Tentang Kemarin

16.43




Akhirnya, kita temukan waktunya...
untuk berdua saja pagi hari sebelum langkah dimulai
Sebelum janji-janji minta dibayar 
Sebelum kelelahan dan akhirnya tidur lagi...

Kita berdua disini, kira-kira punya 20 menit
Kita akan ceritakan apa saja dalam waktu yang seperti itu?
Ini mekanisme top down karena aku sudah siapkan, apa yang akan aku katakan
Bukankah biasanya juga begitu?
Ya, jika kamu hanya kenal lapisan atasku, selai strawberry dan parutan keju
Lapisan atasku...

***

cerita dimulai...

halaman 1: tentang dua kutub rasa

Kondisi ini jadi kembali ke ambang batas wajar kemarin. Ketika mulai mengedarkan mata, lebih memandang satu per satu. Ada deretan alur yang sudah didapat dan tidak akan didapat jika waktu itu ada jawaban -tidak-. Lalu, kenapa mengeluh kemarin saat sudah bilang -iya?- 

Itu dia. 
Ada satu surat yang masuk dan itu jadi kata-kata favorit,"Aku tunggu ketahanan kamu sampai akhir". 

Sampai akhir?
Hei, ternyata kita sudah melangkah cukup jauh. Kita siapkan waktu untuk yang satu ini jauh lebih banyak. Lalu? Apa yang masih dikeluhkan? Sudah keluar dari logika?

Hari kemarin seperti mesin cuci yang memutar-mutar ku di dalamnya, tapi ketika keluar dari dalam, rasanya lebih bersih. Kemarin juga sama. Seperti itu rasanya saat kamu lihat mata-mata berbinar rasa senang, lelah disingkirkan dan senyuman jauh lebih menarik dilihat dan didekati si empunyanya. Kemarin, mereka buat lukisan senyuman itu dan buat kamu menarik untuk diajak bicara, setidaknya mendapat senyuman balik.

Ada dua rasa yang sudah terselesaikan. Katanya, tidak ada yang buruk dari dikotomi ini walaupun tidak juga diwajarkan. Kamu, ya kamu yang menulis! Lihat tiap kata yang sampai padamu. Surat-surat yang ditulis tangan. Ambil pena, siapkan kertas, dan kita tulis sama-sama balasannya. Kamu mau buat mereka bahagia seperti apa mereka membuatmu tersenyum cerah sepanjang hari? 



halaman 2: satu jalan tapi mungkin tak sama rasanya

Sebelum tidur, ada doa yang dipanjatkan untuk setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan. Hmm, mungkin tidak sereligius itu, tapi aku paham kalau cara ini menenangkanku sebelum tidur. Selesai berdoa, sepertinya ada yang harus disamakan aksen-aksen warnanya.

Duduk dan memilih-milih kata, satukan hingga jadi kalimat. Sampai.
Ini bukan tentang membaca pikiran, tapi tentang apa dan bagaimana kamu sampaikan instruksinya dan dia sampaikan ceritanya. Selesai.

Akan terlihat jalannya. Alur dimana benang merah yang katanya harus sambung menyambung sepanjang cerita. Bisa saja, benangnya sama, jalannya sama, tapi rasanya tak sama. Lalu salah? Tidak juga. Hanya kamu perlu kuatkan otot mata untuk fokuskan. Ketika rasanya tidak sama, berarti kamu punya lebih dari satu rasa, bukankah menyenangkan? Hanya, perlu bijak untuk sadar kalau itu disatukan, mungkin tak akan lezat. Jadi, lihat satu per satu, rasakan satu per satu, dan peluklah rasa tenangnya.



halaman 3: yang sempat ditinggalkan

Banyak! Ketika kemarin ditanya, apa yang terlupakan sampai saat ini. Hmm, jawabannya -tidak ada- karena apa yang sudah masuk ke memori sebenarnya tak akan hilang, kecuali kamu retrograde amnesia, Alzheimer, atau serangan para neuron lainnya. 

Ini bukan masalah lupa, bahkan ini persistence -tidak bisa dilupakan-. Sepertinya sudah bertemu waktunya. Waktu untuk kembali pada peta yang dulu sempat disimpan. Semoga tanda merah pada setapaknya tak pudar, tujuan akhirnya pun juga tak pudar. 

Mulai malam ini, sepertinya -bukan! tapi seharusnya- aku sudah bisa kembali, setidaknya melihat peta dulu, menghubungi teman berkelana yang juga sama-sama langkahnya ditinggalkan dulu, dan apapun yang terjadi -kami bertanggung jawab untuk selesaikan alur ceritanya-.


halaman 4: balasan para surat...

Aku akan lanjutkan ini nanti malam karena waktu kita pagi ini sudah habis ternyata.



Salam hangat

segelas cokelat, buku harian, dan bunga-bunga
aku senang kalian temani aku yang menemani pagi bercerita
sampai bertemu saat langit gelap dan bulan bintang jadi pahlawan
aku akan bercerita tentang hari berikutnya dan rasa yang sudah diaduk jadi satu

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe