Untuk Ditemani Melodi ~

03.09

Suatu hari aku berjanji padanya
Membuatkan baris-baris sajak
Suatu hari dia berjanji padaku
Menemani sajak dengan melodinya
***



Lilin Mati

Lilin baru saja berteman api
Ia harus bertahan sampai nanti
Meliuk membentuk bayangan semu
Ia harus bertahan sampai kedatanganmu

Kata cerobong asap pada angin
jangan kasar karena lilin bisa padam
kata cerobong asap pada langit
cepatlah terang sebelum ia padam

Tanpa bicara tanpa berelegi
Ia dan api meliuk manja
sampai sekarang masih percaya
Terang datang untuk para penunggu sejati

Cahaya sejati untuk ksatria
Tidak dibagi untuk bintang
Hanya untuk ksatria
Begitu kata lilin lantang

Malam berlalu
Lilin sisa sedikit lagi
Api mulai gusar
sebentar lagi mereka akan padam

menunggu memakan waktu
menunggu membuatmu padam
Sudahlah, hujan pun datang
singgah meliuk manja bersama lilin

Ah!
tak lagi menunggu kedatanganmu
biar mati sudah aku dimakan waktu
Kata lilin meratap rindu

***


 Suara-Suara Lama

Belajar dari sebuah kisah lama
 membawaku sampai disini
 Aku menikmati ribuan percikan air
Suara-suara lama obat rindu
Mereka turun menyentuh atap rumah

Basah
 Membiarkan mereka membasahi wajahku.
Gelap
 Gelapnya langit hari ini mengalahkan senyumku

 Jika saja aku meletakkan lentera di langit itu,
 mungkin akan tampak seperti matahari.
Sayangnya, tak bisa
Sayangnya, tinggiku tak sampai.

Aku melihat dari sisi jendela
percikan-percikan air itu jatuh satu per satu
Suara-suara lama mulai menyatu
Awalnya tampak jelas
tetapi dimakan pudar tertutup kabut.

Kata Ibu, setiap sore memang turun kabut.
Ntah turun darimana,
kata Ibu memang begitu
kataku, biarkan jadi begitu

***



Cinta dalam Cangkir

Kata siapa kita tak bisa?
Kata siapa kita harus sama?
Kata siapa kita berbeda?

Bagiku ini tak perlu elegi
Bagiku kita tak perlu menangis
Sayang, 
Kamu tahu aku untukmu
Sayang,
Sama itu aku dan kamu

Seperti cinta manja dalam cangkir
Dilukis indah para barista
Diaduk rata menjadi satu
Seperti itu kita tak perlu mangkir
Tenggelam saja dalam cinta kita
                                                              
Anggap saja kita sepasang malaikat
Berbuat apa saja tetap terikat
Biar tak sama, kita sejati
Biar senja pun iri


Seperti cinta manja dalam cangkir
dilukis indah para barista
diaduk rata menjadi satu
Biar tak sama, kita sejati
Biar senja pun iri

begitulah adanya
cinta sederhana
dari barista pada cangkir

***



You Might Also Like

1 comment

  1. i like your word. It's beatifully asembled and summarized, like a beautiful alamanda that blossom and glow after the end of heavy rain

    i like your rhyme, likewise the writer

    -who am i ?-

    BalasHapus

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe