10 Bintang di Bawah Langit

09.46

Singaraja, 28 Oktober 2012 ...

Pagi ini aku menyaksikan perubahan warna langit, perubahan raut wajah orang-orang sepanjang jalan, dan tentu saja perubahan ekspresi ngantukku yang mulai diganggu matahari pagi yang berhasil menembus sela-sela jendela mobil. Hangat....

Kondisiku tidak terlalu sehat. Batuk-batuk mengiringi hampir dua setengah jam perjalanan dari Denpasar menuju Singaraja kali ini. Tapi, Hyang Widhi memberkati, hingga aku bisa melewati liku-liku jalan Gitgit dengan sukses. Awalnya kita ingin berhenti di warung pinggiran sebentar untuk sekadar menikmati matahari pagi dan mengahangatkan tenggorokanku. Yahhh..sayangnya ini terlalu pagi, mereka belum buka...

Sampai...

Selamat Datang Finalis Pemilihan Remaja Berbudi Pekerti

pyuuuhhh... sudah lebih tenang dari sebelumnya karena jalannya sudah tidak belok-belok lagi. Sebelum menuju tempat utama, kita mampir dulu di kantin kampus Undiksha Singaraja. Teh hangat dan mie kuah.. Sederhana tapi ini menghangatkan percakapan antara aku, Bu Suratmini "guru agama Hindu, dan suaminya yang juga berprofesi sebagai guru agama. Banyak pelajaran dari percakapan pagi ini. Cukup untuk memulai hari yang sepertinya akan menegangkan...

Fakultas Ilmu Pendidikan
Disinilah koperku diturunkan dan aku mulai harus independen. Beliau pulang ._.

Sepuluh Bintang Sahabat

Sebut saja ini Kerajaan Bintang yang memiliki banyak sekali sinar-sinar yang membantu malam mempercantik diri. Awalnya sinar-sinar itu masih meliuk  kaku, tetapi lama kelamaan percakapan bintang-bintang itu seperti air laut di dunia ini, tidak ada habisnya...
Mulai dari perkenalan, pertanyaan, presentasi, dan kegiatan penuh kejutan lainnya... kami memulai cerita disini... bintang-bintang itu semakin bersinar...

Sebut saja aku sinar Putri, dan begitu bahagia rasanya  karena aku bertemu sinar-sinar yang pernah mengisi ceritaku sebelumnya, ada sinar Risa, sinar Dewinta, sinar Pradana, dan sinar Yudis. Semakin  bahagia karena kerajaan bintang semakin cerah, aku mengenal sinar-sinar baru. Ada sinar Gek Tri, sinar Arieska, sinar Ariesta, sinar Ratna, sinar Novi.

Di Kerajaan Bintang ini, aku tinggal satu menara dengan Novi. Karena kami baru mengenal, tentu saja berbagi cerita adalah hal wajib bagi kami. Ternyata dia adalah teman sahabatku di kerajaan lain yang bernama Yajna dan Arieska juga teman sahabatku di kerajaan lain bernama Dewi Mas Yogi. Baiklah, ternyata pada akhirnya kita memang akan sampai pada satu kerajaan asal kita... Hyang Widhi...


Malam istimewa...

Kerajaan ini terasa berbeda ketika kami duduk melingkar. Aku tidak merasa canggung walaupun kami tidak dari 1 tempat. Tapi di kerajaan ini kami berkumpul untuk menjadi 1 hal yang sama. Apa itu? 

Kami memejamkan mata, mengikuti alur instruksi kerajaan yang kami terima. Alunan musik semakin jelas terdengar. Sayup-sayup ditemani suara-suara yang membuka hati kami, mengatur alur nafas kami, mengembalikan kami pada sebuah proses kehidupan dalam pejaman mata, mengajak kami pada situasi di dalam kandungan ibu, mengajak kami melihat betapa bahagianya kedua orang tua melihat kelahiran bayi-bayi ini, dan pada akhirnya mengajak menuju rasa bahagia nanti ketika kami bisa membahagiakan kedua orang tua  :') 
Tumblr_mcv7v8gqju1rhpjv8o1_500_large
begitulah alur hidup yang kami pelajari malam ini... dan aku merasa benar-benar merindukan kedua orang tuaku, ayahku... ibuku... yang tanpa pamrih memberi cinta mereka untukku, selalu ada untukku, bersusah-susah untuk anak perempuannya ini... Sempat sepi sebentar rasanya, sesak dada, dan rasanya ingin kembali ke rumah dan memeluk mereka, tapi aku sadar, bukan sekarang saatnya.. Aku menyerahkan kepercayaan kepada lingkaran ini, menguraikan cerita-ceritaku :') dari sini ---> Semangatku kembali, lelahku terhapus, sakitku menguap...


Pagi datang.... 29 Oktober 2012

3036_545304435483185_1747715870_n_large

Hari yang cerah... 
Membuka mata sekitar pukul 4.30 a.m. Ada waktu untuk membersihkan diri. Selanjutnya ?
Meditasi dan yoga ....

Lama rasanya badan ini tidak akrab dengan dua hal yang menanangkan itu. dan begitu rileks rasanya :) Yoga Surya Namaskar ...

Selanjutnya..
Kerajaan Bintang melukis cerita baru dalam hidupku. Aku dibuat mengerti uang itu tidak turun dari langit, kita perlu usaha :) Kami dipasangkan berdua-dua, aku dengan Ratna ditemani pemilik-pemilik istana yang baik hati, berjalan dan belajar jejak demi jejak perjuangan mencari rupiah...

Mbok Adek : "hidup tidak untuk uang, tapi hidup itu perlu uang" :) realistis dan aku belajar banyak hal :)

Senja tiba...
Suara kidung mengiringi langkah-langkah malam ini. Aroma dupa begitu tulus mengisi ruang-ruang di Pura ini. Hari ini Purnama, kami mengenakan pakaian sembahyang dan menuju Pura terdekat. Aku merasa begitu tenang memejamkan mata di pura ini, dengan sinar-sinar yang menjadi sahabatku ...

Melewati malam yang penuh, tidak membuat kami lelah. Sesi kembali ke kerajaan setelah sharing , tidak membuatku langsung tidur, padahal sudah hampir pukul 00.00 ._. Aku masih berbagi cerita dengan novi, tentang hobi, cita-cita, cerita lainnya, hingga keputusan untuk tidur karena besok, pagi  pasti datang untuk diisi dengan ketulusan :)


1293698707381213_large
Seperti itu mungkin raut wajahku mengamati satu per satu sinar-sinar yang bersahabat denganku ini :) mereka punya ketulusan untuk berbagi, aku merasa disini kita tidak bersaing, tetapi bersama-sama memperbaiki diri dan mencoba menjadi sinar yang menghangatkan ketika harus kembali ke tempat kami masing-masing...

525639_444273358952491_1762414861_n_large
Seperti itulah gambaran hidupku sampai sekarang ini. Aku mengikuti pesan-pesan hatiku ketika menggerakkan tubuhku. Aku suka mengajar, ya aku mengajar anak-anak ; aku suka membaca, aku suka menulis, dan itulah yang aku lakukan. Jika saja aku harus melakukan sesuatu yang tidak aku sukai, saat pertama melangkah, aku akan menuju pada zona dimana aku bisa mencintai keharusan itu. Sebut saja itu zona nyaman kerajaan diriku sendiri :) 
yaaah, zona nyaman itulah yang mengantarkanku kemari, dan beginilah aku .. :)

Take_it_easy-156852_large



Sinar harus berpisah dan tetap bersinar ...
30 Oktober 2012


Kami menghabiskan pagi ini untuk berjalan di bibir pantai di Singaraja, air yang tenang, karang yang berjejeran seperti penjaga yang siap memecah gelombang yang ingin menyerang pasir, 
aku menarik nafas panjang, menikmati aroma laut :') tenang, bahagia 

Sore dan malam yang kami lewati...
Hari terakhir ini terasa berbeda. Ketika satu per satu nama-nama kami dipanggil dan kami berdiri berjajar bersepuluh diiringi tepuk tangan. Kamu tahu wall? Bermimpi pun aku tidak pernah menjadi satu dari 10 jejeran sinar disini dan ini adalah kenyataan... 

Aku merasa pundakku diberikan kehormatan dan tanggung jawab ketika berdiri di atas panggung ini, ketika aku diberi kesempatan mengenal sinar-sinar yang bersahabat ini, ketika aku diberikan buket bunga putih, dan ketika selempang itu dikenakan di badanku :') Tuhan, ini begitu indah, dan tidak lain ini kembali untuk-Mu, untuk ibu ayah yang membuat aku istimewa, untuk ibu guru dan suaminya, untuk sekolahku, untuk setiap hati yang bersedia mengisi cerita-ceritaku, dan untuk laut yang selalu membuatku rindu :')

Juara 1 Pemilihan Remaja Berbudi Pekerti VIII Provinsi Bali :') 
*untuk pertama kalinya aku punya selempang :')

Tumblr_mcvbtfi0sx1rd9s8ho2_500_large


bagian yang aku ingat...tidak banyak mungkin, tapi jelas yang aku rasakan dan melekat selamanya, tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata untuk sinar-sinar itu :')

sinar Gek Tri : "bahagia itu sederhana....,
sinar Dewinta : "lihatlah setiap hal itu seperti filosofi abu-abu, pasti ada bagian hitam dan bagian putihnya :)
sinar Pradana : " semua akan indah pada waktunya, karma dalam hidup itu tidak seperti makan cabe yang makan sekarang dan pedas sekarang, tetapi ia bisa pedas pada waktu lain :)
sinar Ratna : calon guru yang imut, selalu ceria, dan bertemu denganku ketika sarapan di kantin saat hari pertama
sinarNovi : calon Dosen yang selalu totalitas :)
sinar Risa : perhatian banget sama kesehatanku :') calo bu dokter :)
sinar Arieska : humoris, oke - oke :p
sinar Yudis : gitar, someone like you :p
sinar Ariesta : polos dan puisi 

dan untuk kerabat kerajaan yang begitu hangat :) Bu Nensi, Pak Astawan, Pak Dewa, Pak Dekan, Bu Desak, dan seluruh jajaran :) Ada kak Dika, dan yang sitimewa semua panitia dan kak Sintya pendampingku :* Putri cuma bisa bilang terima kasih :')
Happiness-550x316_large

Malam itu aku langsung kembali ke kotaku, ke kerajaanku.. dan dalam liuk-liuk jalan Gitgit aku melihat bintang di bawah langit, kilauan sinar yang berjejer di tengah malam :) semoga kita bisa menjadi sinar-sinar itu, tidak peduli tempatnya dimana, tetapi tujuannya tulus, memberi terang dan menemani gelap :')



Singaraja yang mengagumkan


Putri Puspitaningrum

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe