Catatan Merah

02.39

Hai wall... mari bercakap sebentar saja...
Aku akan memperkenalkanmu pada teman baru. Namanya Catatan Merah...
Dia juga  menemani hari-hariku mulai 21 Februari kemarin, sampai halaman-halamannya habis ...

***

Tiba-tiba aku merasa ingin menulis yang tidak dapat aku bagi di dalam putih kertasmu. Disinilah semuanya ada, di Catatan Merah ini ... gurat tinta yang terbungkam selama ini, bukan hanya tulisan melankolis tentang aku, ini lebih kepada catatan untuk ditinggalkan dan untuk bangsa tempatku meminta makan selama ini.  

Tentang banyak hal dalam pikiranku, tentang tanggal-tanggal dengan tanda istimewa, tentang kenyataan dan harapan yang ingin tertulis, tentang tempatku sekarang,
dan serpihan ekspresi opini dariku untuk mereka yang besar dengan lencana dekat saku jasnya
dan sama sepertiku, minta makan pada tanah ini ...

Dalam kata di kertas mayamu ini, aku menulis banyak rasa yang ingin aku bagi, tapi bukan berarti dalam Catatan Merah ini, rasa-rasa itu tidak ingin aku bagi, karena ...
"pada waktunya nanti, isi Catatan Merah ini juga akan dimuntahkan... Tapi, pada waktunya nanti ..."

sampai habis umurku, Catatan Merah ini tetap bercerita, ...
kertas mayamu juga tentu akan bercerita, 
tentang segalanya yang sempat aku rasa...


Putri Puspitaningrum


You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe