Satu Waktu Bercerita Denganmu

04.11


Sudah lama ya Pena, kita tidak bertemu untuk minum teh dan berbagi cerita.
Aku simpan cerita-cerita itu,
maksudnya untuk sekali waktu menghabiskan satu gerak harian matahari denganmu... 
Sampailah pada hari ini...

Jadi, mari minum teh, selagi hangat ...

===


Saat ini ... Satu waktu bercerita denganmu ...


#1 Para Pagi
Cerita hangat selalu bisa dibagi-bagikan oleh pagi. Seperti pagi pertama saat itu ketika tegarnya pohon pun tumbang oleh angin dan batu kuat disana akhirnya pecah oleh tetesan air. Tapi, bukan itu bagian yang penting untuk disisipkan pada cerita untukmu karena mereka bebas tumbang dan pecah, kapan pun mereka mau.


Large

Saat itu, tangan lebih memilih menelungkup dan hidung menarik nafas panjang untuk tidak menjadi bagian yang akhirnya tumbang, bahkan pecah. "Berusaha bicara dari hati pada hati, teringat pasang-pasang tangan yang begitu tulus memberi, milyaran detik yang akan begitu indah jika dilanjutkan dengan warna pagi yang lembut, bukan dibuat kelabu untuk bertemu warna senja yang indah. Karena, jika melewati kelabu, biasanya senja pun akan beriringan dengan kilat dan gemuruh, lalu ada waktu yang harus dibagi untuk menunggu hujan reda," begitu pikirku.

Sempat juga merunduk seperti rumput ketika kemarau, tapi disiram air segar lagi di pagi kedua dan bisa menegakkan dudukku pada pagi-pagi berikutnya. Sampai pada pagi terakhir saat itu, masih juga sama.

 Di simpangan itu, aku memilih jalan yang masih terlihat bekas jejakku yang sebelumnya. "Beberapa bayangan harusnya bisa membuatku beralih arah, tapi saat itu, yang terlihat hanya 1 jalan. Mulai dari bicara sederhana pada diri sendiri yang nantinya membantu belajar jujur pada yang lain,"begitu pikirku. 

Jika diminta menjelaskan kata per kata untuk menggambarkan udara sekitar para pagi itu, mungkin akan berbeda dengan gambaran hari para pagi dari mata yang lain. Yang dirasa, direkam, dan disimpan, mungkin berlainan dengan yang lain. Tapi, tidak ada satu pun kelabu yang sebenarnya ingin dibagi saat itu. Hanya, aku yang mungkin salah, tidak bisa menjelaskan dengan baik bagaimana rupa-rupa perasaan ketika menghadapi para pagi pertengahan April itu.

tapi, akan aku coba menjelaskan bagaimana rupa rasa untuk menerima setiap hasil yang diberikan para pagi nanti... (dalam sebuah buku, begitu inginku...) Terima kasih untuk nada-nada mengerti dari para hati lembut di dekatku, kata-kata indah, dan percakapan yang tak surut meskipun aku tak bisa baik menjelaskan rupa-rupa perasaan ketika para pagi datang. Meskipun, aku sempat terdiam ketika diminta memimpikan bagaimana akhirnya nanti :')


===

#2 Then, I'm Choosing (ง ˘⌣ ˘)ง


Large

Feel so grateful when I met them. Firtsly, I confused what can I do for those sessions.  Hahaha, But God always tell me about the best choice, sent me to best time, and makes me always meet best friend which my inspiration.

*Surprise*
 surprise. Even I'm waiting for that, hahaha. I believe my future is a part of surprise and I'm so glad to wait what a best surprise will come to me, to us. When awaiting a life surprise, that's correct moment to choose a way and walking beautifully there. Then, love all surprises which gave for me, for us.

I feel opportunity is a matter which always near by us. We just need keep moving and take a rest when tired comes. I do what I want and prove if "I love me" and love other heart which always love and hug me 

thanks for best chances from God, buddies, and all of writer on my life paper 
\(´▽`)/

Large



Putri Puspitaningrum
\(´▽`)/





You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe