Starsa

03.20


o r a n g e

Selamat datang the rabbit month - hahaha


***
Lihat.
Sudah banyak yang berubah dalam 31 hari saja. Maret memberi perubahan yang irreversible seseorang yang berarti tak lagi bisa ditemui ketika pulang nanti.
tapi, katanya ia pasti melihat semuanya darisana. Nah, berarti jika aku sampaikan rasa rindu disini, ia pasti bisa tahu - dan menjawab kalau pengatur mimpi mengizinkan.

Maret tahun ini tidak akan terlupakan. Tidak akan. Terutama sisi manis-Nya, saat aku berserah pasrah dan  percayakan pada-Nya untuk bimbing aku di jalan ini.

Maret seperti angin topan penghapus segala rencanatapi Ia tetap disisi sini, di dalam hati, untuk temani berjalan lagi karena tak ada satupun langkah yang boleh terlalu lama berhenti. "Mari buat rencana baru lagi, biar aku temani,"katanya.




***
sebuah cerita singkat untuk April yang pasti manis

"la vita e dolce!"
***

Bintang Hidupku



        Aku selalu bernyanyi, lagu yang kau ciptakan,  kau nyanyikan 

Selalu ada teduh ketika nada-nada itu terdengar. Setiap mataku akan tertutup, selalu terbayang ada suara lembut yang mengantarku tidur. Sampai-sampai, terkadang aku menemukan nada itu keluar dari bibirku sendiri, mengalun begitu saja, dengan lirik yang sama, dengan rasa yang aku pikir sama. Tapi tetap saja, itu nyanyian dari bibirku, bukan darinya. Lelap dalam nada sendiri, tidur dalam damai yang tak tertandingi. Begitulah rasanya saat aku terbawa bayangan tentangnya.

Dan aku selalu ikuti, semua cerita tentangmu, hari-harimu

Pagi datang. Setiap mata aku lihat masih letih membantu kaki memulai langkah. Tentunya kecuali aku karena pagi adalah pertanda kalau aku akan bertemu lagi dengan si pemilik nada lembut itu. Bahagia dan gugup bercampur aduk. Biasanya aku pilih beli segelas kopi untuk netralkan perasaan ini.

Kau, jadi inspirasiku, semangat hidup
Dikala aku sedih, dikala aku senang, 
Disaat sendiri dan kesepian
Tidak jauh dari tempat aku tidur semalam, disanalah aku biasa temui kamu. Di antara para bunga-bunga cantik dan pelanggan yang selalu sengaja bertanya ini itu agar lama bersamamu. Semua jadi semakin indah ketika para pelanggan satu per satu menghilang. Saat itu kamu akan menuju ember-ember bunga, merapikannya. Lalu kamu duduk sebentar, mengambil nafas panjang. Nah, berikutnya adalah saat yang paling aku suka. Kamu akan beranjak ke dalam sebentar, menuju ruangan berdinding kaca yang bisa terlihat dari luar. Saat itu kamu mainkan sebuah nada. Apa pun itu, bagiku selalu terdengar indah. Gesekan biola dan senyum tulusmu adalah satu ramuan yang membuatku berlama-lama disini. Hanya ini bisa membuatku tak sedikitpun mengalihkan perhatian.


Kau bintang di hatiku
Sungguh! Cantiknya bunga-bunga yang kau rapikan setiap hari itu tak akan pernah menandingi cantiknya dirimu untuk aku. Ya, aku yang selalu melihatmu darisini dan begitu bersinar.

Apapun yang kau lakukanBaik dan buruk bagiku tetap indah
Suatu hari kamu pernah didatangi lagi oleh pelanggan. Katanya, bunga yang kemarin dikirimkan tidak sesuai dengan pesanan. Ia marah-marah padamu dan aku pun berpikir, kenapa bisa ada orang yang marah pada wanita seperti kamu. Saat itu kamu hanya menunduk dan berkali-kali meminta maaf padanya. Sudah kuduga, tak akan ada yang bisa berlama-lama marah padamu, ia pergi dan kamu bernafas lega lagi.
Tak satupun alasan untuk melupakanmuMeninggalkanmu
Suatu malam, aku pernah mendapatimu begitu marah padaku. Tidak seperti marah-marah orang lain tentunya. Kamu hanya menatapku dan terdiam. Sebentarnya kamu bicara sedikit dan tak bisa menahan air mata. "Kamu sudah pikirkan alasan ini? Kalau pun sudah kamu pikirkan aku berharap kamu tak katakan, tapi sudahlah. Mungkin aku memang tak pantas lagi jadi yang selalu di sampingmu seperti hari-hari lalu,"katamu. 
Ini pertama kalinya aku lihat kamu menangis dan ini pertama kalinya aku mengatakan hal yang tak sama dengan yang ada di hatiku. Aku ingin bilang padamu bahwa selamanya ini tak akan pernah aku lupakan, tidak sama sekali. Tidak ada alasan untuk itu. Aku hanya tak bisa lagi setelah ini melihatmu menangisi kekakuanku nanti.
Kamu pergi, meninggalkan aku di tepian agak gelap malam ini. Semakin gelap ketika aku mendapati suara isakanmu saat berjalan. Aku tak menengok padamu dan berharap kamu pun juga sama. Satu hal yang harus kamu tahu, aku tak akan pernah melupakanmu apalagi meninggalkanmu.

Aku selalu berdiri mendukungmuDikala engkau terbang, Dikala engkau jatuh
Waktu itu kamu sangat cantik. Aku cepat berlari ke belakang panggung saat kamu selesai memberi hormat pada seluruh penonton yang bertepuk tangan sambil berdiri untukmu. Kau menyapaku dengan manis dan katakan terima kasih sudah jadi yang paling bersinar di antara banyak orang. Padahal, harusnya aku yang bilang itu. Aku bantu kamu bawakan biolamu dan kita berjalan bersama. Katamu, kamu ingin makan wafel.
Semua orang menatap kita. Mungkin bertanya-tanya bagaimana bisa aku bergandengan bersama malaikat cantik ini. Waktu itu kamu juga dirayu-rayu banyak laki-laki dan aku lihat kamu menatapku khawatir. Tenang saja, aku tahu risiko berdiri di samping wanita seindah kamu.
Sampai mati Ku kan tetap setia
Aku janji untuk yang satu ini. Tanpa perlu kamu tahu. Tanpa perlu juga kamu tangisi.


Aku selalu berdiri di belakangmuDi kala kau dipuja, di kala kau dihinaSampai mati, ku kan tetap membela

Disinilah aku sekarang. Menatapmu dari sini, memastikan kamu tak sedih lagi seusai malam itu. Hampir tiga bulan setelah kejadian itu aku lihat wajahmu murung tak seceria dulu. Kamu juga tak lagi memainkan biolamu. 
Perlahan, mungkin bunga-bunga juga membantumu - maaf aku tak bisa membuatmu tertawa tak sopan lagi seperti dulu. Aku terbatas menatapmu darisini saja. 
Di bulan terakhir sebelum aku harus mengembalikan umur ini pada yang memberinya. Aku sudah lihat kamu seindah dulu, bahkan jauh lebih indah dari yang dulu. Aku lega melihatmu berdiri lagi, berdiri indah bersama para bunga. Lalu dengan riang mengambil dan memainkan biola. Kamu sapa sepasang kakek nenek yang lewat di depan tokomu dengan manis. Kamu bagikan permen untuk anak-anak yang memanggil-manggil namamu. Ah! bahkan para bayi pun begitu kalem berada di gendonganmu. Selama ini aku tak salah pilih wanita dan wanita terakhir yang bersamaku memang luar biasa, itu kamu.
Kau tetap bintangku
Ini akan jadi hari terakhir aku duduk disini menatapmu. Nah, tapi aku rasa pergantian bulan ini akan jadi awal dimana kamu dapat berdiri indah lagi. Aku tahu kamu memaafkanku, aku yakin kamu masih seperti malaikat yang akan sedia menolong orang seperti apapun dia pernah menamparmu. 
Seperti apapun akhir dari waktuku, kamu tetap bintangku yang paling bersinar dan membagi dengan tulus sinar itu padaku. Setidaknya aku lega pergi menghadap yang memberi umur karena aku tak salah memilih wanita terakhir, yaitu kamu.
Baik-baik disini, aku akan jaga kamu dari sisi yang lain. Tidak dari bangku ini lagi, tapi dari langit yang katamu tempat kamu ingin terbang melihat indahnya melodi hidup masing-masing orang. Sampai jumpa di keabadian, Starsa.
love
***


Dari sebuah lagu di playlist Putri sore ini
Lagu Ipang - Bintang Hidupku

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe