya dari awal masuk SMA ternyata nggak beda jauh sama aku. Keputusan untuk meninggalkan dunia klub Kimia (dulu aku Biologi sih~) juga mirip. Lalu, keputusan untuk gabung di salah satu ekskul yang kece (wkwkwk) juga membawa kami jadi kenal. Katanya,"Dulu-dulu nggak berani ngobrol sama kak Putri. Ya kirain ya gimana gitu. Tapi ternyata ....." Dalam hati aku jawab "ternyata berantakan ~" hahahaha. 

Lalu, dimulai bagaimana ia ingin masuk di kampus yang sama denganku walaupun beda jurusan. Upayanya belajar dengan giat (aku tidak ragu untuk yang satu ini), rajin les, bahas-bahas soal, tanya-tanya teman yang sudah diterima, dan selalu mencoba. Hmm, sebuat saja SNMPTN tak pro padanya. Jungma masih coba di SBMPTN, lolos dipilihan kedua (tempatnya kuliah sekarang), tetapi ia juga masih coba SIMAK. 

Disaat yang sama, aku jadi bernostalgia dengan bagaimana aku yang dulu. Jauh sekali usahanya dari Jungma. Sebut saja Putri yang beruntung (saingannya Putri yang tertukar~).

Mungkin kegigihan Jungma dan upayanya tak terlihat berujung pada harapan. Namun, tunggu dulu. Kuasa-Nya tak mungkin salah, apalagi jahat. Kita akan ditempatkan di tempat yang terbaik untuk diri ini. Mungkin yang baik untuk orang yang satu bukan yang baik untuk orang yang lain.  Kadang, sulit untuk diterima, tapi harus dilalui dan ketika sudah berhasil untuk itu, semuanya akan jadi lebih cerah, bahkan lebih-lebih baik daripada tujuan awal kita.

Bentuk kecilnya, aku dan Jungma mungkin sudah alami waktu SMP ke SMA dan kita survive! Sekarang, pasti kita dibantu Tuhan untuk temukan jalan terbaik untuk melangkah menapaki masa-masa menuju kedewasaan. Ia yang tahu kita sebaiknya dimana, dan kita harus berbuat sebaik-baiknya disana sesuai yang kita bisa. 

Aku juga dapat bonus cerita tentang pertemanan dan kehilangan. Dari ceritanya, aku jadi belajar bahwa ketika kamu dekat dengan teman, maka ada kata-kata tak terucap yang bisa kamu dengar. Bahkan ketika kamu tak lagi bersamanya, kamu bisa beri sesuatu untuknya melalui orang dekatnya yang lain. Selalu ada jalan untuk niat yang tulus. Bahkan untuk yang tak lagi dapat terlihat. 

---

Bangga sama Jungma. Bahkan masih bisa minta aku yang menemaninya berbincang saat itu. Senang sekali bisa berbagi waktu. Sampai jumpa dengan cerita seru lainnya ya Jung! Jadilah lebih baik daripada aku dan lainnya disini. 

See you on top!






Putri




You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe