Akhirnya Bercanda dengan Surabaya

20.38

Excited!

Ini pertama kalinya menghabiskan waktu di Surabaya, paling biasanya cuma lewat. 
Kami sudah berusaha berencana tapi karena diantara kami berdua memang belum ada yang pernah ke Surabaya dan teman-teman di Surabaya sudah banyak yang balik ke Bali, jadinya kami menikmati saja apapun yang nanti bisa dinikmati, hahahaha.

Bingung dong jelas. Sampai Surabaya pukul 01.30 a.m. Mau kemana? Kami memang tidak memutuskan menginap sih, karena malam nanti pukul 22.00, kami akan berangkat lagi ke Banyuwangi. Apa yang kami lakukan? 

Sekitar pukul 02.00 kami keluar stasiun. Kami duduk di dekat stasiun seperti penumpang-penumpang lain yang menunggu terang. Untung saja ramai ya, hahaha. Kehabisan ide, aku buka laptop dan kami memutuskan nonton Sherlock Holmes #didepanstasiun #pinggirjalan #diantarakeramaian #lesehan. 
Aku merasa sih tiap orang yang lewat sempat melirik, hahahaha. Lama-lama, ada juga yang mau gabung menonton. Salah satunya *yang izin* ikut duduk bersama menonton adalah Pak Apas, beliau akan berangkat ke Jombang dan menunggu stasiun buka. Aku jadi lebih tertarik tanya-tanya sama Pak Apas daripada nonton lagi. Selain itu, aku takut Pak Apas sebenarnya nggak ngeh juga film-nya ._.
Bapak paruh baya ini sehari-hari jualan pentol looh di sekolah-sekolah, sejak tahun 80'an bayangiiin.... Pentol sebagai makanan kesukaan aku dan Desy, ternyata ada yang menekuni selama ini. Nggak SD namanya kalau nggak pernah makan pentol, hehehe ;) Oya, selain itu ada nih sekeluarga yang bagi-bagi sarapan, makanan rumah gitu, sepertinya mereka lagi pulang kampung ke Surabaya.

Tadaaa...
Gelap berubah terang. Pukul 05.45 kami mulai perjalanan, Melihat sisa tenaga dan bawaan kami yang lumayan, akhirnya kami memutuskan ikut saran mencari penginapan saja, awalnya maunya di POP Hotel, daerah jalan Biliton, tapi ternyata kamarnya penuh dan ready jam 12an siang. Hmm, artinya kami harus cari yang lain. Oya, kami ke POP Hotel dengan becaknya Pak Jainudin yang ramah. Seru deh ngobrolnya. Sebelum beranjak dari sana, kami singgah ke Taman Lansia dulu. 

Seru pasti ya, ada taman yang khusus dibuat untuk lansia. Kami sampai disana kira-kira pukul 06,20. Sudah ada beberapa lansia yang sedang berolahraga, ada juga pasangan lansia yang duduk-duduk di bangku taman sambil bercengkerama. Haah, ini buat aku kangen Ayah <--- baperan sih anaknya.

Aku coba jalan di atas batu-batu, eh nggak sekuat ibu-ibu. Aku keringetan duluan. Lalu, makan bubur kacang hijau, main ayunan. Kyaa, ada dua anak kecil yang nemenin kita main *untungnya* 

Pukul 08.00 kami beranjak dari Taman Lansia mencari penginapan yang lebih dekat dengan stasiun dan murah #hahahaha. Pukul 09.00 kami masuk penginapan dan beristirahat, lumayan juga perjalanan ini.

Pukul 11.00 WIB kami sudah siap lagi. Kami akan menuju jalan sekitaran jalan Sulawesi, ke Taman Persahabatan dan tempat-tempat sekitarnya. Nah, kami sudah tanya-tanya, jadi kami bisa naik angkot, hehe. 

Hoo jadi ini taman persahabatan. 
Sepertinya lebih berwarna bunga-bunga di taman sebelumnya, tapi yang ini lebih banyak permainan. Desy so excited main jungkat-jungkit, wwkwkwkwk. Seru banget sih waktu mainnya, ketawa terus *masa kecil bahagia kok :p

 

Pukul 12.00 kami memutuskan makan siang dekat sana. Waaah, makan di Surabaya nggak mahal-mahal amat ternyata. Seperti rencana awal kami akan ke dapur cokelat. Tidak terlalu jauh nih dari Taman Persahabatan. Jadi, bisa jalan sambil lihat-lihat. Di tengah perjalanan, kami malah pause dan tertarik masuk ke Baby Shop *O.o hahaha

Desy sih ada tujuan, beli hadiah untuk keponakan. Lah aku? Tapi ya, segala macam perlengkapan yang berhubungan dengan bayi itu lucu bangeet, sukaaaa!!! Kalau ulang tahun dibeliin kado yang bayi-bayi juga nggak apa-apa <-- kode lagi.

Lanjut!
DAPUR COKELAT ~ nyum!
Kami pesan mango mousse (bener nggak sih ini tulisannya), pie buah, pie keju, dua candy choco kepala beruang. Enak banget tempatnya, tapi agak kecewa sih karena meja dan kursi yang dulunya ada di depan nih buat makan-makan, sekarang sudah tidak ada lagi, huhuhu. Jadi, semuanya take a way

Kami memutuskan membawa kue-kue itu menuju Monkasel (Monumen Kapal Selam). Kira-kira pukul 14.15 kami sampai di Monkasel. Waaah, pertama kali lihat kapal selam live dan masuk ke dalamnya. Seram sih di dalam, sempit, banyak mesin, tapi hebatlah untuk TNI AL yang pakai ini. Oya, kami juga sempat menonton pemutaran video tentang kapal selam disana. 

Pukul 15.10 di kursi-kursi merah, pinggir sungai dekat Monkasel, kami cake mangga yang kami beli tadi. Enak bangeeet paraaah <-- minta Sas latian bikin kue ini. Lalu, kami seperti ditarik magnet untuk main lagi di taman bermainnya Monkasel,hahahaa. Ini Surabaya, kok dimana-mana ada permainanan anak-anak yaa, seru banget!

Haaah, Monkasel selesai. Kami akan menuju tempat singgah terakhir sebelum kembali ke penginapan, yaitu Surabaya Plaza. Jalan-jalan, lihat-lihat, sempat bingun sama bentuk mall ini, hahaha. Beli kue lagi untuk dibawa pulang, beli gelang persahabatan (cieeee...), dan makan malam sampai kembung di Solaria, ini porsinya dimana-mana, selalu yaa...

Setelah mengumpulkan niat, kami akhirnya keluar Surabaya Plaza. Aku mendapai Surabaya sudah berlatar hitam dihiasi kelap kelip lampu jalanan, cantik! Seharian disini, aku rasa Surabaya kota yang rapi. Penduduknya juga ramah-ramah dan ada berbagai tempat lain yang menunggu didatangi di kemudian hari. 

Haaaah~ puaslah sudah hari ini 

Kami sampai di penginapan pukul 19.10 WIB. Kami istirahat sebentar, mandi, dan bersiap-siap menuju stasiun lagi. Kira-kira pukul 20.40 kami check out dan berjalan menuju St. Surabaya Gubeng.

Tadaaaaaa... Kami menemukan stasiun tertutup. Seorang tukang becak menghampiri kami "Mau berangkat dengan kereta ya Neng? Salah stasiun, harusnya ke Gubeng satunya lagi. Naik kereta bisnis kan? Jam 10 kan? Iya harusnya disana."
Lalalalalala, Aku dan Desy hanya senyum-senyum. Kami juga baru tahu kalau St. Gubeng ada dua. Akhirnya, diantar becak Bapak tadi, kami menuju stasiun yang benar.
Dalam hati "untung berangkatnya nggak mepet-mepet jam*.


Sampai! Seperti biasa kereta datang tepat waktu. Kereta bisnis memberikan tempat duduk yang lebih nyaman tentunya dan kami akan tidur, hahahaha. Pukul 22.00 kereta berangkat, kami tertidur. Agak random, tengah malam kami sama-sama bangun dan memilih menikmati pie yang belum kami makan. Enak paraaah!

Sebenarnya mulai malam ini nih, resesi gingiva sudah menunjukkan kehadirannya padaku. Haaaaaah :') hanya saja waktu itu aku belum tahu namanya itu sekeren -resesi gingiva- aku pikir sakit gigi biasa~ 






Appendix


Pukul 04.30 WIB sampailah di St. Banyuwangi Baru. Kami berjalan sedikit untuk mencapai pelabuhan, membeli tiket, dan naik ke kapal. Kira-kira pukul 04.56 kami sudah dapat tempat cantik di atas kapal, yang bisa melihat perubahan warna langit dengan jelas, merasakan angin yang riang berlarian. 

dari WIB berubah jadi WITA

Sekitar pukul 07.00 WITA, kami sampai di Gilimanuk. Haaah, bahagianya merasakan bau-bau Bali *endusendus*.  Kami pun berpisah, Desy menuju Singaraja dan aku menuju Denpasar.

Perjalanan ke Denpasar tak semulus perkiraan ternyata. Sisa tenaga yang sedikit ditambah kehadiran si resesi membuatku tidur dan tidur. Awalnya aku perkiraan pukul 10.00 WITA sampai Terminal Ubung, dijemput Arjun, dan pulang ke rumah. Ternyata di tengah jalan mobil itu mati ~ntah apanya yang kenapa~ jadilah baru sampai pukul 12.00 WITA. Malangnya, ditambah lapar juga. Untung dedek satu ini masih bisa jemput. Aku tahu rumah pasti sepi jam segitu *artinya makanan pun sepi*, jadi aku makan dulu di tempa *terserah Arjun*. Jadilah kita menuju Juice Time dan coba burger barunya yang katanya enak *baru buat kami yang baru pulang lagi, hiks*. Waaah, porsinya super ngenyangin loooh! Enak juga!  Haaaah, perut tenang ~ syalalalala

Sampai di rumah sudah diduga, rumah sepi~

Aku lanjut rapi-rapi bawaan dan beres-beres kamar. Kira-kira setengah jam kemudian Ibu pulang, bantu beres-beres. Yup, pertanyaan pertama "Dewa itu gimana? Ceritanya kalian gimana?" 
Walaupun si resesi gingiva semakin menjadi ngilunya, aku ternyata semangat juga ngegosipin pacar sama Ibu ~




Kecup manja Surabaya, mwwah :*


Putri

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe