Minggu Kedua di Bali

10.17

8 Juli 2014

Pukul 01.00 WITA kegiatan menggali kubur dimulai. Dari keluarga, kuburan yang digali adalah kuburan Nenek dan Paman Dana. Satu per satu saudara saling bantu menggali dua kuburan itu. Semuanya penuh semangat, penuh rasa hormat pada yang mendahului kami. Aku berdiri dekat kuburan Nenek dan menyaksikan detik-detik kuburan itu digali. Mulai dari mencangkul tanah sampai dalam, kain kafan mulai terlihat, tulang-tulang diangkat, tulang-tulang dibersihkan, ditata lagi di atas kafan yang akan membungkus tulang-tulang itu, lalu dibungkus lagi untuk dimasukkan ke dalam Lembu hitam yang akan dibakar. Beginilah kita nanti ya ketika badan ini sudah tidak berjiwa. Begini Put!
Kira-kira pukul 04.30 kegiatan tersebut selesai. Aku dan beberapa saudara yang lain diminta kembali ke rumah untuk beristirahat.
Sekitar pukul 10.00 WITA, kami kembali ke kuburan. Disana sudah ramai berkumpul warga-warga untuk upacara pembakaran tulang. Sebelumnya, kami pergi ke Warung, kami  mengambil sekah yang akan dibakar. Pukul 13.30 WITA, pembakaran dimulai. 
Saat itu, aku melihat ada wajah-wajah yang disinggahi air mata, ada yang melambaikan tangan ke arah api, dan ada yang mengumpulkan bekal (beberapa barang yang akan dibakar disana).


Pukul 15.30 aku kembali ke Denpasar. Kondisi tubuhku semakin memburuk, sepertinya kelelahan. Aku memutuskan pergi ke dua tempat untuk me-rilex-an tubuh.  Kamu pasti tahu itu dimana. Haaaah J



9 Juli 2014

PEMILU!

Aku bangun siang lagi hari ini. Hand phone-ku mati karena Mama membawa charger-nya dan belum pulang. Aku berkali-kali bangun, tidur, bangun lagi, tidur lagi. Haaaah, Putri ayolah! Aku sering ngedumel sendiri.
Aku baru keluar rumah siangnya untuk mengambil titipan bakpia di Galih. Sorenya, aku meet up sama Eva, Kak Diah, dan Gung Wik, masih dalam rangka bazar.
Haaah, ada pertemuan yang tidak diduga juga hari ini, malam ini tepatnya. Sebuah pertemuan tentang penyadaran. Difitnah pun bisa membuat kita belajar.




10 Juli 2014

Pagi ini aku mengantar adik untuk daftar ulang SMP. Agak ribet juga ya, tapi demi adikku, apa sih yang enggak, haha. Lalu, kami berdua ke rumah Bibi karena Bibi akan mengajak kami fitting kebaya untuk acara dua minggu lagi di Karangasem.
Pukul 14.00 WITA, setelah mengantar adik sampai di rumah dan mandi, aku pergi meeting dengan Kak Doi dan Kak Krisna di Veranda. Kami bertiga membicarakan kegiatan untuk merayakan Hari Anak Nasional 2014. Di Veranda, aku juga bertemu kak Maha  yang sudah lama sekali tidak aku temui. 
Selanjutnya, aku diajak Kak Doi berkunjung ke Radio Suara Udayana. Disana ada Kak Suta, Kak Agus, dan Gustu. Apa yang kami lakukan disana? Main poker sampai malam. Hahahah, akhirnya aku bisa main poker (*.*)
Kita-kira pukul 19.30 WITA, aku, Kak Doi, dan Kak Suta pergi makan. Kami makan di dekat Happy Puppy, daerah Teuku Umar. Sambil berbagi cerita dan aku mendengarkan cerita mereka. Oya, hari ini ditraktir Kak Doi loh.
Pukul 21.30 aku sampai di rumah lagi.  Istirahat.




11 Juli 2014

Aku bangun kesiangan lagi.
Aku mengawali hari dengan mengantar adik mengambil baju seragam sekolahnya ke SMPN 4 Denpasar.
Hari ini aku banyak menghabiskan waktu di Smansa Denpasar, sekolahku dulu. Aku bertemu dengan dua tim karya tulis dari sekolah ini yang akan mengikuti lomba, ada Devi, Primantari, dan Tesa (maaf kalau salah sebut nama, hiks), satu tim lagi ada Asri, Desak, dan Febi. 
Waah! Seru juga bertemu dengan adik-adik cerdas ini. Mereka punya banyak ide untuk dituliskan. Tetap semangat ya :D
Hari ini juga aku bertemu dengan Ema, temanku.
Kembali ke rumah dan beristirahat. Badanku masih belum pulih benar ternyata.



12 Juli 2014

Sepanjang hari di rumah. Mengistirahatkan diri yang rasanya masih perlu berbaring lebih lama. Aku sakit akhirnya. Haaaah :’(



13 Juli 2014

Hampir delapan belas jam ada di rumah. Hmm~
Aku baru keluar rumah sekitar pukul 17.30. Tujuanku InLine House. Aku akan bertemu dengan teman-teman dari Comicotopia untuk membicaraka mini comic class Agustus nanti.

Sudah lama tidak ke tempat ini. Ada yang berubah? Ada!

Aku bertemu dengan beberapa orang yang pernah aku temui. Disana juga ada Parimana (teman SMP yang jago matematika). Aku berbincang-bincang dengan Kak Adit, Kak Shuma, dan Kak Yudha tentang kelas komik ini.
Mulai lapar?
Sekitar pukul 19.00 WITA kami memutuskan untuk jalan sebentar ke Lapangan Renon untuk cari makan malam. Oya, InLine House ini letaknya di Jalan Tukad Unda, hehe. Jadi, tidak terlalu jauh kalau jalan menuju lapangan Renon.
Aku, Kak Shuma, dan Kak Yudha membeli siomay, sedangkan Kak Adit membeli mie ayam. Kami juga bercerita-cerita ringan disana.
Yup! Sudah selesai makan lalu?
Aku ingin bertemu dengan sahabat!
Aku minta tolong diantar kak Shuma ke tempat Kak Lindia dan Kak Oman (calon Ibu dan Ayah, ciee). Tidak jauh dari InLine. Sampai disana, seperti biasa, selalu ada bahan obrolan, mulai dari pengalaman, jodoh, pemilu, palestina-israel, dan obrolan lainnya. Kak Lindia juga goreng onde-onde untuk kami.
Sekitar pukul 21.00 WITA, aku pamit pulang. 
Waah, masih sama ya. Perjalanan malam dengan motor putih (walaupun tanpa hand phone putih lagi, huhu) di kota kecil ini masih menyenangkan. Banyak tempat-tempat baru yang aku lewati.
Tidak langsung pulang. Aku mampir ke Tiara Monang Maning karena se-absurd itu tiba-tiba ingin roti tawar dan selai nanas.

Selamat malam dunia~
Tidur setelah ber-masker ria.


14 Juli 2014

Diantara pagi-pagi yang lain, pagi ini yang paling produktif. Yup! Bangun pukul 05.00 WITA dan bersiap-bersiap untuk olahraga. Ayah yang bantu buka gerbang sempat memasang wajah bingung sendiri melihat anak perempuan pertamanya ini penuh semangat di pagi buta yang mendung dan masih gelap.
Du du du du du.
Kira-kira seratus meter dari tempat tujuan, terlihat keramaian yang tidak biasa. Semakin mendekat, semakin jelas. Baiklah, taman kota sedang dipenuhi siswa-siswa baru SMP-SMA yang sepertinya akan mengadakan upacara pembukaan MOS.
Pagi masih gelap saat aku parkir motor di depan kantor Garuda Indonesia. Aku lanjut lari keliling lapangan. Selain ramai, lari jadi susah karena habis hujan. Haaah, tapi bahagia bisa olahraga pagi.
Seharian ini di rumah saja membantu ibu membersihkan rumah, cuci piring, nyanyi sama-sama, se-absurd latihan nari sama-sama, lalu kami masak, dan banyak lagi lainnya.
Hari ini aku memasang mata lebih lama dan baik-baik di depan laptop. Haaah, takdir memisahkan dengan hand phone, jadi setiap on Line harus via laptop putih cantik satu ini. Padahal ada banyak hal yang harus diselesaikan. Yah, semoga ya, ada hand phone putih pengganti secepatnya (kode...).
Hari ini aku banyak belajar, terutama menyikapi beberapa hal yang berbeda dengan apa yang aku pikirkan. Karena tanggal 13 Juli kemarin sebelum tidur aku sudah janji, akan bahagia selama liburan dan hanya boleh sedih lima menit dalam sehari, jadi tidak akan aku biarkan sedih itu datang lama-lama. Ternyata, tidak susah untuk bahagia. Tarik nafas panjang, minum air putih, dan sikapi semuanya  dengan penuh rasa syukur. Hahaha. Kebaca –klise- sih, tapi kalau dicoba, ampuh kok, hehe.
Aku ingat kata-kata Ibu yang selalu mengingatkan kalau kesempatan itu nggak datang banyak-banyak kali, hanya sekali. Satu kali. Nah, dimana kamu berada sekarang, banyak-banyaklah belajar. Berikan yang terbaik yang kamu bisa, seperti yang terlihat lah, kamu akan dikenang. Aku tidak mengejar apa-apa karena aku penikmat perjalanan, haha.

Hari ini aku juga belajar banyak dari sebuah film, judulnya Forrest Gump.
Life is like a box of chocolates. Ada banyak rasa, bahkan yang tidak tertebak. Suka sekali sama ide ceritanya bahwa di tengah kekurangan apapun, kita selalu punya kesempatan untuk berusaha. Kita semua memang berbeda dan punya jalan sendiri-sendiri. Aku suka filosofi larinya Forrest... “tinggalkan yang sudah berlalu di belakang”.

Semoga segala urusan hari ini dilancarkan. Semoga hati ini selalu bisa ceria seperti sekarang. Haaaah :’) Jodoh pasti bertemu #lho?



--don't worry. the holiday still to be continue~

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe