Dear..Putri Puspitaningrum in Saturday..

09.36


Coba deh ngaca tri, liat deh wajahmu ... *Pucat...
Kok bisa gitu put ? *degh !

Pagi yang terlalu terburu-buru untuk sebuah Sabtu..
Putri, kamu sadar nggak sih, sudah jam 6.30, dan itu baru buka mata ? *menyedihkan untuk bel 7 a.m. Siapa sih yang ada di rumah? Kok nggak ada yg bangunin.. Dan setelah di data, hanya ada 7 anjing, 2 ikan dalem aquarium.. Yaa..pantas saja ..
***
Baiklah Sabtu pagi yang malang, setelah baru tidur jam 02.30 , sendirian aja di rumah..
Sampe parkiran sekolah, bel baru bunyi, baiklah 5 menit lg pasti udh ada petugas jaga di deket gerbang...


***


Dear..Putri Puspitaningrum in Saturday..

Siapa yang Mengambil Senyummu ?

 #1

Ketika ada orang yang berkata : "Hmmm, seharusnya saya nggak kesini sih, Tapi saya kesini sebenernya buat nungguin Putri aja".
Aku mulai menoleh ke kanan setelah mendengar kata-kata itu. Rasanya ingin berkata :
"Maaf, sudah mengambil waktu anda dan sekarang pun saya mengecewakan anda"
( (ʃ˘̩̩̩.˘̩ƪ)#sedih sekali )

Lemari memori otakku mulai nggak stabil lagi. Tugas di depanku juga masih belum selesai. Huft, menoleh ke kiri, ke jendela, berharap hujan turun agar suhu disini tidak terlalu panas. Tapi, langit ternyata memberi harapan palsu saja.

Satu per satu anak tangga aku injak. Tapi, belum juga menghapus ingatan tentang kata-kata itu. Berat sekali rasanya, mengecewakan orang yang begitu menyayangimu. Bodoh sekali, harusnya ego itu aku tinggalkan jauh-jauh sebelum menapaki pagi ini. Begitu panjang waktu yang diberikan, kenapa malah mengecewakan lagi.

Dan dia tau, "aku sengaja membuatnya kecewa..
Ini jauh lebih berat daripada saat aku mendengar kata-kata di awal tadi. Aku tau, dia hanya tertawa kecil, seakan-akan aku tidak melakukan kesalahan, tapi melakukan sebuah hal yang lucu. Tapi, dia pasti kecewa, ketika tau... Aku sengaja ! Maaf  .. tidak akan kuulangi lagi

Aku belum berani meminta maaf padanya. Belum berani berdiri di depannya untuk mengakui hal bodoh tadi. Walaupun sebenarnya aku tau, kalau dia pasti sadar dengan yang tadi itu. Aku enggan melihatnya lama-lama lagi. Aku pergi dan dia masih duduk disana. Aku tidak ingin ada pikiran buruk tentang aku yang tersimpan dalam ingatannya, tapi aku belum tau cara memulai
"wanna to finish but shy at to start !"

Tapi, aku yakin Tuhan melihat "ego itu berakhir dalam rencana saja, tidak aku teruskan .. Aku memilih kalah, daripada melihatnya tak tersenyum lagi padaku pagi berikutnya.."
Apa dia juga melihat dan menyadarinya ? *Jika tidak.. Aku minta Tuhan mengabarkan padanya ... (ʃ˘̩̩̩.˘̩ƪ)

#2
Kepalaku mulai berat. Mataku ingin sekali menutup tapi tidak untuk tengah malam ini. Aku mulai mencoba untuk jujur dan mengambil resiko yang ada. Aku tidak dapat melihat wajahnya, jadi aku tidak tau, seperti apa responnya waktu aku memilih "berkata yang aku rasakan...
Ntahlah sudah berapa lama, tapi aku merasa asing dan tidak mengenalinya ketika aku mendengar suara itu dari kejauhan. Sayup dan intonasinya sudah berbeda. Miris rasanya, ketika aku harus menutup suara itu dan membesarkan suaraku.
* Putri.. harusnya kamu sadar kan, semua yang kamu bilang itu, bisa ngebuat semuanya berubah drastis. *
Aku sadar ketika selesai mengucapkannya, tidakkah aku salah ?
Tapi, itu yang harusnya aku katakan.
Tentang dia yang mungkin akan pergi dan tidak kembali *setelah kata-kata itu aku ucapkan* , berpikirlah bahwa itu takdir ya Putri..

Sayangnya, sekarang aku mulai merasakan tanda-tanda kehilangan (ʃ˘̩̩̩.˘̩ƪ) dan aku belum terbiasa ...


#3
Aku mulai takut ketika duduk di depan Bapak Guru itu. Satu per satu persyaratan sudah diperlihatkan padaku. Rasanya tidak seperti dulu ! Tidak seperti dua tahun lalu. Seikat pertanyaan mengetuk-ngetuk lidahku. Tapi kelu. Masih belum bisa aku katakan. Akhirnya, aku memutuskan untuk keluar dan membawa lembaran kertas itu.
Pak, sebenarnya, saya takut mengecewakan sekolah ini...
Penentuannya sebentar lagi, beberapa hari lagi. Tapi jujur saja, aku mulai merinding ketika menyadari harus aku yang menjawab soal-soal itu. Aku mulai merinding ketika mengingat kata-kataku pada mama yang kontradiksi dengan permohananku di awal. Tuhan, aku kembali pada permohonanku di awal!

Aku teringat permohonanku, ketika pertama kali menyadari aku sudah SMA, aku pernah berdoa
"Tuhan, aku minta dong kesempatan kedua untuk dipilih lagi mewakili sekolah u/ siswi berperestasi. Siapa tau, aku bisa juara 1 kayak tahun lalu waktu SMP" 

Dan sekarang Tuhan mengabulkannya. Tapi kenapa aku yang "decrease of spirit".
Huft, apa memang semuanya sudah beda dari yang dulu?
Ya.. di SMA, aku bukan juara umum 1 lagi seperti waktu SMP
Ya.. di SMA, aku masih merasa bodoh
Banyak sekali hal yang kurang dari diriku sendiri yang aku rasakan. Sedangkan lombanya 3 hari lagi. Aku harus bagaimana ?
Catat ! Bukan aku yang meminta pada guru itu untuk memilihku. Tapi, guru itu yang memanggilku ketika pelajaran di kelas. Dan kembali pada bagian #3 di awal, aku disodorkan formulir dan persyaratan.

Huft, antara "ingin" dan "merasa tak pantas", satu lagi "takut mengecewkan" ... Aku harus ramah pada kenyataan , masih ada 3 hari untuk berusaha kan :) Ayo Putri, mereka percaya dan sudah milih kamu, jangan kayak gini Put... Fight !


#4
Penting tidak ?
Itu selalu aku coba tanya sebelum berkata "ya" atau "tidak" . Tapi lebih banyak percuma, karena aku belum terlalu fasih berkata "tidak" untuk menolak. Itulah penyebab semua ini.
Aku mulai banyak mengecewakan mungkin ya ?
*pasti iya jawabannya.
Aku kembali melihat sosok TK, SD, SMP, dan SMA ku. membandingkannya bahkan dengan teman sekelasku. Rasanya beda sekali. Aku yang beda karena aku alien dari galaksi lain :p ? hahaha, bukan itu. Tapi, aku melihat mereka "ringan" sekali membawa dirinya. Dan untuk terbangku mereka hanya perlu mengangkat sayap. Sedangkan aku, ahrus mulai dari menegakkan kaki dan belajar terbang, pastinya siap terjatuh.

#5
ternyata hari sudah berganti. Sesi kehilangan senyum akan aku tinggalkan sampai disini :)

Thank you saturday..
Welcome new week..
hope you bring happiness for me and for my story.. (ง ˘͡ -˘͡)ง



With love


Putri Puspitaningrum

You Might Also Like

0 comment

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe