Minggu Keempat di Bali

20.58

22 Juli 2014


Aku menghabiskan waktu kira-kira tiga perempat hari di rumah. Berusaha menjadi anak baik yang membantu ibu, hahaha. Mulai dari memasak, bersih-bersih rumah, dan berbagi cerita bersama. Oya, hari ini ada bingkisan roti yang sampai ke rumah. Wah, Bibi cantik mengirimkanku roti-roti lezat yang membuat pikiran –gendut-gendut- menghilang tanpa sisa. Sudahlah, makan roti enak!
Aku masih perlu satu tim lagi untuk produksi video kreatif perayaan hari anak. Good! Wi Cok Gung tiba-tiba muncul di timeline. Jadilah aku menyampaikan ajakan untuk bergabung. Yup, mari berdiskusi.
Sekitar pukul 19.00 WITA, aku sampai di Veranda. Aku belum makan malam, jadi aku memesan nasi goreng seafood dan es campur sambil menunggu Cok Gung datang. Aku sengaja bawa kumpulan cerpen UWRF 2009 untuk aku baca. Hmmm, aku banyak belajar tentang menyusun kata-kata.
Cok Gung datang. Diskusi dimulai! Aku menjelaskan tentang rencana perayaan Hari Anak nanti di Yayasan Senang Hati. Senangnya lagi, Cok Gung dan teman-teman PCMI Bali bersedia nih mengisi  satu tempat kosong untuk membuat video kreatif bersama anak-anak. YUP! Timnya sekarang sudah komplit!
Dari pertemuan ini, aku juga banyak belajar tentang kondisi pasca kuliah (kerja), tentang film pendek, membentuk organisasi, dan banyak lagi hal lainnya. Terima kasih ya Cok Gung sudah mau sharing pengalaman hari ini. Sukses selalu hobi dan karirnya!






23 Juli 2014

Yup! Dari pagi sampai sore aku menghabiskan waktu sama geng bazar. Ada Eva, Chyntia, dan Gung Wik. Paginya sempat bertemu Ardi untuk mengantar surat ke SMAN 4 Denpasar.
Perjalanan dimulai. Kami berkumpul di SMAN 1 Denpasar dan membagi perjalanan menjadi dua, Chyntia dan Gung Wik akan pergi ke instansi untuk mengantarkan surat, sedangkan aku dan Eva pergi ke sekolah-sekolah.
SMAN 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7, tinggal satu SMA negeri lagi di Denpasar yang belum sempat kami datangi karena sudah jam pulang sekolah. Anyway, pertama kalinya aku masuk SMA 3 dan 6 Denpasar.
Dua kelompok ini mengakhiri perjalanan di Vitari, tempat makan di depan sekolahku dulu (SMAN 1 Dps). Wah, Denpasar cukup panas hari ini dan kami berempat perlu waktu melepas lelah.
Terima kasih perjalanan dan segala isinya.





24 Juli 2014

Pagi-pagi aku bangun untuk merapikan kamarku yang sepertinya perlu ditata lagi. Tidak butuh waktu lama dan segalanya selesai. Rapi!
Kira-kira pukul 11.00 WITA aku sampai di salah satu tempat makan daerah Gatot Subroto, Denpasar. Aku akan mengikuti rapat divisi acara Hindu for Generation 2014, proker terbesar KMHD UI. Aku ketinggalan dua kali rapat sebelumnya karena saat itu aku sedang tidak ada di Denpasar. Aku satu tim dengan Chyntia di acara puncak –HFG Ceremony- baiklah, sepertinya ada banyak hal yang mesti kami siapkan mulai Agustus nanti. Semoga segalanya lancar.
Kira-kira pukul 13.30 WITA aku sampai di rumah lagi. Aku menggunakan waktu untuk istirahat, tidur, dan mengerjalan hal-hal lainnya sebelum berangkat ke Karangasem lagi.
Pukul 17.30 WITA, aku dan ibu berangkat ke Karangasem, hari ini akan ada acara metatah. Jalanan yang berubah dari terang sampai gelap aku lalui. Agak seram sih kalau malam-malam di Karangasem itu karena jalannya berkelok-kelok dan gelap. Pukul 19.00 kami sampai di rumah Karangasem. Aku dan Ibu segera mengganti baju dan berangkat ke Warung. Masih ingatkan warung itu apa? Hehe. Ada di postingan sebelumnya!
Aku menyaksikan barisan yang akan metatah. Banyak sekali. Beberapa di antaranya adalah saudara dekatku. Aku juga dikenalkan dengan Pak Yos, teman masa kecil Ibu. Anaknya lucu sekali. Ada juga Pak Sudi yang pintar menari. Nah, boleh nih minta latihan sama-sama, hehe.
Kami disini sampai acara selesai, kira-kira pukul 00.30 WITA.



            

25 Juli 2014

            Aku bangun tidur dan sarapan pagi di rumah Karangasem. Setelah ini kami akan pulang ke Denpasar bersama-sama. Awalnya sih mau langsung pulang, tetapi kata Ibu sebaiknya aku mengunjungi rumah saudara di Padang Bai, jadi kami pergi kesana.
            Kira-kira satu setengah jam mengobrol bersama saudara-saudara yang wajahnya baru aku temui hari ini. Sebagian besar dari mereka seumuran dengan ibu dan mereka adalah teman bermain Ibu saat masih kecil. Aku melihat kebahagiaan Ibu saat berbagi cerita dengan mereka. Nah, saatnya kembali ke Denpasar!
            Jalanan cukup padat. Mungkin banyak yang akan ke pelabuhan untuk mudik. Cahaya matahari juga semakin bahagia menari-nari. Hmm~ aku masih asik dengan motorku melewati Klungkung – Gianyar – dan sampailah di Denpasar.
            Sampai di rumah. Tidak banyak waktu yang aku punya untuk istirahat, aku harus menuju rapat bazar. Aaahh! Sepertinya aku masih lelah, jadi aku minta tolong Ayah untuk antarkan aku. Kepalaku migrain tapi baiklah rapat ini harus efektif.
            Aku diantar pulang oleh Eva. Lalu aku tidur panjang karena sebentarnya aku harus berangkat ke Gianyar.
            Kira-kira pukul 19.00 WITA, aku diantar Ayah ke Balai Bahasa Provinsi Bali. Aku janjian dengan Kak Doi disana.
            Sampai di balai bahasa- naik ke motor kak Doi – berangkat ke Gianyar!
            Hari ini kami menyusun naskah untuk video kreatif, menyusun jadwal jalan-jalan besok, dan menyusun lain-lainnya hehe.
            Sampai di rumah Kak Doi, aku membuat jus stroberi. Ini pertama kalinya dan enak kok, hehe.





26 Juli 2014

Selamat pagi Gianyar! Aku sarapan bubur yang dibelikan Kak Doi. Mandi dan menyiapkan diri karena hari ini kami akan jalan-jalan!
Kira-kira pukul 11.00 WITA, kami parkir motor di Denpasar Junction. Memilih duduk di Roppan dan menikmati suara-suara gosip cewek-cewek SMA yang duduk di dekat tempat duduk kami, hahahaha. Ribut tapi mereka semangat sekali gosipnya.
Aku masih di depan laptop untuk menyelesaikan naskah yang akan diambil gambarnya besok. Berpikir akhir cerita itu, mau dibawa kemana? (._.)
Sebentarnya, datanglah Mia dan Artha. Mia itu sudah aku kenal sebelumnya karena dia pernah jadi lawan lomba debat, hahahaha. Mia itu referensi cara bicara saat berdebat yang baik karena aku banyak belajar dari kakak satu ini. Sekarang Mia jadi Duta Bahasa looh! Good! Kak Artha juga dokter yang peduli dengan nasib bahasa persatuan kita. Kakak satu ini orangnya *rame banget* dan seru!
Mie Kober!
Nama tempat ini lagi HITS di Denpasar lah, jadilah kami sampai telepon Mbak-mbaknya mie kobernya untuk tanya, tempat makan ini buka atau ikut mudik, hahaha. Berhubung katanya buka, jadi kami memutuskan untuk pergi kesana.
Kira-kira 13.30 WITA kami sampai. Jreeeng! Antriannya panjang banget (._.) Apaan-apaan ini! Hahaha. Kak Artha dan Kak Mia yang mengantri, aku dan Kak Doi mampir ke Stralight dulu.
Tik tok tik tok. Pesannya lama sekali datang. Mungkin karena pelanggannya ramai. Huaaaa... kami sempat kehabisan bahan obrolan dan sampai lagi kepada “lama banget ya datengnya, huu”.
Minuman datang. Minuman dengan berbagai nama seram yang patut dipertanyakan, apaan kaitannya dengan tampang minumannya, haha. Habis itu, mie nya datang, habis itu kami kepedasan. Ini dah karma ngeluh! Hahahaha!
Kami berpisah selepas makan mie. Aku masih dengan Kak Doi, sedangkan Kak Artha dan Kak Mia pulang. Aku dan Kak Doi kembali ke Starlight untuk mendesain pin dan poster Minilib Gdebook. Ada kak Dewa yang baikmau men-desain, hehe. Lalu, kami ngeprint.
Tempat tujuan selanjutnya adalah Penggak Men Mersi di Kesiman akan ada pemutaran film horor. Nama acaranya Phobia. Nah, disini juga aku janjian sama Wahyu yang akan jadi segalanya waktu take video Hari Anak, hehe!
Ada beberapa omnibus film horor yang ditayangkan. Wah! Film horor-nya DREAD yang paling seru lah! Maunya tetap disana untuk lanjut nonton Keramat, tapi ya kami harus kembali ke Gianyar dan ini sudah pukul 21.30 WITA. Pulang sajalah..
Sampai di rumah, kami meneruskan diskusi. Sekarang ditambah topik baru, yaitu Kafe Bahasa.




27 Juli 2014

Selamat pagi Gianyar! Aku masih ada di Gianyar hari ini.
Apa yang kami lakukan?

Kira-kira pukul 7.30 WITA, kak Riri (teman kak Doi) datang. Lalu, kami bertiga menuju Kota Gianyar untuk Car Free Day, sekaligus datang ke rangkaian acara ulang tahun SMAN 1 Gianyar. Sebenarnya, disana kami berburu rekaman untuk melengkapi video Hari Anak. Aku sudah siap dengan handycam!
Jalan-jalan, berkenalan dengan orang-orang baru, bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, rasanya senang sekali. Kira-kira pukul 09.30 WITA, kami mendarat di sebuah Warung Nas Be Guling dekat sana. Sekarang ditambah kak Nina, jadi kami berempat. Sesi makan ini dipersembahkan oleh bu bidan Nina, hehe.
Saatnya kembali ke rumah dan berberes-beres, sebelum anak-anak datang, wahyu, gita, dan lain-lain datang untuk take video.
Pukul 11.30 WITA Wahyu sampai di tempat kak Doi dan aku lagi mandi. Sebentarnya Gita datang, disusul anak-anak datang. Yap! Keseruan syuting terasa!
Camera
Rolling
Action
Cut

yuhuuu~ aku masih dengan handycam untuk cari gambar behind the scene. Hehe

Pukul 16.00 syuting selesai. Saatnya istirahat dan makan bersama. *yuhuuu~



Setelah membuat video terakhir dan foto bersama, adik-adik pulang. Sisa aku, Kak Doi, Kak Riri, Wahyu, dan Gita. Kemana kita?
            Kami menerobos hujan sambil menikmati sore di Ubud, kami akan ke Warung Kelapa. Malam ini ditraktir Kak Doi, thank you! Kami berbagi cerita, menikmati momen setelah melalui hari yang cukup panjang.






            Kami berpisah.
            Gita, Kak Doi, dan Kak Riri pulang. Aku dan Wahyu masih mau bertemu Nindya di Gurihan, salah satu tempat makan di Ubud. Nindya yang akan membantu kami mengedit dan menyempurnakan video ini. Hujan selesai, diskusi dimulai. Lama sekali kami bertiga tidak bertemu, jadi senang sekali rasanya berkumpul dan berbagi cerita dengan dua filmmaker muda ini. Yay!
            Haaah! Diskusi selesai. Malam sudah datang dan saatnya kembali ke Denpasar. Makasi Wahyu yang sudah antar! :D



28 Juli 2014

Aku sampai rumah sekitar pukul 00.30. Apa yang aku lakukan? Mandi dan Keramas. Lalu meneruskan satu tulisan yang harus aku selesaikan segera. Aku berencana bangun siang.


Masih setengah sadar. Aku sampai di salah satu tempat makan di kawasan Sanur sekitar pukul 11.30 WITA. Ternyata aku ada janji dengan Yudis, masih urusan bazar. Lalu kembali ke rumah dan lanjutkan tidur. Zzzzz...

--

Pukul 13.45, aku dibangunkan oleh kedatangan Gek Ayu, Maba FK UNUD ini sudah booking hariku, ahha! Kami pergi ke Juice Time bersama untuk bertemu Wahyu dan Arjun. Kami akan berdiskusi naskah video yang lain, yang akan syuting 31 Juli nanti. Semangat!

Bukan hanya diskusi naskah, ternyata kami juga jadi diskusi film. Good! Apalagi disana ada Wahyu yang mengerti film, dan Arjun yang koleksi filmnya banyak. Aku disana jadi kalem dengerin, haha!

Kami berpisah. Wahyu ada open house di rumah teman, Arjun akan ke Singarajar, sedangkan aku dan gek ayu akan lanjut jalan-jalan.




Lucu sekali, sebenarnya kami sudah hampir sampai ke Pantai Sanur, tinggal parkir. Namun, kami memutuskan untuk  putar balik ke arah Kuta. Mari menikmati sunsest saja!

Kuta macet hari ini, tapi tidak mengurungkan niat kami untuk pergi karena sudah lama tidak bertemu dan sudah lama tidak menginjak pasir pantai Kuta.


Kami melalui sore – dari pantai yang penuh orang hingga sepi, tinggal kami, ombak, dan langit berbintang, dan beberapa orang yang bisa dihitung jumlahnya – Haah! Pantai memang mempesona. Tempat paling tepat untuk melepas beban. Yuhuuu~


Kami menutup hari ini dengan makan malam bersama. Terima kasih hari yang indah tanpa rencana!

---


Oya, sejak pertama aku datang, Bali itu dingin. Jadi, aku sering pergi dengan kaos kaki, tidur juga dengan kaos kaki, hahaha. Nah, berhubung aku juga suka koleksi kaos kaki dengan motif-motif lucu, jadi aku coba search dan menemukan pasangan-pasangan yang aku cari di >> Zalora  "www.zalora.co.id" disana aku menemukan kaos kaki yang lucu-lucu dan menghangatkan tentunya, hehe.




Salam bahagia,

Putri





You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe