Kabar dari Jendela Kiri

20.37


Aku terlambat banguuun. 
TERLAMBAT 4 jam dari rencana (Put??!!!)
Hahahaha, tapi memaafkan diri sendiri lah karena sebentar lagi waktunya pulang.


23 Desember 2014

Pukul 09.40 WIB, barang-barang sudah rapi, kamar sudah bersih, tinggal angkat sprei terakhir. Haaah, duduk sebentar  haha :p


Pukul 10.15 WIB, 
Berangkat lagi bareg Kak Sulfani ke Dunkin Donuts di Gramedia, Margonda. Paket Classics 2 pun menemani kami. Ntahlah, merasa obrolan kali ini "rame rasanya", "nervous, terharu, seneng, sedikit takut" tapi segalanya di awal memang dimulai dari nol bukan? hmmm memulai bersama Kak Sulfani untuk rencana tahun depan memang sangat ... apa ya?  ya lebih dari menyenangkan :'D

Siapa kak Sul?
Kak Sul adalah ketua pokja Children of Heaven F.Psi UI.

Sabar, fans berat Hello Kitty, cantik, ceria, mempesona, sampai terpilihlah kakak satu ini jadi pengajar GUIM 2015, keren kan :D *ngefans* 
Nanti kenalan lebih jauh sama Kak Sul yaa :D

---- sampai jumpa di obrolan dunia maya Kak Sul --- sampai jumpa tahun depan --- :D




PETUALANGAN DIMULAI (lagi)


Masih ingat? Liburan semester lalu, aku melewati perjalanan menyenangkan dengan ke Bali? ada disini buat yang mau baca >> Perjalanan Panjang Menuju Bali

Nah, kali ini Putri nggak sendiri lagi di jalan, hwehwe , tapi ditemenin Desy :D *yay* dan kita akan (eh?) Aku akan mencoba, mencicipi rasanya naik Bus.
Why Put?
Pertama, belum pernah dan mau coba (mau banget)
Kedua, kalo dibandingin sama tiket pesawat, sisa duitnya bolehlah buat jajan di Bali :p


Masih 23 Desember 2014, pukul 13.00 WIB

Aku dan Desy berangkat dari Kost Griya Molar tercinta (eh? kami satu rumah kost loh, *info aja*) setekah berpamitan sama Mbak Yati dan Pak Yanto yang setia menunggui rumah kost ini. Lalu, kami berjalan ke arah Stasiun UI, membeli tiket sampai di Cawang.

13.25 WIB sampailah kita di Stasiun Cawang dan badai datang *Badai* - hujan deras, angin kencang. Aku dan Desy menaiki tangga kehujanan, sampai di halte juga kehujanan,  basah, tas kami basah, payung tidak melindungi lagi karena angin terlalu baik berbagi angin kencang.

Kami menunggu Maya Sari 57 untuk mendekati terminal. Hmmm, lumayan lama dan semakin membuat basah, hahaha tapi kapan lagi bisa kayak gini :3

Akhirnya sekitar pukul 14.10, Si Maya Sari tiba, kamipun naik, dan menuju Rawamangun. Tidak banyak cerita selain mencoba mengatur nafas dan mengeringkan diri, haha.

Sampailah kita di terminal pukul 15.40 WIB. Hmmm ramai, berantakan di pinggir jalan karena terminalnya sedang diperbaiki. Nah, sepertinya bus-nya terlambat, jadi kami yang lapar (belum makan siang :') memutuskan makan dulu.

Pukul 16.00 WIB, Busnya tiba, *yay* Kami pun naik ke dalam, duduk di kursi 3A - 3B yang dipesan sebelumnya dan bersiap memulai hari. Oya, untung saja, masih sempat ganti baju dan rapi-rapi sebelumnya.

Perjalanan dimulai, mulai menggantungkan kabar dari jendela kiri kursi 3A. Selalu baik dan mau berbagi apa yang tengah terjadi di luar.

Macet. Ternyata arah Jakarta - Bekasi dan di Bekasinya sendiri macet. Jadi malam ini sepertinya akan lama. Aku pun tertidur ~ Sssstttt...

Pukul 22.xx WIB, bapak asisten supir membagikan snack. Gils roti rasa keju *bahagia bahagia*


Sekarang sudah berganti hari, 24 Desember 2014

Pukul 00.14 WIB kami berhenti di salah satu tempat makan, lalu kami makan tengah malam :3

habis makan, maka.... ? *ngantuk* dan tidur ~

Aku mencatat beberapa kali aku bangun. Hmmm pukul 02.00, pukul 03.16, tapi jendela kiri masih mengabarkan kalau di luar masih gelap. Jadi, aku tidur lagi :')

Hmmm ... pukul 05.27 WIB 

Matahari terbit dengan cantiknya. Aku coba cari kabar dari jendela kiri, sedang ada dimana kami sekarang? 
Pekalongan, kota batik cantik :')

Perlahan matahari mengubah gelap jadi samar-samar warna kuning, hingga benar-benar terang saat kami berada di Cipiring. Lalu, perjalanan ini masih berlanjut sampai kami tiba di Jepara dan saat tiba di Rembang, kami sarapan sebentar.

Pukul 11.30 WIB, aku mulai bertanya lagi pada jendela kiri tentang keberadaan kami. Ternyata kami sudah sampai di Sarang, Jawa Timur.

Jendela kiri membiru kali ini. Sarang ternyata wilayah pesisir cantik, perahu-perahu berjajar, biru lautnya menyilaukan tapi tak membuat bosan, pasirnya putih, di depan rumah ada ikan-ikan yang dijemur, ada juga jagung yang dijemur di tengah jalan sampai Bus harus bergeser jalur. Ada juga sebuah tempat bertuliskan "Petilasan Wali Songo".

Biru ini masih berlanjut sampai kami tiba di Tambak Boyo, Tuban. Mulai terlihat geliat industri, ada pipa-pipa besra dari darat mencoba menyentuh tengah laut, lalu ada pasar-pasar kecil tersebar, tentu saja banyak ikan.

12.30 WIB, kami berhenti di sebuah tempat makan, Taman Sari.

Perjalanan masih berlanjut, pantai masih berbagi damai, saat aku bangun dari tidur, bus ini sudah dinyanyikan lagu-lagu tembang kenangan. Ibu-ibu di sebelahku menghayati bernyanyi, aku melanjutkan tidur.


13.20  Aku terbangun. Jendela kiri mengabarkan sudah ada tiga kuburan yang aku lewati sampai sekarang.

aku tidur lagi...

14.04 - hujan datang. Aku cari kabar di jendela kiri, katanya ini Lamongan. Kami beristirahat sebentar dan  menikmati wingko babat.

Aku tidak tidur lagi sampai pukul 15.00 WIB, jendela kiri mengabarkan kami sudah sampai Gresik. Sawah luas hijau menemani perjalanan ini.

16.45 WIB - ternyata tanpa sadar aku tertidur. Haah, saat bangun kami sudah memasuki Tol Sidoarjo. Aku juga baru sadar kalau lagu-lagu di bus ini juga berganti, awalnya tembang kenangan yang dinyanyikan perempuan, sekarang laki-laki, hehe

kami melewati sungai-sungai besar, tapi kota ini rapi terlihat dari jendela kiri. Hujan masih rintik-tintik.

17.05 WIB - jendela kiri mengabarkan kami sedang berada di jalan Kejapanan, Gempol, Pasuruan.  
jendela kiri mengabarkan bahwa sore ini, anak-anak sedang riang bermain sepak bola.

17.20 - Aku bertemu kuburan kelima selama perjalanan ini.

Aku baru sadar dari  Jawa Tengah sampai Jawa Timur, ada satu slogan yang sama "Tidak ada yang lebih indah daripada selamat sampai di rumah" -- aku mengangguk setuju.

Lalu...
Cerah harus berganti gelap lagi, kami memasuki Bangil , disini sawah yang hijau terlihat menghitam dibawa perubahan langit.

Ternyata aku terlelap lagi tanpa sengaja dan baru bangun lagi pukul 22.40 WIB.

Aku dibangunkan hujan deras yang suaranya menyentuh jendela kiri. Aku mulai mencari kabar lebih banyak dari jendela kiri. Aku menemui deretan sinar-sinar cerah, panjang membentang, masih ke arah laut. Tidak lama setelah memasang pandangan baik-baik, ada tulisan "Jawa Power". Dari telepon bapak-bapak di sebelah yang mengabarkan pada anaknya, katanya kita ada di "Glenmore".

Aku menikmati perjalanan lagi sampai pukul 21.05 WIB melewati alun-alun Situbondo.

21.17 kami berhenti di sebuah rumah makan, namanya "Bali 2" dan kami makan malam bersama. 

Meregangkan badan dan semakin tak sabar karena akan bertemu pelabuhan sebentar lagi.

Sesaat setelah makan, Bus melaju lebih semangat, tembang kenangan berubah menjadi tembang remaja. Akhirnya aku tahu lagu-lagunya.

Sebentarnya aku diberikan pemandangan kuburan keenam selama perjalanan ini.

Tepat pukul 00.05 WIB aku terbangun, aku kembali minta kabar jendela kiri.

Terlihat jejeran lampion warna-warni cantik, aku pasang mata baik-baik. Cantik...


Tidak lama kemudian, kami sudah sampai di Pelabuhan Banyuwangi. Haaah lagi-lagi aku termakan nostalgia liburan lalu saat begitu lega rasanya sampai di pelabuhan ini. Sebentar lagi akan menyeberangi laut dan tiba di Bali.

---


Sepanjang perjalanan ada cerita-cerita tentang hidup yang aku dan Desy bagi berdua. Haah ini salah satu sesi yang aku suka. Mungkin kalau tidak ada Desy, aku tidak akan naik bus dan menuliskan ini semua. Tidak ada pemandangan apa-apa dari jendela kiri liburan ini. Haaaahh, terima kasih Desy!


---

25 Desember 2014
##

Tentu saja janjiku untuk berkenalan dengan orang baru di setiap perjalanan, masih berlaku :')

Aku baru bisa mewujudkannya saat di atas kapal. 

Aku berdiri menghadap langit yang terbuka luas. Ada bintang-bintang bertebaran cantik, di antaranya ada tiga yang paling terang. Aku tidak paham rasi bintang, tapi yang aku tahu jajaran barisan bintang itu cantik. 

Aku berkenalan dengan Ibu Asih, ia satu bus denganku. Nah, Ibu ini bercerita sedikit-sedikit tentang pengalamannya. Ia akan menyusul suaminya yang bekerja di Denpasar.

Lalu, perkenalan berlanjut ke Kak Ilka, hmmm pada saat menuju Terminal Ubung. Kak Ilka ini ternyata dalam perjalanan dari Bekasi menuju Mataram. Ia dan teman-temannya akan naik Gunung Rinjani (waaaaaaah :') selalu suka dengar cerita tentang gunung! :D)

---

Perjalanan menuju Bali ditutup saat Ayah jemput dan kami makan soto berdua di tempat yang sejak dulu memang kami suka <3

---

suka gambar ini, dari Kak Oka :3




Terima kasih Desy
Terima kasih jendela kiri
dan semuanya yang mengisi hari



{Putri}



You Might Also Like

2 comment

  1. sepenggal cerita tentang kabar dari sang jendela kiri di Maya Sari 57 kursi 3A dan 3B :D

    aku heran, putri memang kuat mengingat :D ?
    ada banyak sekali nama daerah yang km ingat selama perjalanan,
    termasuk enam kuburan serta:
    "Aku baru sadar dari Jawa Tengah sampai Jawa Timur, ada satu slogan yang sama "Tidak ada yang lebih indah daripada selamat sampai di rumah" -- aku mengangguk setuju."

    dan bolehkah aku mengikuti jejakmu, tentang:
    "Tentu saja janjiku untuk berkenalan dengan orang baru di setiap perjalanan, masih berlaku :')" - sepertinya itu akan sangat menyenangkan :"D

    dan coba ceritakan tentang tempat yang sepertinya menyenangkan ini:
    "Perjalanan menuju Bali ditutup saat Ayah jemput dan kami makan soto berdua di tempat yang sejak dulu memang kami suka <3"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak, maya sari itu bus dari Cawang ke Rawamangun. Nah, buat yg ke Bali, kursi 3A 3B itu beda bus hehe. Lalu, buat ingatan, hmm kalo apa yg aku rasain, aku inget sih kak tp jam sama nama tmpat, itu aku catet di notes, hehe.. waah okey, kapan2 aku cerita ttg itu yaa, hehe

      Hapus

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe