Untuk yang Ketiga

05.55



Kamu pernah berjalan tanpa tujuan? 
Eh? Bukan!
Kamu punya tujuan, tapi tak tahu mengapa memilih itu jadi tujuan. Kaki melangkah begitu saja mengikuti inginnya tujuan itu untuk didatangi. Lalu, tiba-tiba kamu sudah sampai di sebuah momen yang berbeda dari sebelumnya. Sampai pada tujuannya yang tak juga tahu mengapa memilih itu.

Salah?
Aku rasa tidak juga. Sering kali langkah-langkah seperti itu membawaku pada sebuah suasana dimana aku bebas menjadi aku. Mungkin ini yang disebut oleh  Freud dengan unconscious. Hmm, atau preconscious ya? karena terkadang aku menemukan "alasan"nya ketika aku sudah sampai disana, tidak harus sampai ada analisis mimpi, hahahaha. Apapun itu, aku menikmatinya dan memberikan nama untuknya "riang". Namanya riang.

Lalu...
Pernah merasa tidak bergeser dari titik equlibrium? Tidak ke kanan dan tidak juga ke kiri. Tidak pada kubu depan apalagi belakang, tidak pada kelas bawah dan tidak juga di atas. Pernah? Pernah! Suatu saat pernah merasa benar-benar hanya sepasang kakiku saja yang disana, sisanya kembali ke sumbu-sumbu yang menyebar. Tak apa, tenang saja. Suatu waktu bahkan  lebih sering banyak kaki-kaki yang menuju tengah dan akhirnya kita bercerita, banyak orang. Bahagianya menjadi tempat pulang.

Itulah kisah kasih yang diberikan bulan kasih sayang. 
Untuk yang ketiga, aku menyelipkan harapan untuk membiarkan yang bahagia dinikmati sebagai kebahagiaan lebih banyak hati dan yang menyedihkan supaya dikuatkan untuk ditemukan maknanya.

Aku tahu kamu luar biasa. Hai yang ketiga.




Putri







You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe