Lima Bulan Lima

09.40

10.37 pm...

Akhirnya, bisa menghirup aroma S****A kamar ini. Ya, ini hari pertama pulang malam di tempat baru. Sebelumnya, Thelly sudah sempat kasi info tentang jalan mana yang baik dilewati saat pulang malam dan paling cepat waktu siang. Good! Terpilihnya jalan yang bersinar terang (baca: lampu).

Statistik Tadi Pagi

Hmmm~ sekali lagi tidak untuk ditiru, kalau pun berminat, pikirkan baik-baik! Haha. Intinya, pagi ini aku ada rencana masak dan gagal karena digantikan oleh mengerjakan tugas statistik. Prokrastinasi! (Putriiii -_-) karena kemarin malam aku menghabiskan waktu dengan menonton Captain America setelah selesai mengerjakan tugas presentasi. Maksudnya, ada jeda sebentar sebelum ke tugas berikutnya, tapi akhirnya Putri tidur. Haduuuhh... :3

Hingga, bangun pagi tadi setengah enam (kira-kira 5 jam setelah tidur), lalu terbukalah buku tebal statistik yang siap dikerjakan tugas-tugasnya. Penekanannya sekali lagi, aku kuliah pukul 8 a.m. dan sayang sekali saudara-saudara, aku bukan tipe penghitung yang cepat dan paham transformasi satu rumus ke rumus lainnya (semacam nggak ngerti kenapa orang bisa berubah jadi power rangers setelah mencet tombol jam di tangannya ._.)
Intinya, aku selesai dan sampai di kelas tepat waktu.

Salah satu sahabat pernah berkata dan ini aku ingat >> ketika kamu melirik ke satu fokus (memilih ke satu pilihan) pasti ada pemandangan lain yang direlakan untuk tidak dilihat dulu (ada piliham lain yang terabaikan).

Tugas selesai, masuk kelas tepat waktu, tapi mungkin akan belum sarapan *pikirku*. Bagi orang yang harus charge energi pagi hari macam aku, itu petaka :’) Jadi untuk mengantisipasi itu semua, aku berinisiatif membeli sesuatu yang bisa dimakan dan ada di sepanang jalan menuju kampus. Masalah selesai! Tugas, sarapan, masuk kelas tepat waktu, DONE! Lalu? Apa yang dikorbankan? Sayur bayam yang sepertinya tidak jadi dan akan tidak bisa dimasak :’) Dada makanan Popeye-ku :3


Putri ke Dokter Gigi Sendiri

Hai, satu rahasia yang ketika kalian baca ini tidak akan jadi rahasia lagi adalah >> aku memendam rasa takut sama dokter gigi. Alhasil, materi Psikologi Belajar yang membuat perlu juga mengingat *kenapa* kita takut sesuatu, aku menemukan sebuah film kartun zaman SD yang bikin aku takut ke dokter gigi. Percayalah! Selama ini aku nggak pernah punya masalah sama gigi dan alasanku untuk menjaga kesehatan gigi adalah agar tidak bertemu dokter gigi (Putri konyol tapi itu kenyataan).

Mom: Lagi dimana?
Me: Ruang Tunggu ma.
Mom: Ruang tunggu apa?
Me: mmm~ dokter gigi.
Mom: (tidak bisa menggambarkan seorang ibu ketawa riang gembira tanpa beban). Ngapain? Di suruh pacar ke dokter gigi? Mimpi apa?
Me: NGGAK BAKAL PACAR NYURUH KE DOKTER GIGI, please ....  (dalem hati: semoga beneran nggak pernah).
Mom: Trus?
Me: Pengen aja Ma.
Mom: Yakin?
Me: hmm~
Mom: urutan nomor berapa? Nama dokternya siapa?
Me: 05 – Dokter Chandra.
Mom: have a nice adventure with Drg. Chandra!
Me: Adventure? What?
Mom: *ketawa lagi*

Sampai seorang Ibu yang mengandungku sembilan bulan dan merawatku sembilan belas tahun lebih, masih ketawa aku mau ke dokter gigi sendiri.

Pertama, nunggunya santai. Mendekati urutan, sampai nama akhirnya dipanggil. *Okay Putri, selooow!*

DC : Halo Ni Putu Putri? Panggil siapa?
me: Putri.
DC: Yup, ada keluhan apa Putri?
me: nggak ada keluhan apa-apa. Tapi... (ini rahasia – bukan cabut gigi, apalagi pasang behel)
DC: Okay, silahkan siap-siap dibantu suster ya

Woyooooy! Ternyata dokter gigi yang satu ini tidak sama seperti yang di film kartun. Ganteng (iya), ramah (iya), profesional (iya), detail (iya), muda (iya), serem (nggak), judes (nggak), intimidasi (nggak).
Hmm~ berarti dokter gigi mengalami perubahan value dalam hidup Putri Puspitaningrum #terharu:’)

DC: Okay, hari ini kita selesai dulu. Rabu atau Kamis datang lagi kemari ya.
me: Jam berapa dok?
DC: Rabu bisa datang pukul 8 pagi, kalau Kamis pukul 2 siang.
me: Okay, saya datang Rabu pagi.
DC: Okay, sampai bertemu nanti.
me: Okay, Thank you!


Dance, I’m Back!

Ini latihan nari pertamaku setelah lebih dari sebulan tidak pernah datang latihan Kencana Pradipa #maaf. Hmm~ ini masalah pengaturan waktu dan intinya mulai sekarang sampai nanti-nanti Senin pukul 16.30 plot buat KP sudah ada *yay*


Aku ketinggalan Tari Piring :’) tapi semoga bisa latihan sendiri. Tadi kami latihan tari Betawi, namanya Lenggang Nyai. Belum sampai selesai, dilanjutkan minggu depan. Good time with traditional dance of Indonesia! Bahagianya karena kan selama ini aku bisanya nari Bali, sedangkan tarian dari daerah lainnya belum bisa. Nah, disini memulai lagi dengan gerakan yang lebih beragam. *yay*






Lebih Dekat dengan Pembaca

Tadi latihannya sampai pukul 7 p.m. , terus ada rapat sama teman-teman KMHD. Selesainya agak malam. Nah, beruntunglah ada orang baik yang menawarkan diantar motor pulang. Sebut saja dia Kak *Ye*. Beberapa kali ketemu, sebenarnya merasa diapresiasi *banget* karena kakak satu ini juga salah satu sahabat yang suka mampir di Surat Pena Cokelat (cerita kita Pena, horeeee!). Sepanjang perjalanan yang tidak lama juga, aku merasa *seneng* karena kakak yang satu ini juga berminat untuk nulis dan ide tulisannya juga *OKE*. Hmmm~ semoga cepat eksekusi dan cepat juga aku bisa baca, hehe. Feel free if you want to talk. Thank you!


Mobil

Jadi, tadi diantarnya kan sampai di depan stasiun. Nah, masih ada sedikit perjalanan nih. Aku mesti nyebrang dan *jam segitu* ternyata jalanan *itu* masih ramai. Aku panjangkan tangan kanan, lalu seorang kenek angkot, berbaik hati (awalnya dia ini kira aku bakal naik angkot, padahal nyebrang aja). Perhatikan percakapan ini ya :)

Aku dan Kenek Angkot

KA: Ayo naik-naik Neng..
me:  *senyum – geleng-geleng- jalan aja terus*
me: *sulit nyebrang*
KA: Sini tak bantu nyebrang. Nggak mikirin mobilnya sih kalau nabrak, yang harus dijaga itu orangnya, hehehe (Bapak itu sudah cukup tua, seumuran Ayah mungkin)
me: (sampai di seberang) Makasi ya Bang *lambai-lambai*

Ternyata, di sampingku ada sekitar 5 atau lebih laki-laki dengan helm yang sering dipakai mandor bangunan gitu juga jalan dengan arah yang sama.

Orang 1: Haduh, mobilnya kenceng amat.
Orang 2: iya! Bukan masalah kitanya yang ketabrak, tapi nanti mobilnya rusak habis tabrakan, kan susah bayarnya.
Orang 3 : iya juga ya iya..

*** aku berbelok ke kanan dan mereka lurus *** apa kalian melihat perbedaan dua percakapan itu?




Sekian hari yang sangat bahagia ini :D


NP

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe