Cerita Sabtu

10.02

before go to sleep


Sebelumnya, belum pernah membuat Sabtu disini menjadi sama rasanya seperti di Bali. Dari pagi sampai malam ini semuanya punya cerita sendiri-sendiri. Tapi, ada yang istimewa, biasanya rasa ini ada waktu di Bali - waktu hari dimulai dengan sekolah, pulangnya belajar bareng adik-adik di pasar, pulang sebentar, balik belajar bareng anak manis lagi, terus langsung ke sekre, ngobrol ini itu, pas pulang rasanya..... Rasanya sama seperti rasa yang sekarang :'D samaaa <3


love

Hari ini dimulai dengan BINAR, salah satu acara diskusi di F.Psi UI. Ceritanya, kemarin sebelum kumpul CoH bertemu dengan poster di pakom, terus merasa ada yang miss di Sabtu ini - harusnya ke Jakarta sama Kak Doi + Gdebook, datang ke acara community day- tapi  akhirnya batal karena sore ini ada EPT - semacam tes TOELF. Nah, untuk menebus itu, berarti hari ini harus dibuat berarti dan menginspirasi, maka terpilihnya BINAR (Bicara Aksi Nyata Rame-Rame).

9 a.m sampai di Aula F.Psi UI
Tidak ada maba selain yang nulis postingan ini. Pembicaranya juga jelas-jelas JELAS menginspirasi, ada Mas Adji yang mengelola Desa Mandiri, Mas Adi dari Kemensos Intervensi Sosial, Mas Arifin founder Institut Inovasi Sosial Indonesia, dan Bang Ata (Alumni F.Psi UI) relawan Dompet Duafa. 

Baiklah, akan selalu berawal dengan *sparkling eyes* dengan aksi-aksi mereka. Beberapa catatan dari forum menginspirasi ini, yaitu (spesial juga ini dikirim untuk HFHL Indonesia , Youth Corner Bali, Komunitas Gdebook, dan SHOUT! Indonesia yah :) 


Binar, 28 September 2013 


*) Kita perlu kepala-kepala yang di dalamnya ada puzzle inovasi untuk Indonesia.
*) Inovasi? sesuatu yang memberikan nilai tambah !
*) contoh? Bedah Kampung, Kampung Selat Jampang, Desa Mandiri.

*) Mas Adji dan Mas Adi :
       Saat ingin memulai, tentukan dulu desain kegiatan kita :
         a. Desain eksternal : Dana, tempat, peralatan, dll. Pastikan semua itu                                          dapat dipertanggungjawabkan
         b. Desain internal   : sustainable orang-orang di dalamnya. Percaya                                              kalau kita perlu hal lain selain "value" sudah                                                beraksi. Bisakah aksi itu menghidupi si aktivis?

       Tiga kategori menentukan tempat atau sasaran aksi :  
            - Adakah potensi?
            - Apakah cukup kondusif menerima inovasi?
            - Bagaimana dengan akses disana?

       Step awal dapat dimulai dari pendekatan dengan agen struktural (pejabat daerah) dan kultural disana. Kita harus membuat suasana seperti ide itu hadir dari masyarakat sendiri. Sertakan sasaran dalam diskusi. Ini berguna untuk sustainable aksi. 

Tips untuk anak muda untuk memulai dan memastikan aksi itu sustain :
1. Jauhi euforia (jangan hanya ikut-ikutan teman).
2. Aksi itu perlu konspirasi positif (bicara brand dan packaging aksi)
3. Desain untuk mempertahankan orang-orang internal harus dibuat pertama kali.
4. Jangan pernah menutup potensi kolaborasi dengan pihak lain.
5. Semua adalah proses belajar. Ingat bersyukur.


*) Mas Arifin : 
    Step memulai inovasi sosial (AKSI!)
    - Invention > temukan ide BARU.
    - Validate > lempar ide itu ke publik. Pastikan itu benar-benar ide baru a                           tau malah sudah ada sebelumnya. Manfaatkan media sosial.                         Lihat respon.
    - Incubate > Jika sudah fix. Bentuk peyannggerak yg pasti.Ayo kolaboraksi!
    - Implement > promosi dan jalankan.
    - Measure > evaluasi dengan indikator yang telah dibuat sebelumnya.

Dasar aktivitas sosial : konsep diri (keinginan, niat, dan komitmen) dan sikap kepemimpinan dari diri sendiri.

Dua kalimat paling menarik dari Bang Arifin, yaitu :
1. Ayo ubah mindset : 
  - Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun "menjadi" Belanda butuh 350 tahun untuk menguasai Indonesia dan akhirnya gagal.

2.  "Percayalah, seberapa kaya pun seseorang, dia tetep punya utang sosial selama masih menginjak tanah negara. Kita bisa memberikan satu potongan puzzle aksi sebagai salah satu cara melunasinya.

Tiga kriteria pemimpin diantara pemimpin :
1. Ideologi aksi sudah menyatu dalam dirinya.
2. Memiliki potensi sebagai penggerak
3. Dapat melihat celah untuk keberhasilan

(jika tiga kriteria itu ada di satu orang, pilih satu orang. Namun, bila ada pada 3 orang, jadikan tiga-tiganya pemimpin)


*) Bang Ata

- Relawan itu apa? Seseorang yang bergerak atas kemauan sendiri.
- Kita hanya perlu mengikuti apa yang kita sukai ketika ingin ber-AKSI.
- Ketika menjalankan aksi dan ingin mencari teman, pastikan targetnya juga memiliki passion atau kesenangan yang sama terkait kegiaran
- Hargai jumlah yang sedikit. Jangan berhenti ketika relawan masih sedikit?
- Libatkan semua faktor dalam sumbang ide agar mereka merasa bahwa apapun yang nanti diraih adalah usaha bersama.




***
Dalam aksi sosial dan inovasi sosial terkadang tujuan kita berbelok, tapi percayalah, apa pun itu pasti ada hasilnya, pasti ada insight di dalamnya

***


setelah sesi ini, menghabiskan waktu di perpusat UI
Dilanjutkan dengan EPT

***

Space Bound | via Tumblr

Hari ini ditutup dengan sembahyang di Pura Tri Bhuana Agung, Depok.
Seperti biasa, pasti rasanya lebih tenang, berkumpul dengan teman-teman, berangkat, sembahyang, makan, dan pulang bersama, pastinya ada canda disepanjang perjalanan. Mata yang hampir tertidur berhasil dibuat tertawa oleh canda-canda. Rahajeng Tumpek Wariga <3


Follow Me On Tumblr http://cokgulenadam.tumblr.com/
                                                                                             NP

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe