Ada Tempat untuk Kejujuran

09.03

Hai wall ...

Malam ini mengantarkanku lagi padamu. Haaaahhh, tidak ada hujan dan aku tidak ke pantai, kekuatan Aquariusku seperitinya tidak berfungsi. Yah --__-- *tanpa air -.-

9 Oktober 2012
Sebentar lagi hari ini habis ya. Tapi, ntah apa istimewanya angka 9 atau bulan 10 atau 2012, atau hari Selasa, atau yang lain-lain, tapi hari ini bukan lagi hari biasa. Jadi, aku merasa ada yang tidak biasa tapi apa ya (ʃ⌒ƪ)  Ini aku yang lupa atau memang nggak ada yang istimewa ._.

Hari ini juga bikin aku lebih milih "diam", rasa-rasanya dari pagi ada yang ngeganjel, apa aku ada janji ya sama orang di tanggal 9 ? ._. perasaan nggak ada. But who knows ? Mungkin perasaanku aja, atau gara-gara hari ini aku kebanyakan makan cokelat o.O yaya, mungkin gitu 
 *krik

But, overall, hari ini amazing ! :) *selama ada cokelat,es krim, kembang api, lili, ya pasti aku bilang amazing ヽ(´▽`)ノ 

eh? Tepat 11.11 p.m > angka kembar katanya ada yg kangen > mari hitung huruf ke 11 >> a,b,c,d,e,f,g,h,i,j,k .. K ? KINGDOM  ! KEMBANG API !   --" sudah-abaikan*



000

Sendu ...

Gelombang melodi hari ini menuang rasa yang berbeda. Ketika aku terperanjat mendengar namaku disebut lalu diiringin gelak tawa yang menguji kesabaran. Aku masih memilih tenang walaupun akhirnya mengusik orang over of mouth di belakangku. Ternyata sudah di luar batas.

Ku habiskan waktu kali ini dengan jejeran huruf yang membentuk berbagai istilah di depanku. Aku berusaha memasang telingaku baik-baik agar tidak luput satu pun perkataan penting yang diucapkan profesor yang tidak sanggup ku lihat wajahnya itu. Tenggelam lagi aku dalam tumpukan kalimat tadi.

Lagi-lagi aku dibuat terperanjat mendengar nada seruan untuk segera mengakhiri durasi ini. "Huuuuffft," Semoga tarikan nafasku tidak terdengar yang lain. Itu terlalu panjang untuk kalangan "tenang".

Satu per satu anak tangga aku turuni. Setiap turun satu kali, aku buang satu rasa pahit yang tadi. Buang-buang-buang-buang, dan habis .... Tangga turunan terakhir berhasil mendinginkan suasana kali ini. Terima kasih Hyang Widhi...

Aku menepi kali ini. Duduk tidak jauh dari jendela dan melempar pandanganku kesana kemari sambil menikmati batangan cokelat yang aku beli di ujung tangga. Sebentarnya, ada rasa sejuk yang datang. Aku memejamkan mata 3 detik saja, setetes jatuh, dan rasa itu jauh lebih ke dalam berjalannya, mengalir seperti ombak, tapi tidak terlalu ramah ...

Aku mulai merasakan aliran tidak enak kali ini. Tapi, setiap kali ada waktu untuk tersenyum, aku masih bisa membawa diriku dalam simpul senyum seperti biasa.

Aku bersyukur sekian orang yang menarikan hidup mereka di depanku tampak begitu senang. Riuh suara saling sahut yang tidak merdu sama sekali, tapi menyimpan rasa bahagia yang menular. Aku tahu, kali ini aku tidak termasuk dalam suasana riuh tawa itu, tapi setiap denting lonceng kebahagian yang dibunyikan mereka disana, turut mendetingkan lonceng kebahagian disini, di hatiku. 

Aku merasakan makna berusaha dan mereka merasakan bahagia dengan cara mereka sendiri. Cara yang berbeda denganku. Cara yang sampai saat ini belum bisa aku lakukan dengan seenaknya, cara yang mengurungku dalam perangkap rasa "tidak ada apa-apanya", tapi terkadang cara itu membuatku merasa menjadi bagian putih dalam arang-arang yang terkumpul.

Apa kalian pernah berbeda ? dan apa perbedaan yang kalian buat itu benar ?

Yups,
Tentu saja setiap orang punya berbagai alasan untuk membenarkan segala hal yang ia lakukan. Termasuk aku. Ada beberapa alasan sederhana yang masih membuatku terbenam dalam sebuah sugesti bahwa masih ada tempat untuk sebuah kejujuran, sekalipun tidak disini...

Dulu...
Aku sempat ingin menyerah pada devil dan menjadi bagian dari mayoritas, tapi ternyata itu tidak mudah. Jika banyak orang bilang berbuat baik jauh lebih susah daripada berbuat yang tidak baik, mungkin itu tidak berlaku untukku ya.

Tidak mudah  mengubah diriku yang sudah begini untuk mengikuti bagian mayoritas disana. Aku penakut untuk hal itu, tapi aku terlalu berani mengambil risiko untuk teguh dengan caraku yang dulu. Sampai akhirnya aku sempat ditendang dari tempatku yang seharusnya. Aku sempat disisihkan seperti roti basi di dapur.

Tapi itulah kenyataannya...
Mungkin memang tidak sekarang dan tidak disini ada tempat untuk kejujuran ini. Ratusan pasang mata itu mungkin masih menikmati rasa-rasa bahagia dengan instan. 

dan banyak pelajaran berharga yang aku dapat...
Menjadi yang pertama hanya sekedar angka, sama sekali bukan hal yang perlu dicari. Sama sekali bukan ! 

Hyang Widhi...  
Terima kasih ketika kuasa-MU membuatku tetap tegak disini. Walaupun sempat tersisih seperti roti basi, dari-Mu juga aku menjadi kembali berlari bahkan terbang melebihi yang aku minta. Aku tahu, Kau yang mengatur semuanya, Kau juga melihat semuanya. Disini aku berusaha, masih dengan cara lama yang Kau ajarkan, masih dengan kejujuran yang Kau pesankan. Tuntun Aku kali ini... Terutama ketika aku merasa perih tersisih dengan cara ini...

Biarkan aku tetap seperti sekarang. Tenang dan membuat semuanya terasa mengalir. Berjalan di air tenang-Mu, menjadi bagian dari denting setiap kebahagiaan sekitarku...dan tidak takut ketika aku harus tersisih lagi seperti roti basi... karena aku percaya, masih ada tempat yang Kau sediakan untuk sebuah kejujuran ヽ(´▽`)ノ 

***

Terhenti...
Gelak tawa yang awalnya kompak itu samar-samar menghilang. Aku membenamkan wajah dalam lipatan kedua tanganku sesaat sebelum tanda dipersilahkan pulang terdengar.

Lagi-lagi aku melewati tangga yang sama. Satu tangga yang aku turuni mewakili satu rasa tidak enak yang terbuang. Akhirnya, habis juga ketika sampai di ujung tangga...

Bagiku, ini bukan medan untuk bersaing ataupun menduduki "orang  lain", ini adalah waktu yang diberikan Hyang Widhi untuk memperbaiki dirimu... Sekecil apapun perubahan ke arah positif dari diriku yang dulu, aku sangat sangat senang ;) 
Buatku, pembanding yang terbaik bukan orang yang tertinggi, terendah, ataupun ter- ter- lainnya, tapi dirimu sendiri.. bandingkan dirimu yang dulu dan dirimu yang sekarang :)Dengan begitu, aku menemukan di setiap hal pasti ada tempat utama untuk kejujuran :)

Aku sangat bersyukur untuk hasilnya :)

Tumblr_mbmtmou4f91ru6gp3o1_500_large



mine

Putri Puspitaningrum







You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe