Cintanya Sampai Mati

06.56

Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali. Kami pernah satu mobil, kami pernah bercanda dan berbagi resah, kami pernah bicarakan tentang masa lalu dan masa depan. Tidak banyak orang yang betah dengannya. Bahkan, setiap kali ada yang ingin menyampaikan sesuatu kepadanya, mereka minta tolong aku. 

---

Ntahlah, apa mungkin hanya sisi 2 bata jelek yang mereka lihat menutupi 98 bata baik dari 100 bata yang kamu punya? Mungkin saja ya. Sayangnya  sekarang  kita tidak bisa lagi berbagi kata-kata. Sampai nanti mungkin aku akan menemuimu  ketika nafas tidak ada lagi.

Beberapa waktu yang lalu adalah ulang tahunmu. Aku ucapkan 'selamat' suatu pagi ketika selesai berdoa di depan dupa. Aku lihat-lihat lagi foto-foto kita yang tidak banyak, hanya empat rasanya. Aku tahu akan ada orang-orang spesial yang akan merayakan ulang tahunmu. Termasuk yang memberimu cinta walaupun nafasmu sudah hilang.

Aku belajar tentang jarak jauh dari cinta, ahahaha. Apa ada yang bisa menandingi jarak dunia dan akhirat? Mungkin di mataku sekarang jarak itu yang paling jauh. Namun, aku masih melihat ketulusan dan ketelatenannya menjaga cintamu yang sisa kenangan di dunia ini. Berarti? bukan masalah ketika jarak-jarak lain memisahkan sepasang hati. Syaratnya, masih seputar ketulusan. Seperti dia mencintai kamu yang sedang merajut di surga. Hei, masihkah kamu suka merajut?

Aku terkejut ketika tahu ia merayakan ulang tahunmu. Bukan hanya ke makammu sendirian atau menepuk tangan di depan kue tart sendirian, tapi dia mengundang banyak orang untuk mendoakanmu. Dia mengundang banyak orang untuk melihat besarnya cinta untukmu. Orang-orang datang, membawa bingkisan untukmu. Apa kamu lihat darisana? Pasti iya. Aku tidak bisa ikut datang, aku tidak sedang di pulau cantik itu sekarang. Dimana kita bertemu dulu.

Aku melihat beberapa foto perayaan ulang tahunmu. Ia dengan telaten mengabadikan ucapan orang-orang untukmu. Ia juga ke gereja untuk mendoakanmu di hari spesial itu. Walaupun nafasmu hilang, cintanya kepadamu masih kaku, tak tersentuh debu. 

Kadang aku ingin bicara padanya. Bertanya pada pasanganmu, pengawet macam apa yang digunakan untuk menahan rasa rindu kepadamu. Bahkan aku, yang mungkin hanya teman biasamu, kadang tenggelam dalam sedih ketika aku menemukan kepingan gambar kita dimana pun itu. 

Bagaimana dia membungkus cinta untukmu? Bisakah aku tahu? Agar nanti begitu pula aku bungkus cintaku untuk seseorang yang sekarang aku tidak tahu siapa, Eh? Dua hari semenjak kamu hilang dari dunia, hari itu pula aku hilang dari daftar orang punya pacar, hahaha.

Aku tidak akan bilang kamu beruntung, dia beruntung, atau aku yang beruntung karena tahu tentang cinta kalian. Inilah jalan kita. Jalan ketika kamu dan dia tunjukkan bahwa cinta itu ada, cinta itu setia, cinta itu tak lihat hal lain selain cintanya, tapi cinta itu tidak menutup mata, cinta itu bisa sama-sama memperbaiki, seperti ketika kamu ceritakan saat kalian harus berkali-kali pindah rumah untuk menemukan tempat nyaman untuk berdua. Eh? bertiga, satu lagi anakmu yang lucu itu.

Tiba-tiba aku merindukanmu. Hmm~ tapi aku bahagia dia mencintaimu sampai sekarang. Aku juga bahagia tahu bahwa cinta itu bisa sampai mati. 




Putri


You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe