Sedikit Cerita tentang Tarian di Vihara

08.24

Hari ini Waisak :))

kata ini menjadi kata kunci sebuah kotak kenangan  yang sudah lama sekali tersimpan di dalam lemari ingatan. Yup! terbuka dan aku akan berusaha menyampaikannya sedikit demi sedikit.


Mungkin... sekitar hmm~kurang lebih 8 tahun yang lalu


***

Hari itu adalah hari pertama dan terakhir (sampai saat ini) aku masuk *benar-benar masuk* ke dalam Vihara. Hmm~ sebenarnya aku lupa itu hari Waisak atau bukan, tapi aku bisa mengingat sedikit-sedikit yang aku lihat.

Pertama,
Patung-patung Buddha. Ada yang sangat besar, dekat panggung tempatku menari saat itu. Lalu ada juga sebuah kotak kaca cukup besar dekat tembok, disana ada patung-patung kecil, sebagin besar warnanya emas. 


Kedua,
Aku ingat warna cat dominan di Vihara itu adalah warna putih. Ada suasana tenang dari warna itu. 


Ketiga,
Aku menari Legong Keraton di atas panggung dengan Rista, teman satu sanggar sejak umur 5 tahun, kami TK dan SD (sampai kelas 3) di sekolah yang sama. Awalnya rumah kami berdekatan, tetapi waktu kelas 2 SD, aku pindah rumah. Kami masih bertemu setiap hari di sekolah, tapi waktu kelas 4 SD, Rista pindah sekolah. Jadi, kami hanya bertemu di sanggar. Sekarang Rista kuliah di Bali dan aku disini. Hmm~ liburan nanti pasti bisa bertemu.


Keempat,
Ada pelatih tari kami dan beberapa asistennya. Kalau tidak salah ada orang tuaku dan orang tua Rista juga.

Kelima,
Saat itu mataku tidak berhenti mengikuti langkah-langkah para biksu. Mereka duduk di meja yang berbeda dengan yang lain. Menggunakan pakaian yang berbeda (aku lupa warnanya) dan tidak berambut dengan tatapan mata tenang, sedikit bicara. 


Keenam,
Sehabis menari, kita makan bersama dengan suasana yang sulit aku jelaskan sekarang karena  tiga perempat 
bayangannya masih abu-abu. 

Ketujuh
Vihara itu memiliki gerbang abu-abu yang tinggi, apalagi saat itu aku masih SD. Kami menggunakan mobil warna hijau, punya pelatih tariku. Oh ya, namanya Bli Kadek Susila. Kalau kalian lihat foto saat aku graduation SMA, itu make up-nya dan penata rambutnya adalah  Bli Kadek juga, nama Salonnya Jegeg Bali (daerah Jalan Mahendradata, Denpasar). Pelatih tari hebat dan melatihku sejak umur 5 tahun.

***

Haaah ~ Ternyata ingatanku sampai segitu saja. Bahkan aku lupa nama Viharanya, tetapi aku ingat lokasinya di Denpasar. Nanti, kalau aku sempat berbincang dengan Ayah, akan aku tanyakan. Ayah selalu ingat dimanapun aku pernah menari karena Ayah adalah teman yang baik untuk hal satu itu.

Oh iya, siang tadi aku mimpi tentang Ayah. Kami berdua *hanya berdua* pergi bersama dengan sebuah mobil berwarna silver, aku lupa ntah kemana. Hal yang aku ingat hanya, kami berdua bahagia. 


Aku dibangunkan suara hujan bertemu tanah siang tadi.

Mungkin aku kangen karena sudah lama tidak berjumpa dengan pelukis paling aku sayang itu :* Pelukis yang selalu membuat orang-orang mempertanyakan kenapa tanganku tidak selihai beliau saat menggambar. Hahaha :* miss you so much Dad. I love you!

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe