Apa Bedanya Kita?

09.57

Pernah satu kali aku lewat dalam keadaan setengah basah di depan para pencuri malang, ternyata aku baru paham bahwa yang selama itu terkesan tidak berkaitan, tentang cerita-crita yang lepas satu dengan yang lain, ternyata semuanya hanya tentang persona.


---


Pada satu keadaan, Rana jadi penonton pasif yang sedang duduk diam di kursi merah. Di depannya ada panggung besar dimana sekelompok orang menari-nari, mencoba menyelesaikan alunan musik, menyesuaikan dengan gerakan kaki, dan yang terpenting mencoba sama seperti Rana.

Dulu, Rana merasa tetap jadi Rana dan tidak ada Rana kedua apalagi ketiga, sekarang di depan panggung sana ada Rana kedua, ketiga, keempat, hingga kesekian. Batinnya jadi pilu mengapa terlalu banyak Rana saat itu, terlalu banyak dirinya di depan panggung. Mengapa mereka mencoba-coba untuk jadi dia? 

"Mereka dibayar berapa untuk ini semua?" kata Rana dalam hati.

Tio ada disana. Di dekat tempat duduk Rana. Sepertinya ia juga merasakan hal yang sama seperti Rana. Terlalu banyak Rana saat ini dan semuanya sedang memenuhi panggung. Tio sempat memutar badan menghadap Rana mencoba mengatakan melalui matanya bahwa semua akan baik-baik saja. 

Oh Rana...

Pertunjukan selesai, lampu panggung padam, lampu penonton menyala. Satu per satu meninggalkan tempat duduknya hingga beberapa yang tersisa untuk mengemasi barang-barang. Rana masih mengatur nafas, tepatnya mencoba bernafas.

Tio sudah duduk di sebelah Rana. Sudah saatnya membawa tuan putri ini kembali ke kerajaan kenyataan. Rana tak banyak bicara, ia biarkan tangannya digenggam Tio dan dibawa menjauhi kursi penonton yang sudah sangat lengang itu.

"Na, kamu jangan pikirkan. Mereka itu..."

"Semacam artificial intellegence? Hahaha, luar biasa hidup ini ya Yo."

"Have a coffee time?"

"Let me take a rest as soon as you can."


---

Mereka pulang. Sama-sama menuju ruang dimana keduanya bisa jujur tanpa perlu takut ketahuan. Yang satu suka lampu dimatikan, yang satu takut kegelapan. 

Mereka akan bertemu lagi sampai nanti saat Tio bisa menjelaskan mengapa ada banyak Rana di atas panggung tadi. 

---





~akan berlanjut jika perlu dilanjutkan~

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe