tentang Rachael...

06.31

Beberapa waktu yang lalu, aku sempat berbincang bahwa akan bercerita tentang Rachael. Masih ingat?
Baiklah, 
ini saatnya :)

ketika hari terakhir, hari ini... berteman secangkir teh hangat... di tengah keributan di luar sejak tadi yang memecah langit.. keributan para hujan

---

perjalanan tidak berhenti sampai disini, tapi kata jarum jam, waktunya Putri beristirahat...

Begitu aku analogikan percakapanku dengan waktu yang rasanya sangat cepat berlalu. Kata jarum jam,"Istirahat dulu Putri."

---

4 Maret, 2014
Itulah hari pertama aku bertemu Rachael di sebuah rumah yang sejak pertemuan pertama membuatku jatuh hati. "Nanti, Putri mau punya rumah yang kayak gitu ya," *kode*. Rumah cantik itu terletak di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, tepatnya Komplek TNI AU TRILOKA.

Seperti sebelum-sebelumnya, pertemuan pertama masih banyak diam, banyak menebak-nebak akan bicara apa, banyak mencoba topik pembicara, banyak bertanya, dan seperti biasa... memperhatikannya.

Sebuah tantangan sebenarnya, 
Kenapa?
Karena Rachael cukup lama tinggal di Amerika, bahasa Indonesianya masih belajar, dan aku disini adalah teman belajarnya, jadi mari kita gunakan dua bahasa.

Oya, kenapa aku bisa bertemu Rachael?
Karena seorang alumni UI, namanya Mas Hendri, sempat menghubungiku bahwa ada yang perlu pengajar. Berhubung jadwal kuliahku tidak terlalu padat, jadi aku -iyakan-, tapi belum dikatakan kalau namanya Rachael dan lama tinggal di Amerika .-.

---

Masih di pertemuan pertama...

Awalnya aku kaget, waktu anak berambut panjang ini menyebutkan nama, haaaah... kebetulan atau bagaimana, tapi namanya mirip dengan teman belajarku waktu di Bali, yaitu Rachel.

sekilas nostalgia untuk belajar bersama di Bali..
Teman belajar pertamaku namanya Naia, senang sekali karena anaknya aktif, baru kelas 2 SD waktu itu (2011). Selanjutnya, ada Rachel (tahun 2012). Waktu aku menemani Rachel belajar di Bali , dia juga masih kelas 5, cuma problem-nya bukan dia lama di Amerika, tapi karena dia  kehilangan ayahnya waktu itu. Nah, selain Rachel, teman belajarku yang lain adalah Sora (tahun 2013), kelas 4 SD, hmm apa yang susah? Sora lebih lancar bahasa Jepang karena ibunya orang Jepang dan masih sulit berbahasa Indonesia. Nah, menghadapi pelajaran di SD sekalipun untuk yang sulit bahasa Indonesia itu memang tantangan tersendiri sebenarnya. Tapi, yakin dah, pasti ada jalan kalau mau belajar. 

Sayangnya, belajar bersama itu tidak bisa dilanjutkan lagi karena aku harus pindah kesini.
Sempat kangen masa-masa itu, tapi dipertemukan lagi oleh waktu, dengan Rachael yang baru :)
----

Masih di pertemuan pertama ...
Aku masih berusaha mencoba-coba topik apa yang dia suka untuk dibahas, mulai dari makanan, kartun, okay... akhirnya tertuju pada Amerika! Dia suka ketika kita membahas Amerika :')

---

Di bulan Maret itu ada tujuh kali pertemuanku dengan Rachael. Pelan-pelan, kita jadi saling belajar, Rachael belajar bahasa Indonesia, aku belajar bahasa Inggris yang lebih baik, belajar banyak tentang bahasa Indonesia, dan belajar banyak tentang pendidikan SD di Jakarta.

Hmm~
Awalnya aku agak kaget karena buku pelajaran Rachael jauh lebih sedikit daripada buku pelajaran Rachel dan Sora. Seingatku kalau di Bali itu, ada LKS, paket, belum lagi kalau SMP-SMA, mulai ada worksheet, dll. Nah, sedangkan di sekolah Rachael, cukup ada satu buku, itu pun ada yang milik sekolah, jadi sistem pinjam. Tapi, aku rasa tahap SD, begitu lebih baik, setidaknya tas-mu tidak berat :'D

---

Kira-kira mulai pertemuan ke-6 keakraban itu dimulai. Bukan pertanyaan satu arah saja nih, tapi Rachael sudah mulai balik bertanya, sudah mulai berdiskusi dan berbagi pengalaman.

---

Sebenarnya, jarak dari tempat tinggalku disini dan tempat tinggal Rachael itu cukup jauh, aku harus naik kereta 1x sampai stasiun Pasar Minggu, lalu naik metromini sampai rumahnya. Oh ya, ngomong-ngomong tentang metromini, sebenarnya kalau tidak harus ke tempat Rachael, mungkin sampai sekarang aku tidak akan pernah naik metromini (-_-). Belum lagi saat pulang mengajar, macet mulai datang *pyuuuuh*

Lucunya, di setiap kali aku berangkat atau pulang, pasti ada saja hal baru yang aku dapatkan, mulai dari tahu ada toko-toko kue yang aku suka di pinggir jalan, bagaimana pengamen hujan-hujanan, percakapan supir metromini dan keneknya, ibu-bapak yang yang berbagi cerita, dan banyak lagi hal lainnya.

Teman-teman, mungkin itu semuanya yang membuatku betah. Setidaknya, seminggu dua kali, aku bisa menyapa langit lain, dan bertemu dengan wajah-wajah baru.

---

April - Mei 

Berlalu dengan penuh cerita. Oh ya, disini murid SD dapat pelajaran Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta. Mungkin di Bali bisa ada nih mulok yang macam ini Pendidikan Lingkungan dan Budaya Bali - langkah preventif sebelum mati budaya kan! Isinya cukup sederhana, mulai dari tarian lokal, tempat wisata, dan cerita rakyat. Pelajaran ini juga yang cukup membantu Rachael untuk mengenal Jakarta.

---
Juni, lebih banyak berbagi cerita...

Rabu, 11 Juni 2014, jadi hari terakhir kami belajar bersama karena Ujian Kenaikan Kelas sudah usai. Haaah... Aku suka sekali melihat semangatnya belajar, meski kesusahan di pelajaran Bahasa Indonesia dan IPS, tapi Rachael bukan anak yang gampang menyerah, kami terus belajar dan belajar sama-sama.

Hal yang sulit dilupakan adalah saat kita latihan soal sama-sama, sebenarnya Rachael tahu jawabannya apa, tapi dalam bahasa Inggris .-. Ekspresinya akan berbeda dan kita akan tertawa bersama-sama. Hahahaha :'D

---
Sampailah di hari terakhir...

Ada kata-kata Rachael yang mungkin bisa jadi saran.

Ini waktu kami belajar IPA tentang "Cahaya"
"Kak Putri, kenapa ya di sekolah jarang sekali ada praktik?"

"Praktik pelajaran IPA maksudnya?"

"Iya kak. Waktu Rachael di Amerika ya, IPS aja sering praktik kak. Kita tiup balon, habis itu kita tempel-tempel benua-benua, sama bendera negaranya. Bikin globe sendiri gitu."

"Waah seru dong ya! Tapi kakak sendiri belum pernah sih. Nah, coba usul sama ibu guru di sekolah, tapi nanti kita bisa bikin sama-sama, urutan perjanjian-perjanjian pakai papan catur"

"Yaaaa! Padahal di buku banyak kok langkah-langkah praktik, tapi malah nggak pernah kak. Haaaah..."
---

Yah, tapi memang kalau boleh jujur, aku rasa praktik pelajaran juga masih kurang. Pembelajaran di sekolah, masih menekankan pada teori dan hafalan.

---

Apa yang aku lakukan di hari terakhir?

Hahaha, ntahlah.. jadi aku:

1) Membeli ketan bakar yang aku kira roti bakar di dekat stasiun (*please*). Sama-sama putih kecoklatan sih. Tapi enak juga rasanya :9

2) Beli siomay dekat Rumah Rachael, namanya Siomay Lentera. Habisnya, setiap kali aku lewatin Bapak ini menuju rumah Rachael, selalu ada senyum atau sapaan ramah :')

3) Bagi-bagi sama setiap pengamen yang masuk :p biasanya milih-milih sih, yang lagunya enak aja, tapi gapapa di hari ini :D

4) Beli es krim (mutlak! sekaligus merayakan berakhirnya UAS *yay*)

5) Kasi surat untuk Rachael <3





Thanks a lot to:

a) Mas Hendri, Mas Mardian, dan semuanya staf bimbel Phytagoras yang sudah kenalkan saya pada Rachael.

b) Bpk Kol. Hendri Alfiandi (ayah Rachael) dan ibu Santi (bunda Rachael) yang selalu ramah menyapa.

c) Mba Eka dan Mba Atun yang selalu datang dengan teh, sirup, cemilan, dan lain-lain. Mas kebunnya Rachael juga.

d) Makasi tentu saja untuk Rachael yang kakak sayang, selamat berlibur <3

e) Kelincinya Rachael dan segala macam pohon-pohon di rumah itu. Makasi sudah memberikan gambaran calon rumah saya nantinya, hahaha :p

f) Makasi untuk Mba Ika (kenalan pertama di Metromini), Bu Ima (kenalan di hari terakhir di metromini juga), Mba Vili (kenalan tadi di kereta) dan kenalan-kenalan lain di sepanjang perjalanan yang tidak bisa disebut satu-satu

e) Makasi untuk bingkisan ini ya... :'D
 

[NP]







You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe