Minggu Ketiga di Bali

09.07

15 Juli 2014

Hari ini cukup padat karena aku banyak belajar. Sangat banyak!

a)     Pukul 13.00 WITA
Di sebuah tempat makan, aku dan panitia Bazar berkumpul. Terharu juga karena teman-teman yang rumahnya “sangat jauh” bersedia untuk hadir. Ada banyak agenda yang dibahas hari ini dan beberapanya memang jadi bahan pikiranku secara pribadi sejak hari-hari sebelumnya. Seperti mengisi lubang-lubang yang kosong, kami coba tangani dan membuat kesepakatan agar segalanya berlangsung dengan lebih baik. Aku senang punya teman-teman yang partisipatif. Kira-kira pukul 15.30 rapatnya selesai. Semoga segalanya bisa jadi lebih baik, lebih lancar. Pastinya, semuanya dimulai dari diri sendiri.

b)     Kira-kira pukul 17.00 WITA, Diah datang ke tempat makan itu. Nah, Diah (lengkapnya Ni Made Diah Cahaya Putri) adalah sahabatku sejak SMP. Jeng jeng jeng... Hari ini adalah hari ulang tahunnya Diah. Happy Birthday Diah!
Aku memberikan hadiah yang aku siapkan sejak lama. Hadiah ini jadi satu alasan aku ke Jogja tempo hari, Hehe. Oya, Diah traktir aku es krim loh hari ini. Thank you! Kami melanjutkan obrolan sambil pergi ke salah satu toko buku dan tempat makan steak yang kami sering pilih untuk makan sambil mengobrol. Oya, aku juga dapat sweater lucu bergambar banyak strawberry dari Diah. Seneng banget! {}




Harus tunggu liburan untuk ketemu sahabat itu rasanya lebih numpuk-numpuk ceritanya.  See you Diah!

c)      Agak antimainstream memang kalau kamu berangkat ke tempat teman pukul 22.30 WITA. Namun, selama Ibu mengizinkan, artinya jalan terus, Hahaha. Setelah sampai rumah diantar Diah, aku duduk sebentar menunggu motor, lalu izin ke rumah Angie. Nah, Angie juga sahabatku, sejak SMA. Kami pernah sama-sama menjadi panitia di sebuah ekskul di sekolah, KISS~1! Aku terkesan tergesa-gesa menemuinya karena tanggal 18 nanti, ia akan kembali ke Singapore untuk kuliah. Haaa~ kami punya beberapa hari saja.

Sampai di rumah Angie, kami langsung berpelukan, haha. Kami ngobrol banyak tentang kuliah dan pengalaman masing-masing (maklum >> sahabat, perempuan, rindu setahun, hahaha). Angie juga berbagi coklat. Yah, Angie punya banyak coklat di rumahnya. Kira-kira pukul 2.00 WITA, kami tidur. Zzz



***
16 Juli 2014

BANGUN! BANGUN! BANGUN!

Sejak kemarin, aku dan Angie memang berencana ke pantai. Yap! Kami bangun sekitar pukul 7.00 WITA dan bersiap-siap ke pantai. Dengan motor Angie, kami berdua ke pantai. Haaaah, bau pantainya, sukaaa!
Saat kami datang, pantainya sedang surut. Aku sampai bisa berjalan sangat ke tengah dan airnya tidak terlalu tinggi. Setelah bermain air, berfoto-foto, kami memutuskan untuk duduk di atas pasir lembut Pantai Sanur. Senang sekali!





Pagi di pantai saat itu masih tenang. Kami membiarkan matahari berbagi hangat dengan kulit kami. Ada percakapan kecil tentang kenangan dan keinginan juga.
Beberapa saat kemudian, kami memutuskan untuk sarapan. Kalau pagi ke pantai Sanur, identik lah dengan Nasi Weti. Kami berjalan mendekati warung sederhana yang sudah hampir penuh pelanggan ini. Yes! Kami dapat tempat duduk. Dua porsi sudah dipesan ditambah teh manis hangat. Nikmatnya sarapan di pinggir pantai!
Setelah selesai, kami memutuskan untuk kembali. Namun, Angie minta mampir ke c K karena dulu kami sering kesana selepas sepedaan pagi (sebenarnya, ingin melepas kangen, haha).





a)     Pukul 11.00 WITA

Aku sampai di salah satu tempat makan. Masih sama, untuk meneruskan kerjaan bazar. Semangat! Semakin bahagia karena adik-adik maba juga bersedia datang untuk membantu.

b)     Pekerjaan selesai sekitar pukul 16.00 WITA.
Setelah sempat berkeliling Gramedia dengan Chyntia, sebentar saja, kami memutuskan untuk kembali. Aku pulang sebentar.

c)      Pukul 18.00 WITA, sampai lagi di rumah Angie
Hug! Disana ada Aya, sahabatku sejak SMA juga. Selain itu ada Eva juga. Haaa, akhirnya bisa bertemu Aya, sama kangennya sama Angie karena Aya kuliah di luar negeri dan harus tunggu liburan baru bisa bertemu. Kami menghabiskan waktu dengan menonton reality show Korea “Happy Together”. Sebenarnya aku masih tidak paham dengan segala macam artis Korea dan lain-lainnya, jadi aku mendengarkan mereka bertiga berkomentar dan coba mengerti isi reality show yang sedang membahas –anak kembar- ini, hehe.

Waktunya makan malam. Kami berempat tidak keluar, hehe karena sudah membeli beberapa menu Hoka-hoka Bento untuk dibagi bersama. Selamat makan!

Kami masih lanjut mengobrol sebelum waktunya pulang karena sudah malam. Yep! See you! ~





***

17 Juli 2014

            Aku bangun pagi hari ini. Sempat olahraga sebentar. Setelah itu bersiap-siap menuju sekolah SMA.

a)     Sekitar pukul 09.30 WITA
Aku sampai di Smansa Denpasar. Janjian juga dengan Angie. Disana kami berkeliling. Oya, kebetulan ada parade yel-yel MOS juga. Aku dan Angie sempat mampir ke sekretariat KISS~1, hehe. Setelah itu, kami menonton yel-yel adik-adik MOS. Kami bertemu teman-teman dari universitas lain yang juga datang. Tentu saja bertemu dengan guru-gurunya juga.

MOS disini masih sama saja ...

b)     Sekitar pukul 11.45 Aku dan Angie memutuskan keluar sekolah untuk membeli Teh Poci, minuman favorit waktu SMA. Haha

c)      Pukul 12.30 WITA
Aku sampai di InLine House. Disini, aku akan bertemu dengan satu tim debat dari Smansa untuk diskusi. Kami menghabiskan waktu untuk membahas beberapa mosi sampai pukul 16.00 WITA. Semangat ya!

d)     Pukul 19.00 WITA
Setelah sempat pulang sebentar, aku sampai lagi di rumah Angie. Ini malam terakhir Angie di Bali. Jadi,mari kita habiskan waktu. Kami berdua pergi ke InLine House, disana ada Angkringan Kalih Timpal. Ini pertama kalinya aku dan Angie merasakan menu makanan disini. ENAK!

Pukul 21.30 WITA sampai di rumah lagi.
Nah, rumah ini sepi tanpa Ibu karena Ibu sedang di Kintamani. Hmm~

***



18 Juli 2014

            Rumah ini rasanya sepi sekali karena tidak ada Ibu, huhuhu. Aku sempat kebingungan. Sisa aku dan kakek yang sedang tidur. Anjing-anjingku juga tidur. Aku tertarik melanjutkan baca buku “Saatnya Meraih Mandat Rakyat”. Buku itu ada di rak di kamarku. Hadiah dari Komunitas Gdebook beberapa tahun yang lalu dan aku belum selesai baca.
            Aku memang berniat tidak keluar rumah saat ini. Sepertinya aku perlu spasi satu hari tenang di rumah karena beberapa hari yang lalu, aku lebih banyak di luar. Selain baca, aku masih diskusi-diskusi juga via Line tentang psychopedia dan bazar.
            Sore hari, akhirnya Ibu pulang. Horai! Semua tampak lebih hidup kalau ada Ibu di rumah. Namun, sayangnya aku baru saja janji ketemu Virga. “Katanya nggak pengen keluar rumah Put? Gimana sih? Hahaha”. Habisya, besok Virga berangkat ke Surabaya, baru balik Agustus. Nah? Kapan lagi? Jadi, aku pamit sama Ibu pergi ke luar –sebentar-.
            Kira-kira pukul 19.40 WITA aku sampai di Juice Time, daerah Hayam Wuruk. Sudah lama sih tempat ini mengundang perhatian kalau lewat, tapi baru kali ini datang. Disana sudah ada Virga dan temannya Rama. Duduk bertiga, dan dua diantaranya baru lulus SMA itu rasanya balik ke masa-masa Maba, haha.
            Aku belajar banyak dari mereka. Nanti akan aku ceritakan pada satu tulisan –tentang asa-. Virga itu penyiar radio dan Rama itu cowok yang gampang nyambung ngobrolnya, jadi kita cukup banyak cerita-cerita.
 Sampailah waktu menunjukan pukul 21.30 WITA, Waktunya pulang. Nah, dua cowok baru lulus SMA ini sok-sokan bayarin semua makanan di meja. But, Thanks! Menyenangkan bertemu dengan kalian. Nanti kita akan ketemu lagi dan giliran aku yang bayar. Jangan protes! Hahaha.




***


19 Juli 2014

Aku bangun siang karena semalam mengerjakan –tepatnya memikirkan- sesuatu hingga larut, bahkan pagi.  Baiklah, semoga cepat selesai.

Pagi-pagi aku bersiap pergi ke tempat Ratih di Panca Sari, Buleleng (habitat suburnya strawberry lah, haha).  Kami (aku, Awik, Eva, Onick, Mega) berangkat sekitar pukul 10.00 WITA. Seperti biasam, manusia yang nggak bisa kalau kurang tidur seperti aku, mesti mengalami sedikit pusing sepanjang perjalanan.

Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.

Yap, sekitar pukul 1 siang kurang, kami sampai di depan jalan rumah Ratih. Tinggal tunggu satu teman dari Singaraja, Anjas.

Tik tok tik tok~

Anjas datang. Kami langsung menuju rumah Ratih. Kami disambut beberapa anggota keluarganya, ada Ibu Ratih yang cantik juga.

Udara disana sangat dingin, jadi tepat sekali rasanya ketika disuguhkan teh dan kue-kue hangat. Haaah~ Donatnya enak!

Kami ngobrol banyak hal, kesana kemari, disebut ngalor-ngidul biasanya sih, haha. Beberapa waktu kemudian, datang lebih banyak lagi teman Ratih, teman-teman SMA-nya. Hehe, aku belum kenal semuanya ternyata. Karena aku dan Ratih beda SMA.

Selanjutnya, kami makan siang makanan Bali yang enak-enak banget. Oya, sampai lupa bahas, kami datang ke tempat Ratih dalam rangka Ratih yang metatah. Setelah itu, Ratih diberi kode-kode oleh seorang Bapak yang membawa satu tas loreng-loreng besar penuh strawberry. Tentu saja, dibungkuskan untuk kami bawa pulang. Terima kasih Ratih!

Sekitar pukul dua siang, kami pamit pulang. Perjalanan pulang ternyata masi pusing. Haah~ Tapi makasi banyak untuk teman-teman yang mengisi perjalanan ke tempat Ratih.

--

Pukul 16.15 aku sampai rumah. Aku sempat rebahan sebentar untuk menenangkan kepala sampai akhirnya Bima telepon. Baiklah, Ayo Put! Bangun! Ketemu teman-teman 30gen KISS~1.

Aku sampai di Cafe Teduh dan bergabung dengan keriuhan teman-teman ini sekitar pukul 18.30.  Haap! Segeralah aku mendengar banyak cerita disana. Oya, Ada aku, Frang, Inten, Esti, Cyntia, Sitha, Beatrice, Aya, Trisnu, Nugi, Bima, Teja, Sam, Palgu, Anom, Adit. Seprti bicara dan tawa kami membuat cafe ini harus ganti nama ketika kami datang lagi nanti-nanti, hahaha.

Terakhir~
Aku ke toko Buku Togamas kawasa Sudirman, sekalian kasi kupon bazar ke Wahyu. Sip!

***



20 Juli 2014

Tidur. Kepala masih perlu bantal lebih lama. Jam tidurku selama disini masih belum baik, tidak sebaik biasanya di Depok. Bahkan Ibu sempat masuk kamar dan bilang,” Liburan nanti, laptopnya ditaruh di Jakarta aja ya Kak. Nggak usah bawa kerjaan kalau liburan. Kan nanti nggak enjoy?” Benar juga. Lebih baik ke depannya begitu. Sebenanrnya, aku masih bisa kok nggak sampai sebegininya, andai saja semua berjalan seperti yang direncanakan waktu ambil keputusan untuk bilang –ya-. Sayangnya, aku belum mempertimbangkan, kemungkinan terburutk seperti ini. Ternyata untuk membuat semua jadi “baik-baik saja” perlu tenaga ekstra. Tidak apa-apa. Aku bekerja lebih banyak = aku belajar lebih banyak.
Aku tidak keluar rumah sampai siang. Kepalaku masih perlu bantal dan Ibu yang super pengertian itu datang dengan roti-roti manis untuk sarapan. “Nanti siang kita pergi ya Kak,” kata Ibu yang ngeloyor keluar kamar tanpa aku sempat menjawab.
Sebenarnya, di hari Minggu yang identik dengan hari menyenangkan itu malah menyita waktu lebih banyak di kamar. Harusnya aku pergi ke Gianyar dan diskusi untuk HAN pukul 11.00 tadi. Sayangnya, nggak ada sepeda motor dan baru ada pukul 12.30. Mohon maaf lahir batin dah, nggak jadi datang.
Seperempat hari ini aku pergi berdua dengan Ibu. Mulai dari service motor, nonton, makan bakso jamur, ke supermarket, dan lain-lain. Mungkin hari Minggu memang sebaiknya begini ya.
Sore tiba. Aku bersiap-siap sembahyang. Aku makan malam masakan Ibu yang selalu enak. Aku baru sempat on line lagi sejak pagi. Baiklah, sepertinya akan begadang lagi.

***




21 Juli 2014

Aku bangun cukup pagi hari ini. Aku ada janji bertemu banyak orang hari ini. Namun, satu hal yang pasti, bertemu ibu. Haha.
Aku mengantar Ibu ke Pasar Badung untuk membeli bahan-bahan yang akan dimasak. “Mau makan apa Kak?” Nah, ditanya seperti itu berarti daftar jawaban yang aku siapkan sejak tadi sudah saatnya keluar. Hahaha
Aku dan Ibu makan bersama lagi. Selalu ada cerita yang dibagi dengan Ibu ketika makan dimana. Sampai keselek, waktu Ibu bilang,”Ibu baru ingat nama mantan pacarmu itu sama seperti nama mantan pacar Ibu dulu.” (pasang emot bittersmile)
Orang selain orang rumah yang pertama kali aku temui adalah Ami, masih dalam rangka bazar. Selanjutnya, aku pergi ke Veranda pukul 16.45 WITA. Hmm~ Aku akan bertemu Tarita. Yup! Awalnya begitu. Namun, setelah aku lihat-lihat agenda, sepertinya aku harus bertemu banyak orang sekaligus.
17.20 WITA, Tarita datang. Tarita adalah sahabat masa SMA-ku yang kuliah kedokteran di Bali. Tenang saja, bahasan kami bukan organ atau anatomi, haha, tidak juga tentang kenangan. Kami bahas tentang sesuatu yang mengejutkan yang sedang terjadi, haha. Penasaran? Ini tentang suka, eh? Haha.
Kira-kira 17.45 WITA, Kara datang. Kara adalah sahabat siaran yang aku kenal dari Pro2 RRI Denpasar. Disinilah kerempongan dimulai. Haha. Selalu ceria dan ramai kalau bertemu Kara. Jiwa-jiwa penyiar yang mutlak bikin –geger- ya, hahaha.




Kira-kira 18.10 WITA, Kak Pradnya dan Kak Dwi datang. Hoho, ketemuan sama dua dokter ini ditambah tadi pagi baru selesai nonton film Patch Adams rasanya komplit ngobrolnya. Nah, karena ketemu Bapak dan Ibu Dokter, mari kita bahas mosi medical debate, haha. Isi otak dikit-dikit.
Kira-kira 18.50 WITA, Kak Krisna datang. Kami akan membicarakan perayaan Hari Anak 2014. Tunggu ya cerita serunya, hehe.
Kira-kira 19.10 WITA, Kak Oka datang. Nah, sepertinya tepat Kak Krisna dan Kak Oka bertemu. Hahaha, mari saling melengkapi untuk kesuksesan perayaan Hari Anak Nasional.


Aku meninggalkan dua orang yang baru saja akan memulai stand up comedy. Oya, hari ini aku memesan Waffle Cheesy Bite plus Gelato Tiramisu. Yup! Enak!
Sampai di rumah, Ibu langsung tanya,”Belum makan kan?” Sebenarnya iya, belum makan. Namun, sudah kenyang. Sayangnya, nggak enak bilang sama Ibu.
Aku baru saja mau mulai sembahyang, tiba-tiba dering sms masuk. Ini benar-benar KABAR GEMBIRA! Mita diterim di Fakultas Psikologi UI jalur SIMAK. Keren kan? Iya dong!Haha. Selain itu, Virga juga diterima, tapi mari berdoa semoga Virga bisa memilih yang sesuai sama hatinya dan membuatnya nyaman belajar. Sebelumnya, Ardi diterima di FEB UGM. Tuh kan, adik-adikku luar biasa :’D *minta diajarin*.

Kira-kira setengah dua belas malam, sekali lagi *setengah dua belas malam* Ibu tanya lagi,” Kakak nggak makan?” Aku tahu banget Ibu masak banyak hari ini. Masak semua bahan yang aku minta beli tadi di pasar. Jadi aku makan – hampir tengah malam ini. 


***


Dengan senang hati,

Pita

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe