Untuk Seorang Sahabat Istimewa

01.15

Aku punya cerita untuk kamu, tentang seorang sahabat yang sangat baik dan ingin aku peluk saat ini juga :')

Aku berhasil dibuat merasa -ada- waktu masuk ke aula untuk mengikuti salah satu mata kuliah. Dia panggil namaku dan memberi isyarat bahwa dia sudah menyediakan tempat duduk di sebelahnya untukku.  Hmm, waktu itu rasanya senang sekali ya karena itu pertama kalinya ada yang menyiapkan tempat duduk di sebelahnya untuk aku.

Sambil menunggu dosen datang, aku main candy crash dengannya, hahahaha. Cerita-cerita sedikit. Nah, aku mengenalnya sebagai teman yang baik, cerdas, mau belajar dan berusaha. Namun, sejak kelas itu selesai, aku jadi merasa sangat berterima kasih, karena sudah berhasil membuat aku merasa -ada- di kelas sebesar itu.

Sejak saat itu, aku jadi merasa dia salah satu orang yang bisa aku percaya. Yup, kami sering belajar PIO sama-sama, menghabiskan waktu sampai kelas berikutnya, ke perpustakaan, dan masih banyak lagi lainnya. Hmm, sayangnya memang tidak semua mata kuliah di semester ini, aku ada di kelas yang sama dengan dia.

Sampai pada Kamis kemarin...

Harusnya kami sekelas membahas kasus Psikoanalisis, Freud. Sebelumnya, kami sudah sempat bercerita-cerita tentang apa maunya Freud sebenarnya, hahaha. Namun, di kelas itu, aku tidak bertemu dengannya, padahal aku berharap bisa belajar tentang materi menantang ini dengan dia, membahas kasus dari sudut pandang "terserah kita", hahaha

Tidak cukup peka, aku pikir, Dia sedang ada urusan lain atau paling pait telat bangun (tapi mustahil untuk orang serajin itu) makanya dia tidak masuk kelas.

Jumat...
Aku sampai lagi di kelas besar. Minggu sebelumnya aku  terlambat datang (hhahaha -_-), jadi kami tidak duduk bersebelahan, tapi aku masih melihatnya. Namanya ada di deretan mahasiswa yang dapat nilai baik di mata kuliah ini, yuhuuu...

Sayangnya, jumat kemarin...
Aku tidak datang terlambat, tapi aku tidak lihat dia. Aku masih berpikir, mungkin dia masih ada urusan, mungkin pulang kampung sebentar, mungkin ini dan itu... Namun, aku semakin bertanya-tanya.

Hari ini...
Aku pulang, duduk sehabis mandi, dna rapi-rapi kamar.
Ada kabar bahwa Ibundanya berpulang.
Aku memang belum pernah dengar cerita tentang bundanya, tapi aku yakin Dia pasti sangat sayang.
Sahabat yang sederhana dan bersemangat ini sedang mendapat pelajaran baru dari-Nya.

Aku berkali-kali bilang pada Tuhan,"Aku yakin Dia kuat, tapi aku mohon beri Dia kekuatan lebih besar lagi untuk jadi ceria dan bersemangat. Dia sangat baik dan buat aku merasa -ada-, itu sangat berharga. Walaupun akhirnya aku hanya bisa berkirim pesan dan doa ini untuknya."



Dil, lihat deh! Buku itu aku dapat hari Jumat dari dosen. Sesuai janji, mahasiswa yang dapat nilai di atas 90 saat UTS dapat buku. Nah, aku ambil buku Queen of Dreams, siapa tahu bisa buat mimpi-mimpi kita yang kadang sebegitu -abstraknya- bisa jadi nyata, sebegitu -nyatanya-
Kita baca sama-sama ya :D Ini pasti juga berkat duduk di sebelah kamu , belajar sama-sama, termasuk rilex main candy crush!

Ditunggu kembali untuk bercerita lagi :')




Putri untuk Adilla


You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe