TIGA Menit Sebelum Tidur Siang

23.31

Dear dinding surat, sepertinya semakin lama semakin banyak surat-surat disini ya, tapi aku yakin kamu selalu punya tempat untuk menyimpannya 0:)

---

Tiba-tiba aku ingin bercerita tentang TIGA.
Singkat saja, hanya tiga menit menulis surat untukmu dan tidak lebih dari tiga menit untuk dibaca.

Aku akan mulai dari tiga hari sebelum aku kembali ke kampus untuk kuliah. Waktu itu langit agak mendung, aku ada di kerumuman orang-orang yang sangat bahagia karena telah dinyatakan lulus. Duduk bertiga dengan dua temanku yang lain. Ntahlah, kenapa aku tiba-tiba membeli tiga mawar merah. Padahal, aku tidak terlalu suka.

Three Roses Free Wallpaper ~ Crazy WallpapersMulanya aku berpikir karena aku ingat kamu yang pernah memberi mawar waktu itu. Tapi, aku tidak suka mawar bukan karena kamu pernah beri aku mawar, bahkan saat kamu berikan aku para mawar , aku kaget kenapa bunga itu yang kamu pilih. Hanya saja aku terima dan mencari-cari waktu lain untuk bilang, "sebaiknya kamu pilih bunga lain". Kabar baiknya, setelah itu kamu tidak lagi memilih para mawar untukku. 

Aku berikan tiga mawar kepada tiga orang yang sedang berbahagia waktu itu. Ternyata ketika tiga mawar berpindah tangan ke tiga orang lainnya, rasanya lebih lega.

Tiba-tiba hujan semakin deras, aku berjalan menyusuri jalan yang sebenarnya gelap, tetapi masih ada cahaya lampu mobil yang seliweran.

Lalu, aku lapar. Memilih duduk di dagang bubur ayam yang aku suka. Akhirnya, aku menemukan lapaknya terbuka lagi. Selama ini setiap kali aku lewat, abangnya selalu tutup atau belum buka. Ada tiga pelanggan lain yang datang tidak lama setelah aku mendapat semangkuk bubur. 

Tiga orang itu memperhatikanku sampai aku tersadar sedang diperhatikan. Kamu mungkin tahu kalau rasanya aneh dan tidak enak? Tidak berani bertanya, tidak juga melakukan apapun yang mencurigakan, hanya menikmati semangkuk bubur dengan beberapa tusuk sate. Bahagia itu sederhana.

Sampai akhirnya, tiga orang tadi lebih dulu selesai makan daripada aku, lebih dulu membayar, dan pergi ke tempat lain, oya, mereka bukan segerombol orang yang saling kenal, hanya kebetulan sama-sama makan bubur.  


333

Kemarin, dua hari sebelum aku kuliah lagi, aku ada di dalam kamar seharian, setelah pagi menyetrika baju-baju selesai dijemur. Sudah rapi dan bahagia di dalam kamar.

Kamu tahu seharian apa yang aku lakukan? Menulis sebuah tulisan yang sejak awal pemberitahuannya sudah aku banned untuk dipikirkan. Ternyata diriku sendiri bisa membuat kejutan juga untuk aku. Kejutan yang menyenangkan tiga jam sebelum hari berganti. Aku menyelesaikan dan mengirimkan, ntah apa tanggapan si pembaca nanti. 

333

Pagi ini pertama kalinya aku jogging pagi di tempat itu, biasanya aku datang sore hari. Matahari ramah membagi sinar kemana-mana, terserah si matahari, tetapi banyak orang yang menikmatinya. Ternyata pagi lebih ramai daripada sore. Aku berjalan sebentar sebelum berlari lagi. 

Manis. Aku mengamati banyak bapak-bapak yang lucu sekali bermain dengan anak-anaknya. Satu bapak, tiga anak yang bermain benteng, bapak-bapak yang diminta anak perempuan kecilnya untuk tutup mata dan menemukansi kecil, bapak-bapak yang menjawab "banyak" pertanyaan anak yang digendongnya, bapak yang lagi selfie sama anak-istrinya, dan banyak lagi. 

----


Moon

Semakin lama, semuanya kembali ke tempatnya. Aku pun mengembalikan dia ke tempatnya, tapi semoga saja benar-benar kembali, sama ketika aku tidak paham dia siapa.

***

Tiga panggilan masuk sebelumnya aku abaikan, sampai pada panggilan keempat. Baiklah, akan aku angkat, akan aku jawa pertanyaannya dengan jawaban yang paling aku pahami, apapun yang membuat sambungan cepat selesai.  Aku takut, bagiku "kesan" itu sudah lama tidak bernyawa, dan sekarang tiba-tiba suara mengabarkan dia ada lagi, siapa yang tidak takut pada hantu gentayangan dari sebuah "kesan" yang sudah lama aku matikan? Semoga arwah gentayangan kesan itu bisa kembali kemana pun yang seharusnya, bukan kemanapun keinginannya untuk bermain. 


Winter

333

Seperti kataku sebelumnya, akan banyak yang kembali akhir-akhir ini. Aku sudah paham seperti apa rasanya. Kira-kira sudah tiga kali aku kebagian akhir cerita yang seperti ini. Memang teori dari Maslow itu benar adanya. Aku akan memahaminya sebagai latihan untuk ke tingkat berikutnya. 


333


Lebih dari tiga kali juga aku diajarkan bagaimana menjaga kepercayaan, bagaimana diabaikan ketika sudah percaya, dan bagaimana memasang respons yang tepat ketika rasanya meluap-luap dan ingin hirup lalu buang nafas berkali-kali. Bagaimana cara mengatakan di depan cermin pada bayangannya bahwa hasil tidak akan menghianati proses. Hakuna Matata!


333


Suatu ketika, seseorang tidak sedang bicara padaku, tetapi suaranya terdengar olehku. Katanya,"Sejahat apapun orang, tidak usah dibalas hal yang sama, jika kamu balas dengan cara yang jahat juga, apa bedanya kamu dengan dia? Kalau kamu memberikan tindakan yang baik setelah dia mengotori tangannya untuk jahat padamu, kamu bukan hanya membuatnya heran, kamu juga bisa membuatnya terkesan."

Kalimat itu selalu terdengar dan jadi pengingat untuk suatu waktu ketika hirup dan buang nafas panjang tak lagi bisa menekan rasa-rasa dalam diri. 


333



℘retty ℛosetta | via Tumblr




Mari tidur siang,


Putri



You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe