Prolog

06.46


Bagaimana Bisa? 

Kamu orang pertama yang ajarkanku arti setia
Kamu juga orang pertama yang beri tahuku ada manis dalam kecewa
Kamu orang pertama yang buatku rindu dalam amarah
Orang pertama yang buatku bingung ketika segalanya tak kurang
Nama pertama yang teringat ketika aku jatuh dan butuh uluran
Jadi orang pertama yang membuat kertas-kertasku basah
Pembunuh waktu paling gila dan kamu yang pertama
Orang pertama yang minta ijin mamaku untuk pergi berdua
Bayangan pertama ketika aku coba menutup mata saat lelah
Kamu orang pertama yang memberiku dua bunga sekaligus
Orang pertama yang duduk di depanku dan bercerita tentang suatu rasa kue
Selalu jadi cerita pertama setiap aku mulai dialog manja
Pengisi alur pertama setiap rangkaian bait-bait kisah
Orang pertama yang membuatku cemburu tanpa melihat
Jadi penelepon pertama yang bilang aku goblok
Chat pertama yang buat aku terkejut suatu hari
Hadiah untuk orang pertama yang akhirnya disimpan saja
Pengirim sapaan “hai” pertama yang paling rajin
Teman pantai pertama yang tidak tergantikan
Orang pertama yang hafal kapan aku mau makan es krim
Es krim pertama yang paling aku sesali karena tidak bisa aku habiskan
Orang pertama yang berbagi es krim denganku
Orang pertama yang selalu mau diam setiap aku bilang “denger dulu...”
Orang pertama yang ketawa waktu aku bilang lebih pilih kulkas


Nomor teleponmu jadi nomor telepon pertama yang sengaja aku hapus
Aku hapus dan jadi nomor telepon pertama yang tidak bisa aku lupa
Pemberi surat cinta pertama yang aku terima
Pemberi liontin pertama yang aku terima saat Valentine
Keduanya aku simpan dalam kotak dan baru saja aku kehilangan penutupnya
Cerita pertama yang dihapus setengah-setengah
Cerita pertama yang ternyata kamu tulis lagi ketika setengah terhapus
Orang pertama yang di panggung sana dan aku penonton paling bahagia
Orang pertama yang berdiri di depan serambi kelas pagi-pagi
Kedatangan pertama yang tidak aku duga
Kedatangan pertama yang tidak pernah aku lupa
Pemberi kata cinta pertama yang paling sederhana
Kepergian pertama yang membuatku menangis semalaman
Album foto pertama, setoples kertas pertama, piramida mungil pertama
Orang pertama yang paling abu-abu dari semua yang kukenal




 



"Selesai akhirnya..."
"Tapi, apa jadinya kalau surat cinta ini aku kirim ya?"
Ravena duduk diam lalu melipat tangan dan tidur di atas surat yang baru saja ia tulis.


imagesource


You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe