Seberapa Tidak Penting?

09.26

katanya kalau ada hal yang penting bagi satu orang, belum tentu penting juga bagi orang lain,
hmm, seberapa tidak penting?
atau tetap penting tapi kadarnya saja yang berbeda?


aku harap yang kedua

---

Baru saja, tadi sore, aku mendapatkan satu surat cantik ditambah permen merah muda. Ditulis dengan tulisan tangan sendiri di atas post it warna pink yang beralaskan kertas putih polos, cantik. Surat itu diberikan langsung untukku, jadi istimewa.

Setelah membaca isinya, aku jadi ingat kejadian semalam. Waktu itu aku juga menuliskan dengan makna yang sama di antara remang-remang cahaya. Hmm... pupil mata sudah berakomodasi maksimal rasanya saat itu, selain karena mengantuk juga. Lalu, aku berikan langsung, sama seperti surat yang langsung diberikan padaku hari ini, tapi katanya "tidak penting". Mungkin bercanda, tapi itu membuat kotak ceritaku terbuka.

Waktu itu aku hanya tertawa-tawa kecil tersadar bahwa aku mudah sekali merasa senang oleh hal-hal yang bahkan menurut orang -tidak penting- Lalu, aku coba tanya lagi ke dalam sini,"Memangnya seberapa tidak penting?" 

Seberapa yakin kamu tidak akan kesepian dan merindukan hal-hal sederhana yang awalnya terpikir bahwa itu tidak penting.

---

Aku juga pernah salah suatu hari. Waktu itu ada yang  menggedor pintu gerbang rumahku, waktu itu aku tidak ada di rumah. Kata Ibu, dia titipkan sesuatu dan sempat menunggu beberapa lama. Ibu mengirimkan pesan singkat padaku dan mengatakan "Dik, ada yang tunggu di rumah ini. Bisa lebih cepat pulang?" Aku jawab dengan ringan "Minta tolong titip Ibu dulu saja ya, sampaikan terima kasih. Hmm.. ada yang lebih penting, sedang aku selesaikan."
Ibu membalas pesan singkat itu dengan emot smile ":)"

...Lalu sampai di rumah, pertanyaan sambutan adalah "Seberapa tidak penting dik, orang yang sudah jauh-jauh, malam-malam, capek-capek, menyempatkan datang kemari untuk bertemu?"
...

Pasti sudah dapat dipikirkan, yang aku lakukan adalah bengong, lalu berlambat-lambat taruh tas, dan mendekati Ibu.
"Bu, tadi dititipkan apa?" tanyaku.
"Sesuatu yang menurut Ibu penting, tapi tidak lebih penting daripada waktu yang sudah dia beri untuk datang Dik."

--- diam lagi ---

"Mungkin nanti kamu akan tanya-tanya sendiri kalau tiba-tiba nggak ada lagi yang datang ke rumah buat sekadar nemuin kamu, nganterin titipan kamu, nanya kabar, dan hal-hal yang tidak lebih penting dari yang kamu kerjakan tadi"

---masih diam---

"Ibu, aku telepon dia sekarang ya, aku minta maaf sekarang," akhirnya suaraku keluar.

dan di ujung telepon disana, orang itu menjawab dengan ceria "Nggak papa Put, nggak papa. Makasi ya sudah telepon"

---

Tentu saja ini penting. Pelajaran penting untuk tidak sesegera itu melabel sesuatu -lebih penting- atau -tidak lebih penting-.

---

Makanya kemarin saat ada kata-kata "tidak penting" dikeluarkan, aku kembali bertanya pada kotak cerita yang terbuka otomatis...
"Memangnya seberapa tidak penting?" 
Seberapa yakin kamu tidak akan kesepian dan merindukan hal-hal sederhana yang awalnya terpikir bahwa itu tidak penting.

---

Sekecil apapun, selama ada usaha untuk melakukannya, tidak berserah dan diam saja, menurutku itu hal penting.
waktu, kasih sayang, rasa nyaman, tulisan-tulisan penyemangat, genggaman tangan, bahkan tepukan di bahu untuk menguatkan, itu penting dan akan sangat terasa ketika kamu merindukannya suatu hari nanti...




Putri





You Might Also Like

2 comment

  1. mungkin sama halnya dengan gelap yang mungkin sebenarnya tidak ada :D cahaya tidak pernah tiada, hanya intensitasnya yang berbeda #katanyasihgitu:D
    #inisebenarnyaakubilangapa(T.T)

    BalasHapus

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe