5cm *dari kata sampai ke mata*

06.46

Hai wall.. Ini postingan spesial buat yang hadiahin hadiah ulang tahun lebih awal :D 
Oya, sebelumnya, makasi juga ya sudah ajakin dan traktirin tiket nonton 5cm Desember lalu *yuhuuu 

***


Sebuah persahabatan yang diisi cerita-cerita dari 5 orang yang menyatu. Arial, Genta, Ian, Zafran, dan Riani. Ditambah satu peran lagi Arinda,adiknya Arial. Persahabatan masa SMA yang berlanjut dan mengecap rasa lebih banyak ketika kuliah. Tentang Arial dengan kecapnya, hahaha...
Genta dengan rencana Mahamerunya
Ian dengan skripsi dan dosennya, :p
Zafran yang tergila-gila dengan Arinda
Riani yang memendam perasaan...
dan Arinda yang polosnya kepolosan..

Waktu itu di rumah Arial, tempat biasa mereka nongkrong, ada rasa-rasa berbeda. Bukan bosan bersahabat, tetapi perasaan perlu melihat bagian lain dari dunia, beralih sebentar dari pasang-pasang mata sahabatnya. Tidak mungkin kan, dalam hidup hanya ada 4 pasang mata di depan kita dan terasa cukup. Hidup pasti tidak sesempit itu. 

Walaupun mereka belum tahu akan seperti apa, Riani yang awalnya ragu menyetujui sebuah rencana. Tapi, akhirnya juga satu suara, 3 bulan tidak saling bertemu. Ini sebenarnya ide Genta :)

Tiga bulan yang berat, tapi Zafran tidak pernah lupa menelepon Arinda dengan absen tembok tentang apa saja yang dibicarakan. Riani yang rindu tapi tetap memendam, begitu pula dengan Genta. Ian yang sibuk dengan skripsinya dan Arial dengan usahanya mendekati perempuan, tentunya tidak lepas dari barbel dan kecap.

Tidak ada komunikasi langsung, telepon, chatting secara sengaja, sms, dan lainnya. Mereka tidak saling melupakan, tapi saling merasakan ketika yang "biasanya ada" sekarang "tidak ada".

Sudah tiga bulan, sms yang dijanjikan Genta datang. Mereka bertemu di stasiun untuk pergi ke sebuah tempat yang hanya Genta yang tahu. Tapi mereka memenuhi janji itu, tanpa perlu khawatir tentang apapun. Mereka membawa segala barang dan datang sesuai instruksi Genta. Begitulan ketika persahabatan itu memang lekat, ada rasa percaya, pada sesuatu yang bahkan tidak disebutkan clue nya. Mereka percaya pada Genta.

Mereka tidak pergi ber-5. Ada Arinda juga. Kereta menjadi hangat dengan canda mereka lagi setelah puluhan hari tidak bertemu. Satu per satu mulai menunjukkan rasa baru dalam hidupnya. Terutama Ian, yang sudah selesai sidang dan LULUS. Bahkan selama perjalanan kereta pun mereka belum tahu akan berpijak dimana setelah ini. Tapi mereka melanjutkan semua itu.

Malam dan malam berikutnya. Mereka sampai untuk segera turun dan melangkah lebih banyak, berdoa lebih sering, meletakkan mimpi tepat 5cm di depan kening. Mereka sampai untuk menghabiskan oksigen di Mahameru.

Disinilah sebuah rasa baru terbentuk. Sebuah rasa yang tidak lagi dirasakan sendiri-sendiri, tetapi semuanya merasakan, manis dan manis sekalinya sebuah rasa di Mahameru. 

Ranu Kumbolo dan Arcopodo. Dua setting itu yang paling aku suka cerita-ceritanya. Ketika langkah mereka menaik dan harus terseret pasir turun, Arial yang hipotermia, persediaan air yang minim, Arinda dan Ian yang terpental  waktu ada batu jatuh, Ian yang dikira meninggal, dan sesi hormat bendera di puncak Mahameru.

Satu lagi..
Kejujuran hati ketika kaki sudah melangkah turun dan bermalam di perapian. Tentang perasaan Genta untuk Riani dan perasaan Riani untuk Zafran, lalu perasaan Arinda untuk Genta.


***

Sebelum ini, aku sudah pernah posting ya tahun lalu tentang novel 5cm, disini : 5cm

Filmnya masih sejalan dengan novelnya. Tapi, kalian akan lebih "peka" dengan ceritanya kalo baca novel 5cm. Hal yang menarik dari nonton film ini adalah pemerannya yang sesuai banget sama karakternya yang ada di novel. 

***

Buru-buru masuk bioskop bareng Kak Esta dan nyita waktu Kak Adi yang udah nunggu depan bioskop. Wow :D Pulang hujan-hujanan :') tapi semuanya berkesan dan jiwa nasionalis kalian akan semakin tebal sehabis nonton film ini ^_^ Oya, aku juga suka waktu sesi di kereta pagi-pagi Arinda sama Zafran. Indonesia itu indah ya :) negara kita !

***


Halaman 323 : 5 cm. Donny Dhirgantoro

"Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa memberikan manfaatnya bagi orang lain."

....

Deg. Hati mereka seperti menabrak sesuatu yang tidak terlihat. Semuanya menarik napas panjang, melihat ke langit malam, mata mereka sedikit terpejam.
.....
Beberapa tetes air mata tampak membasahi permukaan pasir Arcopodo.
"Udah belum ya ? Gue punya manfaat buat orang lain."
"Udah belum yaa ? Gue bisa ngasih sesuatu dalam diri gue yang bisa buat orang lain bahagia, bisa membuat orang lain bernapas lega karena ada gue disitu

***

Putri Puspitaningrum


17 Februari lebih awal tahun ini, hahaha
thanks :) akan mengecap rasa baru dari antologi cerpen ini


You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe