Filosofi Arung Jeram *Kilas Analogi Kehidupan*

03.52

Hey bloggie :D
Lama gk nulis rasanya ya :D
Beda banget sama waktu liburan, hmmmm…*sudah terduga sebelumnya sih --a*
Oke, besok ulangan agama hindu n'fisika :D
SEMANGAT aja, supaya nilainya gk di bawah SKM , gk pake acara remidi-remidian -,- :D

Yappy :D Nulis dikit, bentar aja ;D

------------------------------------------------
Hujan turun deras sekali. Satu per satu turun tak pernah berhenti. Rajin sekali hujan itu turun. Sawah hijau di kanan kiri. Rumah-rumah yang masih membawa nuansa tradisional, berderet .
Tabanan mempesona bayangan lensa mata..




000

Berderet-deret tangga meski dituruni,, 400 anak tangga. Tak terbiasa berolah raga , tiba-tiba harus mennaklukkan tangga licin bekas hujan, pegangan tangga bau besi berkarat, dan pada saat itu………..

"tersadar atau tidak, kita sering sekali melupakan hal indah di sekitar kita… Bahkan deretan hutan yang indah di kanan dan kiri anak tangga. Aku terlalu terfokus menuruni anak tangga, terfokus mengatur nafas, dan memegangi besi horisontal di kanan-kiri, terfokus pada derap jantung yang terengah-engah, inti dari segala inti > terfokus pada kelelahan, padahal ada hal indah disamping kanan-kiri, bahkan daun-daunnya pun membelai dengan lembut"

000

Suara riak air terdengar, semangat semakin terpacu menuju perahu karet. Suara teriakan mereka yang sudah menyusuri sungai mulai terpantul pohon-pohon hutan…

"ketika kita memiliki tujuan dan menangkap titik terang dari tujuan tersebut, semangat kita mendengar indikasi akan terwujud , akan semakin terpacu untuk menggapainya :) _manis sekali :) sebuah motivasi, sebuah harapan, yang memiliki limit waktu mendekati kenyataan, bahkan lelahpun terlupakan"

000

Sungai :)
Belajar dari sungai, dari aliran airnya, pohon-pohon manja di kanan dan kirinya :) Menanggapi itu bagian kehidupan, sempat aku terdiam dalam bisu, hingga batu menghantam perahu karetku dan air membasahi semuanya. Benar-benar basah aku dibuatnya :D

***

Aliran air sungai itu seperti alur kehidupan. Selalu menuju 1 arah "ke depan". Sekuat apapun kita melawan arus, kita tidak akan sampai pada titik dimana kita memulai. Diandaikan itu seperti kehidupan yang bergerak maju, tak mengijinkan sedetik pun terulang dengan kisah yang sama. Tak akan pernah kita sampai pada masa lalu yang menjadi rumah terjauh dari seorang makhluk bernama manusia. Arus itu adalah lorong waktu yang disetting menuju ke depan, meninggalkan tempat yang telah kita lalui. Tak peduli itu indah, menakjubkan, atau mungkin melukai. Ia tetap mengarah maju…

***

Ada batu…
Sama seperti kehidupan..
Batu di sungai itu bisa membuat aliran sungai menjadi tidak setenang air dalam gelas.
Batu membentuk aliran ke bawah, ke samping, membentuk lingkaran..
Terkadang ia bersembunyi di balik air, tak terlihat, tapi loncatan perahu karet menndakan ia ada ..
Itulah bagian yang sering kita sebut dengan banyak istilah "cobaan" "masalah" atau apapun lainnya. Tetapi, tanpa itu semua, perjalanan tidak akan menyisakan teriakan, tidak akan menyisakan alur yang berisi konflik. Bahkan cerpen pun tidak akan bernama cerpen apabila "tanpa konflik" ..apalagi novel? Atau roman ? Jadi, batu membantu kita menjadikan hidup penuh KEHIDUPAN bukan KEMATIAN dalam hidup. Sekali ia membuat kita jatuh, membuat kita berteriak tak pasti, membuat kita tertawa dan menertawakan yang lain setelah air membasahi, membuat kita tersadar, tanpa BATU, adalah TANPA NAFAS,,terlalu tenang mendekati KEMATIAN :)


***

Ada satu dayung yang jatuh . Apa perahu karet terhenti ?
Di tenagh perjalanan, ada dayung yang terlihat tak bertuan, sendiri saja terombang ambing arus sunga Ayung yang tak pernah mengabarkan padanya dimana majikannya, air mengantarkannya pada tempat , dimana akar pohon membuatnya terdiam "tersangkut" dan tidak bergerak lagi !
Tapi perahu tuannya tak berhenti, perahu karet itu aku lihat tetap maju, oleh dayung-dayung lain oleh tuan yang lain :) dan tentunya oleh arus laing

"bagian yang hilang tak boleh menghentikan kita untuk melangkah maju… ntah itu membuat kita kurang, tapi pasti ada sisi lain dari beribu sisi yang akan membuat kita maju. Bukan berarti 1 hal hilang, berarti kita terhenti, tertunduk, dan benar-benar berhenti bernafas, tapi disini , satu yang hilang bisa mnegundang 1000 yang datang. Pahami sebuah kehilangan sebagai sambutan pada yang akan datang. Walaupun terkadang sebuah kehilangan sempat bertentangan sedetik dengan keikhlasan :)

***

Pohon indah berjejer, kata si guide, sisi kanan adalah Tabanan,d an sisi kiri adalah Ubud :D terbelah sungai ayung yang indah dan memesona :D Coklat airnya tak mengubah sedikitpun pandangan :D
Deretan indah air terjun di sisi kanan dan kiri menjadi teman dari start menuju finish, batu-batu yang bersembunyi adalah bagian lain dari sensasi kehidupan"

Analogi sebuah kehidupan yang menjadi tuntunan untuk mengikuti arus jeram , tak berhenti jika dayung hilang, tak pernah takut dengan batu yang bersembunyi di balik riak air, menghargai keindahan di samping kanan dan kiri dari kelelahan, dan berakhir di sebuah tempat yang penuh canda dan senyuman malaikat Tuhan :)



Inspired from : Rafting > 18 Feb 2012> Kunjungan XVI KISS-1 Denpasar :*

You Might Also Like

2 comment

  1. waaaah keren banget..pengen dah arung jeraaam xO
    tapi ga berani sama riak dan ga bisa renang juga :((
    aiih tapi mantaplah filosofinya tik :D
    jeg mantap! awes mekudus kepalanya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo gk sama KISS-1 , juga gk pernah aku beginian kk :p

      eh ? kepala mekudus ? --a

      Hapus

I'm so glad to receive your words :)

Translate

Entri Populer

Subscribe