Akhir dan Awal di Satu Titik

17.58


Sekitar pukul 01.00 wita, masih gelap, aku melempar pandangan ke jendela kiri mobil. Gunung Batur sudah bisa dilihat, angin dingin sudah bisa dirasakan, dan sedikit lagi kita akan berhenti untuk sembahyang sebentar.

Mobil sekarang sudah benar-benar berhenti di depan gedung setengah jadi dekat pura. Kami memutuskan istirahat sebentar menunggu pukul tiga. Suara-suara gitar dan cakap-cakap awalnya masih terdengar, tetapi lambat laun menghilang sedikit demi sedikit hingga benar-benar padam. Tinggal suara angin. 


Istirahat dihentikan dengan suara alarm yang sudah di-setting sebelumnya. Sudah pukul 03.00 wita, waktunya bangun dan bersiap-siap. Kami membagi barang bawaan, memasukkan yang penting untuk dibawa, dan meninggalkan yang lain di mobil. Semua persiapan kami akhiri dengan sembahyang di pura dekat sana.


Perjalanan dimulai.


Selanjutnya, tentang aku...

Langkah pertama dimulai. Oya, sebelum berangkat aku sempat mengatakan sesuatu pada diri sendiri. Ntah lah, ntah kenapa aku bisa mengatakan bahwa disini menjadi akhir, sekaligus awal. Semacam janji yang spontan diucapkan. 

Ternyata kata-kata itu jadi pengantar setiap langkah. Satu dua, seratus, dua ratus, lima ratus, dan ratudan langkah setelahnya. Ntah kenapa aku suka menghitung langkah. Waktu ke pantai sebelum ini, aku juga menghitung langkah dari tempat menaruh tas sampai ke ujung lain pantai, dua ratus lebih langkah!


Kembali ke gunung. Aku belum pernah mendaki gunung ini sebelumnya, Ini pertemuan pertamaku dengan suasana dan tanah serta batunya. Aku tidak tahu harus memilih jalan yang mana. Jadi, yang aku lakukan adalah percaya pada langkah-langkah kawan di depanku. Sebagian besar perjalanan aku lewati dengan berada pada urutan nomor tiga, ada dua teman di depan dan dua kawan lain di belakangku.


Rasa lelahku dibayar oleh embun-embun yang menyapa. Mereka diantar oleh setiap daun pada ranting di dekat jalan setapak yang aku lewati. Mereka dingin, menyapa, dan rasanya menyejukkan. Gelap dan aku tidak bisa melihat tekstur tanah dan batu-batu yang aku lewati. Hanya tahu, harus ada langkah sampai puncak.


 Apa saja yang aku pelajari dari gunung?


Tentang akhir dan awal 

Setiap nafas yang kadang tersendat aku anggap cerita-cerita yang aku bagi dengan semesta agar tinggalnya tidak lama-lama di pikiran. Selain itu, agar ia juga bisa bercampur dengan udara bersih dan semakin menenangkan. Kembali aku hirup, termasuk cerita-cerita lama itu, tapi sekarang yang masuk hanyalah kisah baiknya saja, yang buruk sudah dilebur dan dihisap oleh stomata dan lentisel. Setiap lelah aku anggap pembagian pada semesta yang meringankan. Semuanya jadi ringan sampai ke puncak. Semuanya sudah disaring dan disaring lagi sampai hanya sari-sari yang berguna. Semuanya sudah berakhir dan tentu saja langsung dimulai yang baru karena dua hal itu terletak pada satu titik yang sama. Aku suka dan menikmati sampai sekarang rasa-rasa tenang itu. Terima kasih semesta disana yang memanjakanku dengan pelukan dingin pagi.

Tentang langkah

Mulutku terbuka dan aku mendengar aliran nafasku. Aku dongakkan lagi kepalaku melihat puncak yang samar-samar tertutup kabut, lalu kembali menyapa batu-batu baru di sepanjang perjalanan. Selamat pagi langkah pertama di Gunung Batur. Darisini aku belajar tentang langkah. Mereka ada jika kita mau. Mereka akan maju dan mundur sebagaimana diperintahkan logika dan hati. Mereka mengantarkan kita pada tujuan. Hmmm, agaknya jangan hanya terpukau pada puncaknya ketika kita masih di bawah sini meniti langkah. Kenikmatan setiap langkah-langkah kecil itu juga memukau. Pasti pernah suatu hari, kita bicara pada diri sendiri, menyemangati diri, seperti " Ayo Put, bisa kok bisa." Katakan lagi dan lagi, sambil pejamkan mata. Peluk puncakmu dan peluk juga langkah-langkahmu.

Tentang lelah

Itu wajar dan manusiawi. Lelah berarti sudah ada usaha yang dikeluarkan sebelumnya. Berhenti sejenak bukan sebuah masalah, Kita perlu jeda sebentar sebelum memulai lagi. Jika jeda sudah selesai, lelah sudah pergi, ayo mulai lagi.

Tentang rehat sejenak

Kami beberapa kali berhenti untuk rehat sejenak. Mengatur nada nafas, berbincang-bincang karena sebagian besar waktu mendaki, kami diam dan menikmati semesta dari pikiran sendiri. Lagu mulai terdengar dan rasanya teduh. 

Tentang angin

Aku suka ketika kami melangkah dan rasa lelah mulai ada, tiba-tiba udara bergerak dan membelai. Itu menyegarkan kembali. Ada juga saat aku menengok ke belakang, bernostalgia dengan tanah dan batu yang sudah lewat, tiba-tiba angin datang untuk mengingatkan, di depan ada jalan lagi.

Tentang bintang

Awalnya langit mendung, bintang tidak terlihat. Aku lupa itu istirahat yang keberapa, saat itu struktur tanah berpasir dan berbatu semakin terasa. Kami memilih duduk sebentar menikmati bintang. Di atas langit ada bintang yang manyapa. Di bawah sana juga ada lampu-lampu rumah penduduk yang serupa bintang. Rasanya ada di tengah-tengah dua gugus bintang sekarang.

Tentang ketinggian dan puncak

Siapa yang akan sampai di puncak? Orang yang meniti langkah dari bawah salah satunya. Mungkin yang lainnya memilih menggunakan helikopter atau digendong, hahaha. Bersyukur sekali rasanya sampai disana. Dekat puncak mulai bertemu orang-orang lain yang sedang mendaki Gunung Batur juga. Ternyata jalur yang kami ambil berbeda dengan mereka. Hanya saja pada akhirnya sampai di puncak, "banyak jalan menuju puncak..."  Tergantung pilihanmu yang mana. Tergantung juga, apa setelah memilih, kamu menggerakkan diri dengan sungguh-sungguh atau setengah jalan lalu berhenti. 

Di puncak ini, angin dingin semakin terasa. Awalnya, kabut masih belum lepas sehingga sunrise belum bisa kami lihat. Sebentarnya, angin berhembus lebih kencang seperti mengantarkan kabut untuk turun ke bawah. Kamu tahu, matahari mulai muncul, cahaya kuningnya menerangi. Bentangan pemandangan di bawah mulai terlihat, terkuak, dan indah. Ah! Pas sekali, disini akhir dan awal pada satu titik. Sudah tercapai.





Terima kasih semesta Batur
Terima kasih Kak "Keyza, Syama, Wira, Guspra"

NP


You Might Also Like

2 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe