Menjadi Teduh

19.54

Suara-suara orang di luar mengabarkan pagi ini cerah.  Mungkin memang iya, tapi aku juga belum membuka pintu dan jendela kamar. Tunggu sebentar ya wall, aku ingin melihat matahari dan tentunya akan kembali untuk bercerita denganmu :)

***

Benar sekali. Pagi ini berbeda dengan pagi kemarin. Jika pagi kemarin turun hujan, pagi kali ini tinggal sisa hujan dan bau tanah basah saja yang ada. Teduh sekali rasanya...

Sekarang aku tahu, aku memang suka hujan, tapi aku lebih suka sesi sehabis hujan. Waktu masih ada sisa rintik-rintik kecilnya yang tidak membuat sakit, ketika ada cahaya matahari yang menyelip dan terasa garis lurus bercahaya yang hangat, ketika ada pelangi yang samar-samar membagi warnanya. Itu pasti indah sekali. Berbeda dengan ketika hujan yang selalu membuat Ibu bilang "jangan keluar Gek..."

Begitulah ketika aku mendapat kesempatan merasakan yang sulit. Ketika yang sulit itu seperti saat hujan yang membuatku tidak bisa terbang terlalu jauh karena seberapa kuatpun aku, aku yakin sayap-sayap kecilku akan jauh lebih berat karena air. 

Tapi, kita harus tetap terbang menuju mimpi yang sudah mulai kita lukis dengan pena nyata. Terbang sekuat sayapku terbang, berhenti ketika sayapku benar-benar lelah karena berat oleh air, beristirahat sampai hujan reda, walaupun itu lama.... tapi bukankah sesi setelah hujan pasti akan datang? Masa setelah hujan yang begitu indah, sisa rintiknya yang tidak terlalu memberatkan sayap, itulah yang selalu aku bayangkan setiap kali aku lelah. Karena masa itu pasti datang untukku dan untuk semua yang ingin terbang :) Hanya untuk yang ingin terbang karena yang tidak ingin terbang, biar hujan ataupun reda, ia akan tetap mengistirahatkan sayapnya. 


Cute pictures<3

dan teduh...

Untukku, teduh adalah bagian tenang yang akan datang untuk siapapun. Kita bisa menciptakan teduh itu sendiri ketika kita merasa sudah benar-benar berdoa, benar-benar berusaha, dan mengikhlaskan hasilnya. Ketika kita mencoba membuat diri kita bahagia. Terkadang kita lupa berbaik hati dengan diri kita sendiri. Jangan lupa membuat diri kita bahagia ketika kita ingin membagi kebahagiaan itu. Mata yang bahagia saja sudah bisa membuat senyum lain terukir, apalagi membagi bahagia dari hati. Jadilah bagian dari teduh, karena teduh itu yang dicari, ketika hujan dan panas.

Jangan lupa membahagiakan diri sendiri ya :) itu bukan egois, tapi itu bersyukur... karena ketika kita bahagia, ya bahagia itu yang bisa kita bagi. Tapi ketika kita bersedih? pasti bahagia semu yang bisa dibagi ...

Kita turun dengan titipan sayap oleh Tuhan bukan untuk menyakiti diri sendiri kan, dengan alasan apapun itu tidak baik :) Tuhan ingin kita bahagia, 
itulah kenapa setiap hari ingin rasanya selalu menjadi teduh yang tenang, bahagia, sekaligus membahagiakan :)


dan perlahan aku menciptakan teduhku itu di tahun ini :) mari berbagi teduh, berbagi bahagia dari hati  :)  pejamkan matamu, maka kamu bisa menciptakan duniamu sendiri... _Bridge to Terabithia :)


LOVE♥



***



sedikit cerita tentang Jumat - Sabtu, yang juga bagian dari teduh itu..


 Jumat ....
Pagi itu aku dapat pelajaran olahraga. Dan hari pertama langsung ambil nilai lari muterin 4 lapangan 6kali.  Itu lapangan basket, 2 lapangan voli, sama lapangan tenis DIKALI 6. Ketahuan ya nggak pernah olahraga selama liburan, jadi di puteran ketiga nafasnya udah mulai. Tapi, tetep harus lari lagi dan lagi and Finally 6x, bener-bener selesai 6x :')

Waktu itu aku duduk di bawah pohon deket perpustakaan saking lelahnya...
"Ini pak yang namanya Putri Puspitaningrum..." tiba-tiba guru olahraga dan sahabatku datang.
Dalam hati jadi takut sendiri, apa celana olahragaku kependekan ya? atau lariku kelamaan? atau aku lari baru 5x tapi udah ngerasa 6x ya? atau aku lupa ambil nilai renang? atau nilai teori penjasku jelek?
"Oh iya-iya, masuk juara umum ya?"
"Eh? iya Pak..."
"Mau kuliah dimana?"
"Di Psikologi *tiiiiiiiiiitt*"
"Oh yaya, kenal sama *ini itu ini itu* taun lalu juga bapak ngajar mereka, sekarang kuliah di universitas itu juga"
"Kenal Pak, hehe"
"Yaa, semoga diterima yaa"
"Makasi Pak"

Trus Bapaknya pergi ._. *nggak ada klimaksnya ._.


Jumat lagi - deket tangga ruang TU

Maksud hati cuma mau nyapa, tapi ternyata ._.
"Selamat pagi Bu..."
"Selamat pagi Putri, Selamat tahun baru dulu.."
"Eh iya Bu, Selamat tahun baru juga" *salaman*
"Apa kabar Putri? mau kuliah dimana?"
Sebenernya kabarku baik sebelum ditanya mau kuliah dimana
"Baik Bu, di Psikologi *tiiiit*'
"Ya, bagus-bagusin cari ya, cari yang peluang kerjanya besar. Biar masa depannya bagus kayak sekarang"
"Makasi ya Bu Suari"

jreeeng, aku sedikit demi sedikit berlalu


Masih di hari Jumat _ Sepatu....

Waktu itu aku tidak di rumah, aku menghabiskan sore hingga malam di rumah Vien bersama Chyntia karena kita harus menyiapkan diri untuk lomba besoknya. Sebelum keluar gerbang aku sudah melihat sepatu sekolahku ada di luar, tapi aku berpikir "yaudah, nggak mungkin hujan". 

Dan ternyata, hujan deras... 
Aku perlu waktu 30 menit untuk sampai ke rumah dan itu hujan-hujanan #sengaja.
 Sampai di rumah...
"Gek, tadi Ibu liat sepatunya basah kehujanan di luar. Besok Gek mau lomba kan? Ini Ibu beliin sepatu soalnya nggak mungkin kering besok pagi. Tadi Ibu beli sama ayah, hujan-hujanan biar ada yang Gek pake besok"
Begitu ya, lembut sekali hati mereka ya :') orang tuaku...
"Makasi ya Ibu, maaf ya Gek yang salah, lupa masukin sepatunya ke dalam. Nanti uang beli sepatunya Gek ganti aja ya Bu. Soalnya sepatunya Gek kan nggak rusak tapi dibeliin lagi..."
"Sudah, istirahat Gek....jangan lupa makan ya"
Sebenarnya ada 2 sepatu yang aku punya, tapi satunya lagi juga basah gara-gara hujan seharian.  Bali hujan sejak 1 Januari :)

Ini deh, di SMAN 1 Denpasar, kita harus pakai sepatu putih setiap hari dan seragam putih abu setiap sekolah. Kita nggak ada seragam lain lho. Makanya pasti bakal kangen banget waktu nggak pake seragam putih abu lagi :') Kita nggak pake atribut nametag, dasi, dll. Bener-bener seragam putih abu, ikat pinggang, sepatu putih, kaos kaki putih, siap ke sekolah :)

---

Dari ketulusan orang tuaku ke aku, malam itu aku menangis sendiri. Sejak pagi aku menjawab "Psikologi ..." tapi tentu saja orang tuaku akan jauh lebih senang jika aku menjawab "Kedokteran...."
Huft, kalo mereka bisa segitu berkorbannya buat aku dari hal kecil sampai hal besar, kenapa aku masih keras kepala sampai sekarang ya... Walaupun mereka tidak pernah secara langsung bilang "nggak boleh psikologi, nggak boleh keluar Bali" tapi setiap ada kesempatan tentang ini, mereka selalu bilang "Kenapa nggak di Bali aja Gek, buat Ibu mending di Bali, kenapa nggak jadi dokter Gek?

Dulu ibu-ayah juga nggak percaya kan aku bisa baik-baik di sekolah favorit yang banyak orang bilang ini sekolah elite, sedangkan aku biasa hidup sederhana, ibu takut aku nggak punya teman kan?  Tapi buktinya aku bisa sampai tahun terakhir disini, mereka baik-baik semua sama aku,  dan hasilnya selama ini semoga bisa membanggakan kalian :') Selanjutnya, semoga itu juga bisa terulang bahkan lebih indah waktu aku kuliah ya... minta doanya :')

Sebenernya aku juga nggak tau :') aku hanya mengikuti alur mimpi yang sudah aku bayangkan sendiri. Semoga aku bisa lebih membahagiakan mereka tanpa mengorbankan mimpi-mimpiku :') Ibu Ayah, tunggu ya ....

Aku memang belum tau apa bisa terbang dengan sayap-sayap kecil ini sampai kesana, tapi setidaknya aku mencoba kan :') berani bermimpi, harus berani ambil keputusan untuk sekarang mewujudkannya. Yaaa...Tuhan dengar doaku, aku tahu banyak yang ingin disana dan aku satu diantara banyak, dan aku belum tau bisa atau tidak semesta disana menerimaku. Tapi terima kasih sudah membuatku yakin dengan pilihanku ini :') 

Let it flow and ready to go in the flow :)

dan aku tidur tanpa sadar malam itu...

***

Kita bisa tetap bertahan hidup jika kita punya mimpi untuk diwujudkan... Dan mimpi awal yang terbaik dari setiap manusia adalah membahagiakan orang tuanya ... :)
_

Sabtu...

Harusnya pagi ini aku ikut Try Out di kelas. Sebentar lagi kan bulan-bulan pemantapan akan datang dan ujian nasional serta ujian-ujian lainnya juga berkunjung. Tapi kenyataannya...


Aku duduk di Auditorium Fak.Ekonomi Universitas Udayana. Ini lomba pertama di tahun 2013 ini yang kami ikuti. Sudah daftar lomba debat ini sejak bulan lalu, tapi tiba-tiba kemarin di speaker
"Bagi anak-anak kelas XII IPA dan IPS, besok akan ada Try Out dari jam 8 sampai jam 10 mohon mempersiapkan diri..."
jedeeeer !
Harus siap buat milih kan, dan finally aku, Vien, Chyntia, pilih lomba debat ini :')
dan Tuhan memberkati, kita bisa melalui penyisihan, semifinal, dan final , dan bawa pulang piala-piagam Juara 1 Lomba Debat se-Jawa Bali Lombok Fak.Ekonomi Universitas Udayana 2013 ...
ini buat sekolah yang sudah ngasi aku beasiswa jalur prestasi selama 3 tahun, baik sekali sekolah ini :''')

Ku cakupkan tangan ditemani dupa dan bunga, menghadap-Nya, Hyang Widhi, mengucapkan terima kasih :')
sebelum berangkat pagi itu, aku sembahyang diberkati hujan dan sekarang aku sembahyang sebelum menutup hari juga ditemani hujan :)

***



Rasanya teduh sekali 
Bisa terbang sedikit demi sedikit dengan sayap-sayap ini
tersenyum bahagia setelah  berusaha, dan mendapat kasih sayang yang sebenarnya 
sudah bahagia dan semoga membuat senyum di bibir lain juga ada *(^.^)*




Oh ya wall, aku rindu Alengkong :') kabutnya, rintik hujannya, dinginnya, ikannya, danaunya, bukitnya, cemaranya, bambu, jalan turunan,  kebun-kebun, rumah penduduk, belajar & bermain bersama anak-anaknya, zubongnya, cahaya matahari paginya :')
 siapa yang bisa mengajakku kesana lagi ya :') Disana rasanya teduh....

sama seperti ketika makan es krim :p :9 teduh 



Lights on the way





Putri Puspitaningrum



You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe