Surat Dini Hari

13.05

Kabar untuk Ayah disana, yang aku rindukan, kami rindukan...


Dini hari, 17 Juli 2015

Sudah pagi. Aku masih di depan si Putih untuk meneruskan bunyi tak tik tuk tak tik tuk ketika keyboard ditekan. Beginilah hal ambivalen, antara aku sukai atau tidak, hahahaha! Ketika aku sudah pada "timing" duduk dan menulis, sampai waktu pun tak kuasa hentikannya. Tak tik tuk, tak tik tuk, tetap berjalan seperti biasa, seperti tak ada matahari yang mungkin akan terbit tanpa aku sadar. Kata-kata memang menghanyutkan, sebentar lagi menidurkan setelah lama membuat begadang. Ayah pasti sudah tahu kebiasaan ini.

Aku persis tahu, walaupun aku tidak tulis ini, Ayah juga pasti tahu kan, apa-apa saja yang terjadi. Namun, aku ingin tulis saja, agar suatu waktu, mungkin cucu ayah (kenapa jauh sekali anak bawang ini berpikir?) bisa baca seperti apa Ibunya bercerita pada Kakeknya. Bahkan Yah, aku masih berharap, ia dapat bertemu denganmu. Tak salah kan berharap?

Ayah suka bilang,"Kamu nggak diem-diem di rumah ya." Hahaha, tapi setiap kali aku minta Ayah antar sana sini, jalan saja tuh. Aku anggap itu persetujuan, hahaha ...


Sekarang, aku tak diam juga ternyata Yah... Jangan marah ya, huhu



* Aku pindah halaman Yah!

Ayah ingat tidak suatu hari tahun 2013 lalu, aku bercerita kalau saat itu aku menjadi kontributor di sebuah majalah, tepatnya bulan Februari. Oya, aku juga sempat bawa pulang majalahnya dan Ayah berikan pada tamu-tamu yang mampir ke rumah. Hmm... Ayah tak pernah tanya gajinya berapa, wkwkw, tapi aku lihat Ayah bahagia karena lihat aku bahagia semakin "tak diam-diam di rumah". 

Sekarang aku sudah tak di tempat yang sama Yah. Aku baru saja diterima di rumah baruku. Hmm..  rumah baruku adalah sebuah Majalah berinisial  " B_ _ _  I_ _ _ _ _ _ _ _". 

Ayah mau tahu bagaimana ceritanya?
Jadi, waktu itu aku datang ke ruang TU Smansa, sekolah SMAku dulu Yah, itu looh yang Ayah antar MOS bolak balik sampai pusing, dini hari - tengah malam. Kalau nggak ada Ayah waktu itu, aku jadi TO karena nggak ikut MOS deh, wkwkkw. Back to the topic! Lalu, aku ingin bertemu Bu Supeni, koordinator BK disana untuk suatu urusan, Ayah tahu sendiri. Nah, sambil menunggu, aku temukanlah majalah ini. Taraaaa!! Seperti biasa anakmu ini suka tetiba suka sama sesuatu, aku foto lah itu halaman depannya. 
Aku seperti terpanggil untuk datang lagi ke -dunia halaman- Yah.. Sudah lama aku tinggalkan, hmmm setahun mungkin.

Aku kirim e-mail ke redakturnya menyampaikan "kerinduanku" akan -halaman-. Dayung bersambut begitu cepat, katanya aku diminta kirim CV. Dayung bersambut lagi, aku bertemu dengan pemimpin redaksinya. Mulailah aku sekarang -lebih rajin- di depan si putih lagi, demi mengisi halaman-halaman kosong disana. Lega ternyata... seperti haus, berharap air putih, ternyata diberikan air putih dan sekulkas pilihan minuman yang bebas diambil. 


*Aku Naik Gunung Lagi, Yah!

Minggu itu tujuanku Gunung Lesung, Buleleng. Ntahlah Yah, wisata alam selalu sukses membuatku terpana, tenang, dan bersemangat lagi. Tak ada larangan dari Ibu, dan aku rasa Ayah juga izinkan, walaupun dulu waktu pertama kali naik gunung (SMP), Ayah tak jawab -iya-, tak juga jawab -tidak-. 

Biasanya aku naik gunug subuh atau paling tidak pukul 08.00, eh? Minggu itu kau baru naik pukul 11.00. Awalnya panas jelas, napasku tersengal-sengal, apalagi badanku ini tak seringan dulu (lagi-lagi aku sadar Yah, tapi menurutku tak perlu diet - kwkkwkwkw). Sampai di bagian tengah yang penuh hutan, kesegaran mulai terasa. Huaaaaaaaaah !!!


*Ayah ingat Gdebook?

Nah, Juli itu Hari Anak Nasional, tepatnya tanggal 23. Ntahlah, aku bersemangat sekali bulan ini untuk bertemu anak-anak. Yah, walaupun sebisanya anak ini saja ya Yah, ketemunya paling main, cerita-cerita, atau yaudah belajar dikit, hahaha. 

Nah, hubungannya sama Gdebook apa dong?
Dari kegiatan itu, "para malaikat" datang, lebih dari yang aku sangka-sangka. Ia berikan aku rumah baru, katanya aku boleh ada disini sebagai program manager.

Ayah suka? Semoga iya!


*Ayah, ada tamu yang datang ke rumah loh!

Hmm, belum pernah sekalipun aku kenalkan Ayah dengan makhluk istimewa yang disebut -pacar-. Selama ini aku hanya kenalkan pada Ibu, selalu aku kenalkan dan aku tahu Ibu pasti bahas ini sama Ayah. Suatu hari aku nggak sengaja nguping dan eh! keterusan nguping, waktu kalian ngomongin aku dan pacarku. Zonk! wkwkwkkw

emmm... Beberapa hari yang lalu, ada tamu istimewaku yang datang. Yah, Ayah tahulah, tak satupun sebelumnya boleh masuk melewati gerbang, wkwkkw. Hmm, sepertinya aturan itu tidak berlaku untuk yang ini Yah. Ia mudah akrab dengan Ibu, dengan adik, dengan rumah, bahkan dengan tiga anjing kita. Ssssttt... he know Mom's secret, He brought an orchid to her. Ayah tahu lah, Ibu pasti super duper seneng, wwkwkw 

---

Apalagi ya Yah?

Tadi mungkin aku terlalu lelah, jadi gampang kebawa perasaan
Aku lihat foto keluarga kita dan rasanya aku sangat rindu Ayah
Aku ingin cerita banyak walaupun dari dulu aku jarang cerita dengan Ayah
Aku tahu Ayah tahu segalanya disana tanpa perlu aku beritahukan
tapi... Apa daya anak ini masih ingin melewatkan segenggam paginya untuk tulis ini

Aku rindu Ayah, sangat dan sangat...
Aku tahu Ibu pun sama, mungkin lebih dan lebih...

Katanya disana selalu bahagia ya Yah?
Semoga jadi lebih bahagia setelah membaca surat ini.



Aku tidur dulu ya Yah!


Putri

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe