Dan Februari pun Berakhir

22.30

Hai bulan penuh kebahagiaan. Dimana jari-jari ini sempat gemetaran menahan dingin, hati ini sempat panas menemui kenyataan, saat kepala ini pusing sebelah, saat berlomba ria yang tercepat menyentuh air pantai, terbang bebas menuju kota lain, bersepeda di pinggir pantai, tak rela lepas pelukan ibu, tak rela lepaskan percakapan dengan ayah, candaan adik, nasehat kakek, serunya makan bersama teman, lalu move on untuk kuliah lagi--- bertugas cerita liburan, bertemu teman baru, menyusun puzzle cerita baru, OH! Memasuki kepala 2 *hahahaha*

---dan warna-warninya pun berakhir saat ini, hari ini. Hari Sabtu.

Malam mingguan? Tentu saja.

Akhir bulan tidak akan aku lewati dengan biasa, ini janjiku untuk 2015. 

Aku membawa buku mengenai perkembangan anak, hmmm awalnya karena aku memilih psikologi untuk jadi teman seumur hidup ini, lalu karena aku tertarik pada perkembangan anak, lalu sebentar lagi materi itu akan dibahas saat kuliah, dan yang terpenting
-- ketika aku membaca buku itu, aku bisa merasakan bagaimana jadi Ibu, bagaimana Ibu berjuang merawat, susahnya, sensitifnya kita saat kecil, mulai belajar bicara dari "haaaa", lalu "ma ma ma ma" dan sampai sekarang sudah presentasi di depan kelas, nakalnya saat masa anak-anak (baru sampai disini aku belajar). 

Ada banyak hal dari pelajaran ini yang membuatku semakin sayang ibu.


----

Terima kasih Ratih, Eva, Nurin, dan Deri yang mengisi hari terakhir di bulan Februari ini.
Menginap di tempat Eva karena pulang kemalaman seusai bertemu teman-teman Sosmas, menyiapkan team building dengan Ratih, naik bikun yang penuh, Nurin datang bertamu, lalu terakhir teruntuk Deri yang jadi orang terakhir yang mengisi momennya, dari terangnya sore sampai gelapnya malam Depok. 


Pizza dan cerita :9, tentu saja human development! yay

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe