Gola Gong

09.37

Sore ceria , 4 Februari 2012

Namaku masih sama, Putri Puspitaningrum, umurku nambah sehari dari yang kemarin :), masih tetep imut..haha


well, sore ini aku dateng ke acara Gempa Literasi. Awalnya aku dateng karena ajakan Kak Doi. Berhubung selama ini acara yang diajakin kak Doi selalu baik-baik saja, maka aku berminat :).

Gola gong, tidak asing di telingaku tapi bukan familiar dalam keseharianku. Mungkin itu kalimat yang tepat ketika seorang laki-laki yang berpenampilan sangat "penulis" memasuki areal diskusi Museum Sidik Jari. Tidak ada jarak, narasumber dan audience di atas lantai yang sejajar. Suasana yang sangat nyaman untuk sebuah obrolan. Pilihan yang tepat.

Diawali oleh penampilan musikalisasi puisi oleh "Sekali Pentas" yang memukau. Pasti bukan hanya aku, melainkan seluruh insan-insan Tuhan yang hadir sore itu. Alunan musikalisasi puisi yang harmonis, kata-kata dengan penekanan kuat, ekspresi yang tak kalah dengan petikan gitar dengan nada menukik dalam jiwa pendengarnya. Memukau..

Selanjutnya, datanglah bintang utamanya. Lelaki gondrong dengan penampilan sederhana, berbaju kotak-kotak. Wajahnya sangar "penulis". Melangkah percaya diri. Berbicara memperkenalkan arti buku dan pentingnya membaca serta sebuah komunitas..

buku adalah jiwa, maka nikahilah,,
buku adalah cinta, maka rasakanlah..
dan berbagaitag line lainnya ...

Tapi bukan itu yang membuatku terpukau, melainkan perjuangannya dengan keberanian berpindah dari satu tempat ke tempat lain, 1 pulau ke pulau lain, hingga lahir sebuah buku kontroversial pada zamannya Balada Si Roy (semoga aku tidak salah tulis).

Gola Gong dengan Rumah Dunianya melahirkan penulis-penulis baru dengan versi sastra yang bebas merdeka. Dari tukang gorengan, tukang roti, anak petani, dihipnotisnya menjadi penulis dan sekarang "punya nama" di bidangnya masing-masing.

dengan ringan tetapi jantung berdebar. Kuberanikan diri maju ke depan , menyampaikan mimpiku yang aku gambar dalam kertas.
"Saya ingin pergi jauh dari Bali dan Indonesia dengan tulisan saya :)lalu kembali ke kesini dan menulis untuk orang lain. mungkin membentuk komunitas," kataku di depan setelah memperkenalkan diri.

sambutan hangat dari audience yang berpenampilan penuh talenta tersendiri.
aku pilih tag line untuk mimpiku itu :)

"bawalah dunia pada tulisanmu sebelum membawa tulisanmu pada dunia" :)

mengakhiri cakap-cakap ini dengan blus dari salah satu audience, foto bersama, kuis (dan aku dapat satu buku). Setelah itu, aku beranikan diri meminta buku pada panitia.


Tuhan memberkati, permintaanku disambut hangat. Mengobrol sebentar, hingga diakhiri dengan percakapan singkat seputar Youth Corner :)

bagian yang tak terlupakan dari cakap-cakap ini :)
"lebih baik menjadi orang bodoh yang beruntung daripada menjadi orang pintar yang bertindak bodoh"
"perlakukanlah 26 huruf yang ada dengan baik, maka mereka akan berbaik hati pula padamu"
_Gola Gong_


You Might Also Like

6 comment

  1. jreeenk...jeg dapat aja potoaaan looo

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha :p hayooo, sibuk sama AADC sih :p jadi akuu fotoan :p

      Hapus
  2. makasi udh mau dateng.., :)
    tulisannya bagus., :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, acaranya seruu :) itu acaranya pertamaku yg model begitu :D

      haha, makasi ;) baru-baru belajar nulis kak ... minta saran2 ya :)
      makasi juga uda follow ;)

      Hapus
    2. ah syukurlah., brrti acara'a sukses., :)

      hehe., sama2 Putri.. trus menulis ya., :)

      Hapus
    3. iya kak :) seneng deh kalo ada yg kunjung2 kesini :D

      Hapus

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe