Minggu Pertama di Bali

09.53

1 Juli 2014

I’m in Bali!
Sampai!

Aku sampai sekitar pukul dua pagi. Aku langsung mandi dan beres-beres barang bawaan. Aku sempat bercakap-cakap sebentar dengan Ayah dan kakek tentang perjalanan yang baru saja aku lalui. Hanya sedikit sih ya. Lalu, aku menghubungi kak Rizqi untuk memastikan teman-teman dari Andalas sudah sampai di tujuan.
Nice... Mari tidur.


Aku dibangunkan aroma sedap masakan Ibu. Kira-kira pukul 13.00 WITA. Aku masih bingung waktu lihat jam 1.13 p.m. Ternyata aku tidur cukup lama. Aku memilih mandi lagi, supaya badan segar. Haaaah! Lalu beres-beres kamar yang akan aku tempati lebih dari sebulan ke depan. Masih kamarku yang lama.
Ibu datang ke kamar dan mengajak makan. Yup! Perutku juga sudah lapar. Jadi, setelah selesai beres-beres, aku langsung ke dapur.
Malam datang. Aku ada janji dengan Eva untuk membicarakan kegiatan Bazar. Eva datang ke rumah dan kami berdua pergi sebentar mencari tempat diskusi. Kami berhenti di tempat makan dekat rumah. Mari bicara.
Selesai hari ini. Mari istirahat.

***


2 Juli 2014

Hari ini aku ada janji untuk bertemu manajer-nya rumah makan Cabe Gebug, masih dalam rangka bazar. Kira-kira pukul 11.45 WITA aku sampai disana. Setelah lama berdiskusi. Sepertinya kami harus mencari rumah makan yang lain.
Tidak banyak yang aku lakukan hari ini.

***


3 Juli 2014

Aku, Chyntia, Awik, dan Ardi memulai perjalanan sekitar pukul 12.30 WITA. Kami akan survei tempat bazar di sekitar daerah Renon. Sepertinya kami menemukan tempat yang kami cari, Bumbu Desa!
Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk mencari tempat. Kami memutuskan untuk istirahat sambil makan. Hari ini badanku mulai aneh rasanya, sepertinya sebentar lagi akan sakit. Kami duduk di Bakso Keju, Jl. Gn. Rinjani. Aku tidak makan berat karena tidak ingin makan. Aku pergi ke Nice Ice, seperti biasa Poppy Straw Keju!
Aku kembali ke kursi Bakso Keju dan melanjutkan ngobrol. Sekitar pukul 16.00 WITA, aku kembali ke rumah. Sore sampai malamnya, aku datang ke acara pernikahan teman.

Apa yang istimewa hari ini?

            Aku menghabiskan waktu bersama Ibu sangat lama untuk berbagi cerita. Sampai-sampai kami baru tidur pukul 2.00 WITA, padahal kami harus pergi ke Karangasem pukul 07.00 WITA.

***


4 Juli 2014

Hari ini aku terlambat bangun. Ibu yang bangunkan aku untuk siap-siap.
Sekitar pukul 07.00, kami berdua sampai di rumah Bibi di daerah Sudirman. Kami bersama-sama akan pergi ke kampung, Karangasem Antiga. Ini pertama kalinya membonceng Ibu sejauh itu.
Kami sampai di rumah Karangasem. Diam sebentar saja lalu berangkat kembali ke kuburan. Hari ini dimulai rangkaian Upacara Ngaben. Kami akan sembahyang di Pura Prajapati. Sambil menunggu saudara-saudara yang lain sampai di kuburan, Ibu mengajakku untuk “munjung” ke makan Nenek, paman, dan saudara-saudara yang lain. Lama sekali aku tidak kemari.
Sekitar pukul 12.30 persembahyangan dimulai. Area kuburan ini jadi ramai, penuh dengan masyarakat yang akan sembahyang. Aku juga bertemu saudara-saudara yang sudah lama tidak aku temui.


***


5 Juli 2014

Aku dan Ibu memasak bersama, hehe. Kami membuat pisang goreng dan nasi goreng. Ada adik juga yang ikut. Yay!

***


6 Juli 2014

Pagi-pagi sekali, aku dan Ibu kembali berangkat ke Karangasem. Kami akan sembahyang lagi. Kira-kira pukul 08.30, kami sampai di Karangasem.
Lagi-lagi karena aku bangun terlambat, kami juga terlambat sampai disana. Ibu langsung mengajakku ke Warung. Awalnya aku pikir, warung adalah tempat yang menjual sesuatu untuk dibeli. Hahaha, ternyata aku salah. Warung versi disini adalah tempat berkumpul, rapat, sembahyang, mengumpulkan sumbangan, dan lain-lain. Ada bangunan yang cukup luas untuk menampung warga disini.
Ibu mengenalkan aku pada teman-teman kecilnya yang datang kesana. Keakraban sangat terlihat. Aku senang dikenalkan. Selain itu, aku bertemu dengan dua teman SD-ku di Warung, namanya Lovina dan Widiasih. Waaaah! :D
Sayangnya, ada sesuatu yang menyedihkan terjadi hari ini. Hand phone-ku hilang! Aku sempat panik, bahkan menangis karena banyak hal penting ada disana, aku juga kumpulkan uang sendiri loh untuk beli hand-phone itu, tapi tiba-tiba hilang. Rasanya, sedih banget.
Saat itu kondisi tubuhku memang tidak sedang mendukung. Aku pusing, mual, ditambah sedih gara-gara HP hilang, jadi aku bilang Ibu kalau aku mau pulang saja. Padahal, acara belum selesai.
”Maaf ya Bu, anakmu ini ....”
Malamnya, aku banyak menghabiskan waktu di kamar saja. Haaah!

***


7 Juli 2014

Paginya, aku pergi ke XL Centre ditemani Ibu. Untung ada satu hand phone lagi di rumah yang bisa aku pakai. Walaupun, masih belum bisa nih menggantikan hand phone kesayanganku itu. Aku dapatkan kembali nomor Hpku, tetapi aku kehilangan semua kontak yang aku simpan. Huhuhu...
Sorenya, kami (aku, ibu, ayah, dan adik) pergi ke Karangasem lagi. Hari ini dan besok adalah acara puncak Upacara Ngaben.
Kira-kira pukul 23.00 WITA kami bersama-sama jalan ke kuburan. Kedengarannya seram, aku pun awalnya sempat bertanya,”Sekarang? Ke kuburan?”

Namun, disana sudah ada banyak orang ternyata. Ramai! Kuburannya ramai! Agenda kali ini adalah “ngangkit tulang”, yaitu menggali kuburan untuk mengangkat tulangnya yang akan dibakar. Sebelum acara dimulai, kami diberikan tontonan Joged (di tengah kuburan). Riuh penonton yang terhibur sangat terasa. Bahkan joget ini dihentikan secara paksa oleh pecalang setempat.


--masih bersambung--

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe